Jangan lupa Vote and komen!
Demi keberlangsungan Novel.
Happy reading.
•••
Di kamar kini Kiano duduk di ranjangnya sembari melintangkan tangannya karna kesal, bahkan dia terus menggerutu di dalam hati.
Lalu Juan memasuki kamarnya, awal nya Juan mengetuk tapi tidak Kiano hiraukan membutnya terpaksa masuk dan mendapati Kiano duduk di atas ranjang sembari mengunyah sesuatu.
” Obat penyangkal hormon, kenapa kau meminumnya? ” Tanya Juan, dia menatap Kiano yang terus mengunyah obat yang seharusnya di minum bersama air. Tapi Kiano malah menggigitnya seolah itu adalah cemilan, di tambah obat itu sedikit pahit.
” Seharusnya aku yang memberimu pertanyaan, kenapa kau masuk ke kamarku tanpa seizinku? ” Kesalnya, Juan menghela nafas.
” Itu karna kau tidak membalas tadi. ” Juan perlahan mendudukan bokongnya sembari melihat wajah Kiano yang masih kesal.
” Ada apa denganmu? ” Tanya nya, Kiano lalu mengambil segelas air di atas nakas nya lalu meminumnya dengan beberapa tegukan saja.
” Aku ingin pulang. ”
” Apa? Tapi kenapa? ”
” Kau tidak ingat semala— ” Kiano menghentikan ucapannya, doa baru ingat bahwa yang mengendalikan tubuh Juan adalah Al.
” Ingat apa? ” Tanya Juan lagi, Kiano sedikit gugup ingin mengatakannya.
” A-aku ingin pergi... Ingin pulang, aku ingin bahagia Juan! ” Teriak Kiano, Juan tersentak karna Kiano yang berbicara dengan nada keras. Lalu raut wajah Kiano berubah jadi sendu dan isakan tangis mulai terdengar, Kiano mengambil bantal nya dan menenggelamkan wajahnya di sana.
” Hiks... Aku hanya perlu kebahagiaan, kebahagiaanku dan kakakku. ” Juan menatap sendu Kiano, lalu perlahan jemarinya mengelus rambut Kiano. Kiano mendongak menatap wajah Juan, senyuman teduh dan hangat itu membuat tangis Kiano tambah berhamburan dan memeluk Juan erat.
” Aku ingin bahagia... Hiks. ”
” Emm, seberusaha mungkin akan ku kabulkan. ” Gumam Juan, dia mengelus kepala Kiano. Bahu pemuda itu basah karna tangisan Kiano yang kian menjadi, punggung gemetar itu Juan elus dengan lembut.
” Ohok-ohok...
” K-kau tidak papa juan? ”
” Hahah tidak, aku hanya batuk—
” KAU KEMBALI MIMISAN BODOH! ”
Kiano reflek menutup mulutnya atas ucapannya, Juan yang tersentak kaget itu tertawa lepas mendengarnya. Kiano membuang muka karna malu, darah segar terus mengalir dari hidung Juan lalu Kiano bergegas mengambil tisu.
•••
Jam berganti dan bulan mulai menampakan cahaya indahnya bersama bintang, langit biru terlihat indah bagi Jonathan. Kini dia berdiri di jendela hotel menatapi langit biru itu, lelaki itu tersenyum teduh.
” Apa benar resiko nya ini? ” Tanya Mean yang memeriksa berkas hasil laporan Jonathan, Jonathan berbalik lalu mengangguk dan kembali menatap indahnya langit yang di hiasi bintang itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine S2
Ficção GeralS2 dari 'Mine' Bagi yang belum baca S1 di sarankan untuk membaca terlebih dahulu.
