21. Terbakar.

95 2 0
                                        

•••

Mean tertegun, baru kali ini dia merasa di pandang memalukan. Setiap hari orang-orang akan memandang kagum padanya, akan memandang penuh dengan kewibawaan. Seolah Mean lah raja di tengah rakyat-rakyat rendahannya, namun sekarang dia merasa dialah rakyat nya.

” Sudahi pikiran pendekmu, lakukan hal yang pasti saja. Jika kau membunuh dia di depan banyak nya tamu begini, satu dunia akan memandang Atthaya seperti Alexandra dulu. Di pandang sebagai keluarga keji, dan itu akan membuat Atthaya malu sebagai tentara bayaran! ” Mean langsung memandang sekeliling, dia menatap tatapan para tamu padanya. Aneh, keji, menakutkan, segala tatapan itu bersatu.

” Hahahahah! ” Tawa Mean menggelegar bagai petir, semua orang tambah heran memandangnya bahkan Qasta yang sedari tadi menangis.

” Monster... Itu kan yang kalian pikirkan di benak kalian? ” Ujar Mean, dia tersenyum miring memandang tamu satu persatu. Termasuk seluruh anggota keluarga nya, dia memandang Wira yang mulai berdiri mengusap darah segar di sudut bibirnya.

” Ceraikan dia sekarang kalau kau masih mau hidup. ” Ujar Mean, Wira yang merasa di tatap langsung menolehkan pandangannya pada Qasta. Lalu pandangannya beralih ke Juan, dan seluruh anggota keluarga Atthaya dan Alexandra.

Mata Wira terbelalak sejenak, lalu menjadi sendu dan memandang cincin di tanganya. Wira tersenyum sendu lalu melepaskan cincin itu.

” Baiklah, anggap pernikahan ku bersama Qasta tak pernah terjadi. ” Ucap nya lalu melemparkan cincin itu pada Mean, Mean menangkap nya lalu memandang heran cincin itu dan Wira.

” Pakailah, jika kau memang menginginkannya. Seperti nya aku salah sangka pada kalian, aku tidak akan mengganggu kalian lagi. Sepertinya dia sudah nyaman di keluarga kalian, tubuhnya tak seketakutan dulu, jaga dia baik-baik. ” Ucap Wira, Mean berdecih lalu memasang cincin nikah itu.

Pandangan Mean langsung tertuju pada pendeta, dia menyuruh pendeta itu untuk melaksanakan pernikahanya bersama Qasta. Pendeta hanya mangut-mangut takut, sampai janji dan sumpah suci di ucapkan dan mereka resmi menjadi pasangan.

” Ini aneh, dan pernikahan teraneh yang pernah ku temui. Namun, ini sungguh momen yang bahagia. ” Gumam Kiano, Juan yang berada di samping nya lantas menoleh. Kiano menatap nya dan tersenyum manis, lalu memeluk lengan Alpha itu.

” KALIAN SEMUA TIDAK AKAN KU MAAFKAN! ” Semua atensi mata menuju pada suara, terlihat Oma yang memegang satu obor di tangan kiri nya.

” Oma. ”

” KALIAN SEMUA AKAN MATI!!! ” Oma melemparkan obornya pada bunga-bunga yang ada dalam ruangan itu hingga api menyebar luas.

Semua orang berteriak histeris saat api mulai membesar, pintu ternyata di kunci dan kunci nya Oma lempar ke dalam api yang kian membesar. Mean langsung menggendong Qasta berlari membawanya pergi, semuanya panik.

” JUAN! BANTU AKU! ” Teriaknya, Juan yang memeluk Kiano langsung mengangguk dan melepaskan pelukannya untuk membantu Mean mendobrak pintu. Melihat keduanya, semua orang membantu hingga akhirnya pintu terbuka dan para tamu berhamburan keluar.

Semuanya keluar, mereka menatap rumah yang kini terbakar luas.

” Juan! Kiano, dan paman Rayya belum keluar! ” Ucap Mean, Melan yang mendengarnya lansung melebarkan pandangannya menatapi semua tamu yang keluar. Melihat tak ada istrinya Melan kembali masuk, walau banyak yang melarang namun Melan tak peduli.

” Hiks... Adikku, selamatkan adikku... ” Lirih Qasta di gendongan Mean, Mean menatap Qasta yang menangis. Bahkan, alat bantu yang sempat Mean pasangkan di telinga Qasta saat mereka mengucapkan janji suci hilang satu.

Mine S2Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang