GUYS DISKON SETENGAH HARGA HARI INI YAH, ONLY TODAY!! LANGSUNG KE WHATSAPP 0895637899030
TYPO
Tya memasuki ruang kerja Jaehyun, suaminya itu ada disana sedang sibuk dengan laptop dan berkas-berkasnya, Tya melirik jam dinding, pukul sepuluh malam.
Tya menarik kursi didepan Jaehyun lalu wanita itu duduk disana
"Masih banyak?" tanyanya, yang diangguki oleh sang suami
Tya mengangguk samar lalu memandangi wajah serius suaminya dengan kacamata yang bertengger dihidung bangirnya
"Pak Je" panggil Tya, Jaehyun hanya menaikkan kedua alisnya sebagai reaksi
"Bobo yuk" ajak wanita itu
"Duluan aja dek, tanggung ini"
Tya mendengus, wanita itu kembali memandangi wajah tampan suaminya itu, sampai Tya teringat sesuatu
"Pah"
"Hm" kali ini Jaehyun menjawab dengan gumaman
"Aku boleh kasih ibu uang gak?"
"Berapa?"
"Tiga belas M"
Jaehyun mengernyit lalu memandang Tya, "Buat apa?" tanyanya, bukan Jaehyun perhitungan, tetapi itu bukanlah jumlah yang sedikit
"Aku kepikiran buat mindahin ibu sama ayah, buat beli rumah"
"Mau pindah kemana? kenapa tiba-tiba kepikiran kayak gitu?"
"Aku kepikiran daerah yang lebih tentram, gak banyak orang, biar ayah sama ibu lebih nyaman, didaerah rumah ibu tuh udah mulai rame, udah mulai pada bangun perumahan, sama pusat perbelanjaan gitu, kemaren aku udah cari-cari rumahnya, aku udah nemu harganya sekitaran segitu, lumayan gede juga. Tadinya aku usulin biar rumah yang sekarang dijual aja, tapi ayah gak mau katanya rumah itu banyak kenangannya dari mulai aku lahir"
"Gak ada yang lebih murah? ayah sama ibu cuma tinggal berdua, paling juga sama si mbak sama supir"
"Ada sih, tapi kurang gitu aku rasa rumahnya, masih deket banget ke pusat kota"
"Ibu sama ayah mau pindah?"
"Mau-mau aja, awalnya ayah gak mau, aku bujukin katanya terserah ibu aja, dan ibu mau"
Jaehyun kembali memandang pada layar laptopnya sementara Tya menunggu jawaban suaminya
Cukup lama mereka hening karena Jaehyun kembali sibuk dengan pekerjannya, Tya menunggu sampai akhirnya lelaki itu menutup laptop dihadapannya, Jaehyun melepas kaca matanya.
"Kepalaku pusing" ucap lelaki itu
"Aku pijitin? udah selesai kan?" tawar Tya
Jaehyun mengangguk lelaki itu beranjak dari duduknya, mengambil ponselnya lalu hendak keluar diikuti Tya, namun sebelum itu Tya merapikan meja kerja suaminya dan mematikan lampu.
..
Dia kok gak jawab yah, apa dia gak setuju? batin Tya sembari memijat kepala sang suami yang kini memejamkan matanya.
"Besok papah kekantor?" tanya Tya, walaupun besok sabtu, mengingat sepertinya pekerjaan suaminya banyak ada kemungkinan Jaehyun ke kantor
Lelaki itu menggeleng, "Enggak, mau mancing sama anak-anak"
Tya mengangguk, "Oh..."
