108

4.3K 463 76
                                        




"Mamah tanya, mas sama dedek jawab yang jujur okay? mamah udah nyalain kameranya jadi gak boleh boong" ucap Tya, Mark dan Jenoval mengangguk

"Mamah, Tuhan bisa liat videonya ya mamah, makana ndak boleh bohong?" tanya Jenoval

Tya terkekeh lalu mengangguk, "Iya, gak boleh bohong nanti Tuhan marah"

"Mamah, emangnya Tuhan punya HP ya mamah? nanti videonya mau dikirim ke whatsapp Tuhan Yesus?" tanya Mark

Tya tertawa, "Hahahahha iya, nanti mamah mau kirim ke whatsapp Tuhan"

Mark diam sebentar lalu mengangguk, "Mamah, mas mau dong nomor whatsapp Tuhan"

"Mas mau tepon Tuhan ya mas?" tanya Jenoval pada Mark dengan wajah penasaran

Mark menggeleng, "No, tapi nanti gak perlu doa kan chat aja"

"Anjir hahahahah" tawa Tya

Mark dan Jenoval kompak memandang Tya dengan wajah bingung

"Mamah jangan ngomong itu nanti Tuhan marah" tegur Mark

"Eh iya nak maaf yah"

"Mamah, kan ini sudah dilekam napa mamah ngomong itu, ck" Jenoval berdecak dengan wajah sebal

"Iya maaf yah, sekarang mamah mulai okay?"

"Okay mamah" ucap Mark

"Ottay mamah" timpal Jenoval

"Mas sama dedek pilih siapa? mamah atau papah? mas dulu"

"Emmm.. mamah" jawab Mark

"Bener? gak boong?"

Mark mengangguk, "Huum"

"Kenapa mas pilih mamah?" tanya Tya

Mark berfikir sebentar, "Emm.. cause mamah urus mas setiap hari, mamah masakin mas makanan, mamah mandiin mas, mamah baik"

"Tapi kan mamah galak, suka marah-marah" ucap Tya

"Emm.. it's okay, kan mas suka nakal makanya mamah marah, kan mas yang salah"

Tya tersenyum, "Jangan nakal yah" ucapnya yang diangguki oleh Mark

"Kalo dedek?"

"Papah" jawab Jenoval cepat, Tya gak heran sih

"Kenapa dedek pilih papah?" tanya Tya

"Kalena papah kelja cali uangggg yang banyak nanti dikasih mamah deh" jawab Jenoval

Tya terkekeh, "Kok gitu sih alasannya?" tanya Tya

"Iya, kan dedek ndak suka mamah malah-malah, kan mamah selalu malah sama papah kalo papah kasih duit na seeeedikitttt, segini" Jenoval membuat perumpaan dengan telunjuk dan jempolnya yang hampir berkenaan dengan mata menyipit

"Ah enggak ah" sangkal Tya

"Iyaaaaaa, yang pas papah pulang dali itu dali Loma"

"Roma" koreksi Mark

"Iya, kan dedek bilang benel" dengus Jenoval

"Emang kenapa pas papah pulang dari Roma?" tanya Tya

"Kan mamah itu, em.. napa belum tanspel? papah, sebental ya yang, telus papah ambil HP telus mamah, kenapa cuma segini? ini ndak cukup! mamah malah matanya sepelti ini" Jenoval memelototkan matanya dengan alis menukik membuat Tya terkekeh

Jenoval memandang Tya, "Mamah jangan gitu dong, kan suaminya udah kasih uang" ucap anak empat tahun itu

"Tapi kan uangnya kurang gak cukup buat beliin dedek mainan" ucap Tya, padahal kemarin itu Jaehyun gak fokus kirim uangnya, nol nya kurang.

50-100% from Hey Ex!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang