Chap 18

114 6 1
                                        

•••

” Kenapa kita semua di panggil ke Mansion Alexandra? Ada perlu apa? ” Ketus Mean, keluarganya yang lain nampak bingung.

” Bukannya kau yang memanggil kami semua? ” Heran Azril, semuanya sudah datang mines Juan, Kiano, dan juga Qasta.

” Aku? Kalian yang sok mengirimi ku surat lewat celah pintu, ini penting dan menyangkut masalah Kiano dan Qasta yang ingin pulang. Karna itu aku datang, Qasta masih terlelap tidur jadi tidak bersamaku. ”

” Apa? Tapi, bukannya kau yang memberi kami pesan lewat ponsel menggunakan nomor baru. Dan typing nya mirip denganmu, jadi kami semua percaya. ”

” Tapi bukan ak—

” KIANO HILANG! ” Teriak Juan dari lantai dua, lalu pemuda itu berlari menuruni tangga untuk menemui yang lain.

” Hilang? Mungkin saja dia ada di luar atau sedang di kamar mandi. ” Ucap Melan, Juan menggeleng cepat.

” Aku sudah mencarinya ketempat yang biasanya dia datangi, tapi tidak ada! ”

Semuanya sibuk menanyakan dan beradu mulut tentang hilangnya Kiano, hingga Mean membelalakkan matanya lalu berlari menuju lift.

Perasaan khawatir apa ini? ’ Batinnya.

Klek.

Lampu tiba-tiba mati, namun waktu itu pagi jadi penerangan masih sangat terang. Mean tambah tak enak dan bergegas ke lantai atas untuk melihat situasi, sedangkan yang lainnya bingung melihat tingkah Mean.

Mean berlari ke kamar Kiano, menjenguk lemari namun masih full baju Kiano. Suara mobil lalu terdengar dari luar, Mean ke balkon lalu mendapati mobil hitam mewah yang sedang terparkir di depan pagar Mansion.

” Q-QASTA! ” Teriaknya tetapi tentu saja Qasta tidak dengar, Mean bergegas menuruni tangga lalu berlari sembari berteriak ke pada keluarganya yang masih kebingungan.

” QASTA DI CULIK! ” Teriaknya, semua keluarga lalu terbelalak tak percaya dan mengikuti larian Mean. Mansion yang besar itu tentu saja memerlukan waktu lama untuk bisa melewati pagar jika hanya berlari, namun Mean mengambil mobil lalu menancap gas full menuju pagar.

Saat di pagar, Mean menuruni mobil karna mobil hitam yang dia lihat sudah menghilang. Dengan kesal dia menatap dua bodyguard yang menjaga pagar.

” KENAPA KALIAN DIAM SAJA HAH! ” Teriaknya marah, kedua bodyguard itu tertunduk.

” A-ada satu pria yang menodongkan pistol kepada kami tuan muda, jadi kami tidak bisa melawan kalau tidak—

Dor.

Mean menatap nyalang bodyguard itu yang sudah terkapar tewas, lalu bodyguard satu nya juga di tembak. Dengan keji Mean menembaki mayat kedua bodyguard nya sampai darahnya muncrat kemana-mana.

Dia tidak tahu, amarah nya memuncak dan tanpa sadar melakukan ini bahkan di tatap beberapa bodyguard yang agak jauh menjaga pagar. Para bodyguard itu hanya bisa diam dengan bergidik ngeri.

” BEDEAH! ” Teriaknya kesal, satu mobil lalu datang keluarlah seluruh anggota keluarganya. Juan yang melihat adik nya menggila langsung menahan Mean agar tak menembaki mayat bodyguard itu lagi.

” Cukup! ”

” LEPAS! ”

” Cukup adik, membunuh mereka tidak akan membuat Kiano kembali! Aku tau kau khawatir kepadanya kan? Karna di dalam tubuhnya ada Kean. ” Mean memberhentikan aksinya, dia menatap remeh Juan yang menahanya sedari tadi.

” Siapa juga yang khawatir kepada Omega bekas sepertinya, cih. ”  Mean mengambil ponselnya.

” Zoy siapkan pasukan, cari keberadaan istri ku. Aku tidak mau tahu, secepatnya istriku harus di temukan. Bunuh siapapun yang menghalangi. ”

Mine S2Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang