Haechan itu seorang dominan garis keras, cuman akibat do'a mami Doyoung yang menjadi kenyataan. Dengan sangat terpaksa Haechan harus merelakan gelar dominannya lalu menerima gelar barunya sebagai nyonya Jung karena sedang hamil anak si kembar Jung J...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
∆ No Edit, penuh dengan typo jadi harap maklum ∆ Jangan lupa vote dan komennya juseyoo (.◜◡◝)و!!
꧁❁🅝🅨🅞🅝🅨🅐 🅙🅤🅝🅖❁꧂
*
*
*
Tepat di usia kehamilan delapan bulan, Haechan akhirnya luluh dan bersedia memeriksakan kandungannya ke dokter. Sebenarnya Haechan masih ingin menunda lebih lama lagi karena merasa masih bisa menjaga kondisi tubuhnya sendiri. Tapi karena dorongan dari Jeno dan Jaemin yang terus-menerus, ditambah keinginan Haechan untuk memastikan semua kebutuhan bayinya agar lebih prepare lagi, membuat pria itu akhirnya setuju.
“Jadi, kau benar-benar mau ke dokter hari ini?” tanya Jaemin memastikan, pagi itu.
“Iya, tapi hanya karena aku ingin tahu apa yang harus kupersiapkan untuk si kecil. Bukan karena kalian memaksaku.” ujar Haechan dengan ekspresi sok angkuh, meskipun pipinya sedikit memerah.
Jeno tersenyum lebar mendengar itu, sementara Jaemin langsung mengirim pesan ke asisten mereka di kantor untuk meliburkan jadwal kerja untuk seluruh pegawai dan staff mereka.
“Kami tidak akan bekerja hari ini” ujar Jaemin santai sambil merangkul Jeno.
“Hah? Kenapa harus libur segala?” Haechan memutar bola matanya.
Mentang-mentang mereka bosnya, semaunya saja meliburkan kantor.
“Tentu saja karena ini hari besar, sayang. Kita mau melihat calon bayi Jung yang pertama kali” jawab Jeno sambil mengusap perut Haechan yang bulat sempurna.
Haechan mendengus kecil, tapi tidak menolak perlakuan manis itu. “Hmph, terserah kalian saja lah.”
______________
Mereka bertiga akhirnya tiba di rumah sakit mewah milik ayah si kembar, Jaehyun Jung. Rumah sakit itu terlihat begitu megah dengan fasilitas modern dan suasana yang sangat nyaman. Haechan sempat tertegun beberapa detik saat melihat desain interiornya yang serba putih dengan hiasan bunga-bunga segar di setiap sudut.
“Apa kalian yakin ini rumah sakit? Rasanya lebih seperti hotel bintang lima” gumam Haechan sambil berjalan masuk bersama Jeno dan Jaemin.
Jaemin terkekeh. “Tentu saja ini rumah sakit, sayang. Daddy Jaehyun yang mendesain semuanya.”
Haechan mendengus kecil, tapi dalam hati ia sedikit kagum. Bagus juga selera ayah mertuanya itu.
Setelah melewati beberapa prosedur administrasi, mereka langsung dibawa ke ruangan khusus yang lebih mirip suite hotel pribadi. Di sana terlihat seorang dokter wanita paruh baya dengan senyum ramah sudah menunggu kedatangan mereka.
“Selamat pagi, Tuan Jung dan Nyonya Jung. Saya Dr. Kim Hyorin. Senang akhirnya bisa bertemu dengan calon ibu dari bayi keluarga Jung yang manis ini” sapa dokter itu dengan sopan.