HAPPY READING!
Selamat tahun baru bagi yang menjalankan! Dan selamat natal juga ( walau telat dikit. )
Jangan lupa vote and komen demi keberlangsungan Novel!😑
•••
” Aku harus pulang bersama kakak. ” Kiano nampak mengendap-endap membawa koper nya menuju lift, walaupun para bodyguard di sana sudah melihat aksinya. Namun mereka berpura-pura tidak lihat saja.
” Sekarang jam 2 pagi, kenapa masih terbangun. ” Suara serak dari belakangnya membuat Kiano berkeringat dingin, dia perlahan membalikan tubuhnya dan berusaha tersenyum.
” A-aku haus. ” Ucapnya seadanya.
” Jalan dapur bukan di sini, kau berbohong? ” Kiano tertunduk, tatapan orang itu begitu mengintimidasinya.
” Paman... Aku hanya ingin bertemu kakakku. ” Lirih Kiano, Melan mengangkat alisnya sebelah.
” Bisa pagi nanti atau siang nanti kan? Masuk ke kamar mu dan tidur lah lagi, jika kau memang ingin pulang. Maka akan ku pulangkan. ” Singkatnya lalu pergi, Kiano mengangguk lalu membawa kopernya kembali masuk ke kamar. Keputusannya ingin pulang memang bukan lah hal yang bagus, tapi hanya itu satu-satu nya jalan yang dapat Kiano ambil.
•••
” Ahhh hah hah...
Nafas Mean tak beraturan dia memejamkan mata, keringat nya menetes dari dagu mengenai wajah Qasta. Omega itu meremas hebat seprai yang terpasang di ranjangnya, perlahan jemari Mean memngalihkan poni Qasta yang menutupi setengah wajah Omeganya.
” Kau masih bisa kan? ” Tanya Mean, Qasta menatap sendu mata penuh gairah itu lalu menggeleng pelan dengan mata yang sudah di penuhi butiran air mata.
Mean memeluk Qasta menenggelamkan wajahnya di leher Omega yang telah penuh banyak tanda merah,nafas Mean masih teidak beraturan.
” Tapi Rut ku belum selesai... Satu pelepasan lagi bisa kan? ” Tanya Mean lagi, Qasta dapat mendengar samar-samar ucapan Mean. Itu karna alat bantu yang Mean pasangkan di telinga Qasta, Qasta juga dapat mendengar setiap desahan yang sedari tadi Mean keluarkan.
Mata Mean menatap Qasta sayu, Qasta membuang muka dan mengangguk pelan. Jika Rut Mean tidak segera di selesaikan, maka pemuda itu bisa gawat.
Mean tersenyum melihatnya, dia lalu mengambil pengaman yang kotak nya sudah terletak di dekat mereka dan setengah kotak itu sudah Mean pakai. Mean membuka wadah nya dan memasangkan nya, lalu kembali menatap wajah Qasta.
” Tahan sebentar saja... Ku pastikan ini tidak akan lama. ” Bisik Mean, Qasta menutup matanya menggunakan lengan di kala perlahan Mean memasukan.
” nnghh ahhhh hah... Tahan, aku janji ini tidak akan lama... ” Bisik Mean lagi, Qasta menggigit bibir bawah nya membuka matanya lalu menatap wajah Mean yang memandangnya sendu. Qasta meletakan tangannya di leher Mean dan langsung mencium Alpha itu, dia kembali menahan tangis karna Mean yang perlahan menggerakan.
” Ahhh ah hah hah... Shit! ”
•••
” Tidak ada yang bisa kau lakukan selain ini? Itu menyedihkan. ”
KAMU SEDANG MEMBACA
Mine S2
Ficción GeneralS2 dari 'Mine' Bagi yang belum baca S1 di sarankan untuk membaca terlebih dahulu.
