•••
Helusan lembut yang tengah Kean rasakan di pipinya membuat hati nya tersenyum smirk, namun wajahnya sedih layak nya seseorang sedang dalam berduka.
” Hiks... Mau kan? ” Pertanyaan pelan dengan nada pilu itu reflek membuat Mahen menarik tangannya kembali dan memandang raut datar.
” Tentu saja tidak. ” Ujar nya tanpa rasa bersalah, Kean langsung melemparkan benda sakral yang berbentuk kelamin pria itu di wajah Mahen membuat wajah Alpha itu reflek memerah.
” Sialan! ”
” Kau yang sialan! Dasar Alpha tidak peka, tak berperasaan, kejam, tidak berguna! ” Kean melemparkan dirinya ke Mahen membuat Alpha itu menangkapnya dengan sempurna, Mahen sedikit bengong atas yang di katakan Kean barusan.
” Hiks... Kau itu bajingan Mahen. ” Cicit Kean di pelukan Alphanya itu, mulutnya mengoceh namun ia erat memeluk tubuh Mahen sekarang.
” Apa kau ingin sekali? ” Tanya Mahen pelan, Kean membenamkan wajahnya di dada nya.
” Omega mana yang tidak mau di sentuh oleh Alphanya, mau bagaimanapun kita sudah menikah 5 hari yang lalu. ” Kesalnya, yeah... Setelah mendatangi persidangan perceraian Rayya dan Melan. Mahen dengan ego nya malah mengajak Kean langsung mendaftarkan pernikahan mereka berdua sehingga keduanya resmi menjadi pasangan pada saat itu.
Tetapi selama 5 hari ini, tidak sedikitpun Mahen berniat menyentuhnya. Jangankan bercinta, bahkan Mahen enggan memeluk Kean seolah mereka adalah orang asing yang tidak sengaja hidup di satu kamar apartemen.
” Apa yang membuat mu ingin hmm? ”
” Tidak ada, hanya ingin. ”
” Astaga... That's crazy babe, Call my name and i'll do it. ”
” Berhentilah bersikap menggoda jika kau tidak mau di goda. ” rengek Kean, Mahen tertawa pelan lalu mengelus kepala Kean.
” Apa kau mengerti maksudku? ” Tanya Mahen, Kean menggeleng.
” Aku tidak bisa bahasa inggris. ” Mendengarnya Mahen tersenyum miring, dia menatap wajah Kean yang murung.
” 1 sampai 5, angka berapa yang kau suka. ” Tanya nya, Kean lalu menatap bibir Mahen lalu beralih ke mata.
” Maksudnya? ” Mahen tidak membalas, dia malah memperdalam tatapannya pada mata bundar Kean membuat Omega itu merasa kebingungan.
” 5? ” Herannya, Mahen mengangguk lalu melepaskan pelukan Kean dan pergi sebentar dari kamar. Lalu tak lama pria Alpha itu kembali dengan sesuatu di tangannya.
” Apa itu? ” Tanya Kean bingung, sebab yang Mahen pegang adalah sebuah obat dan segelas air.
” Minumlah. ” Kean mengambil obat itu, lalu meminumnya ketika melihat Mahen yang juga ikut meminum obat itu.
” Ini obat apa? ”
” Penguat stamina. ”
” Untuk apa? ”
” Untuk ini. ” Perlahan Mahen meletakan segelas air nya dan Mahen lalu mencium lembut bibir Kean membuat pemuda itu reflek tercengang, melihat raut shock Kean sedikit mengundang tawa bagi Mahen.
Pria Alpha itu lalu mengangkat tubuh Kean dan perlahan menindih nya lalu mencium panas bibir mungil itu, seketika tubuh Kean reflek memanas. Ia membalas semua perlakuan Alpha nya itu, tak selang beberapa menit Mahen melepaskan ciumannya.
” Sudah bekerja? ” Tanyanya, Kean memiringkan kepalanya heran lalu menatap lagi plastik obat yang Mahen beri. Ternyata, itu adalah obat yang dulu pernah ia minum ketika di perkaos oleh Al.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine S2
General FictionS2 dari 'Mine' Bagi yang belum baca S1 di sarankan untuk membaca terlebih dahulu.
