TYPO
"Oh..jadi sekarang kalian mau rujuk gitu Cas?"
Lelaki dihadapan Tya mengangguk
"Jujur sih, gue gak tau kalo kalian cerai kemarin, mbak Juwita juga gak ada cerita, atau mungkin pas dia cerita ke yang lain gue gak disana"
"Kalian udah jarang ketemu?"
"Sama gue iya, tapi kalo mereka sering, kalo gue ada waktu senggang gue ikut"
"Ohh, ngurusin anak-anak yah?"
"Bener"
Lucas mengangguk, "Kenapa lo gak nyewa nanny Ty?" tanyanya
"Gue gak sepercaya itu sama orang buat ngurusin anak-anak gue, lo tau gue orangnya parnoan, lagian dengan ngurusin mereka kayak gini gue bisa jauh lebih deket sama anak-anak gue"
"Ribet sih, tapi yah dinikmatin aja"
"Iyasih"
Tya kini bersama Lucas teman lamanya, setelah pertemuan tak sengaja mereka kemarin, kini keduanya memutuskan untuk bertemu lagi
Mumpung gak ada Jaehyun, pikir Tya. Anak-anaknya juga aman sama ibu Tya
"Ty"
"Ya?" Tya mengalihkan pandangannya dari cake didepannya, memandang Lucas bingung
"Gue pikir lo gak bakalan nikah sama Jaehyun waktu itu"
Tya terkekeh, "Lo gue undang anjir, lo nya gak dateng"
"Ya..sorry, waktu itu gue sibuk menata hati"
"Cas, jangan bilang.."
"Lo kenapa gak peka sih dari dulu?"
Tring
Tya meletakkan sendoknya
"Sekarang gue tau kenapa Jaehyun gak suka gue pergi sama lo"
"Karena dia tau gue suka sama pacarnya"
"Anjir Casssss...kenapa dulu lo gak bilang???"
Lucas mengernyit, "Emang kenapa?"
Apakah Tya akan memilihnya dulu jika dirinya memberitahu soal perasaannya? batin Lucas
"Tau gitu mah gue gak akan pergi sama lo, recok mulu gue dulu sama Jaehyun" ucap Tya
Harapan Lucas seketika jatuh, rupanya dirinya terlalu berkespetasi tinggi
Lelaki itu menyungging senyum kecil
Bukan dirinya berharap apa-apa lagi sama Tya, Lucas sudah menemukan cinta nya yang lain, Tya hanya bagian masa lalu nya
"Jaehyun sehat?"
"Puji Tuhan sehat, tapi otaknya suka kadang-kadang"
Lucas terkekeh, "Belum sembuh ternyata yah dari dulu?"
Tya mengangguk, "Makin parah. Tapi gapapa gila, yang penting tanggung jawab"
Lucas lagi tertawa, "Bener-bener, bisaan lo ngeroasting laki lo sendiri"
"Tapi gue sayang dia"
"Iya-iya dah, sipaling sayang"
"Lo kerja dimana sekarang Cas?"
"Kerja? bapak gue kaya Ty"
"Bapak lo anjing, lo kan enggak"
"Bercanda, gue kerja di perusahan anakan nyokap gue. Lo tau kan? yang dulu gue pernah cerita kabur karena disuruh belajar bisnis?"
