•••
” Ayo lakukan! ”
” Hah?! " Mahen menatap kaget Kean, dari mata Omega itu sudah pasti jika dia ingin.
” Kita sudah lama tidak bertemu kan, waktu itu saja kita menggunakan tubuh orang lain. ” Keluh Kean, Mahen berdecak kesal dan meremas rambutnya dengan tangan kananya.
” Apa beda nya dengan tubuh ini? ” Herannya, Kean memiringkan kepalanya dan mengangguk.
” Setidak nya sekarang ini lah tubuh kita! ” Ujar Kean, Mahen menghela nafas dan melepaskan remasannya di rambutnya membuat rambut Alpha itu berantakan sebelah.
” Tidak bisa. ” Tolak nya, Kean tersentak kaget.
” Kenapa? ” Tanyanya memelas, Mahen menatap nya datar.
” Di antara kalian, tubuh ku yang paling lemah untuk saat ini. Itu karna Midori sudah tidak ada, dan Kio pun begitu. ”
Deg.
Kean terdiam mendengarnya, Omega itu menunduk lalu menelan ludah nya kasar.
” K-Kio tidak ada? " Tanya Kean pelan, Mahen memandanganya heran. Tak lama kemudian ekspresi Alpha itu berubah kesal.
” Aku lupa, jika kau mempunyai perasaan padanya. Bukan padaku. ” Ujar nya, Mahen lalu beranjak dari ranjang dan berjalan mendekati kursi yang ada di dalam kamar. Kean hanya bisa tertunduk, dia tidak bisa menyangkal jika dia menyukai Altar Ego Mahen yang bernama Kio itu.
” A-aku—
” Aku ingin menikahi mu. ”
Deg.
Perkataan Mahen membuat Kean menatapnya kaget, mata bulat itu memandang Mahen dengan perasaan yang mulai campur aduk. Sedangkan Alpha itu terus memandangnya datar namun begitu dalam.
” Jika aku yang dulu, mungkin, akan ku jadikan kau milikku secara paksa. Tetapi sekarang berbeda, akan ku tahan emosiku sebisaku. Karna itu... Jika kau tak mau bersamaku, pergilah sejauh yang kau mau. ” Perkataan Mahen membuat Kean memandangnya.
” Apa aku bisa percaya dengan perkataan mu itu? ” Mahen sedikit terdiam lalu mengangguk pasti, melihatnya Kean tersenyum simpul.
” Kau bisa pergi. ” Ucap Mahen lagi, Kean lalu menatap mata Alpha itu yang kini tidak melirik nya lagi.
Perlahan Kean mendekati Mahen hingga berdiri di depan Pria nya itu, menyadarinya Mahen lalu mendongak untuk menatapnya dengan heran.
Tangan kiri Kean lalu perlahan merapikan rambut Mahen yang berantakan, Omega itu kini tersenyum teduh melihatnya.
” Aku mencintaimu, bagaimana bisa aku pergi dari mu. ” Ucap Kean, mata Kean tak bisa berbohong. Melihatnya Mahen berdiri dengan kesal, Alpha itu mengepalkan tangannya kuat.
” Kau takut padaku kan? ” Serkas Mahen, Kean terdiam mendengarnya, ia lalu tertunduk lesu.
” Manusia punya rasa takut, dan tuan tau itu. ”
” TAPI INI GILA! Jika kau takut padaku, tidak perlu memaksa untuk tinggal bersamaku. ” Tekan Mahen, Kean kira apa dirinya ini. Jika benar dia tidak mau tinggal bersama, pergi saja, Mahen tidak mempersalahkan itu. Mau bagaimanapun, dia sudah berjanji pada dirinya untuk meninggalkan masa lalu, dan Kean termasuk dari masa lalu nya.
Jika Kean akan pergi, Mahen tak masalah. Meski rasanya agak enggan dan menyakitkan, tapi dia harus bisa melangkah demi masa depan nya.
” Hiks... T-tapi aku ingin bersamamu. ” Kean mulai menangis, melihatnya emosi Mahen semakin memuncak. Alpha itu mulai menguatkan kepalannya untuk menahan emosinya, perlahan tangan Kean memegang ujung baju Mahen. Dia tau, jika dia memegang Mahen sekarang akan ada resiko nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine S2
Ficção GeralS2 dari 'Mine' Bagi yang belum baca S1 di sarankan untuk membaca terlebih dahulu.
