Sebulan telah berlalu semenjak hari itu, dan kini, hubungan antara Habel berserta para saudara saudaranya kian lama kian dekat.
seperti halnya hari ini, bocah itu tengah bersiap - siap didalam kamarnya, hari ini ia ber rencana untuk pergi main ke bengkel kakak pertamanya.
'' udah siap? ''
suara itu langsung membuat Habel yang sedang bercermin itu menolehkan kepalanya ke belakang.
disana, ia dapat melihat kakak pertamanya -- Yohan, tengah berdiri sambil melipat tangannya didepan dada sambil bersandar pada daun pintu.
Habel menganggukkan kepala sambil tersenyum menampakkan giginya yang tersusun rapi.
ia ambil ponsel beserta uang diatas meja belajarnya sebelum kemudian keluar kamar, mengikuti langkah Yohan ke lantai bawah.
sesampainya dilantai bawah, Yohan dan Habel berpamitan pada Yuvia yang sedang menyiram tanaman dibelakang rumah.
setelah mendapatkan izin dari Yuvia, Yohan dan Habel segera berangkat menggunakan mobil Yohan.
'' nanti disana jangan keluyuran sendiri ya, ikutin abang terus pokoknya '' disampingnya Habel menganggukkan kepalanya faham.
'' kalau mau apa apa nanti bilang ya, jangan pergi sendiri ''
'' iya, bang ''
sebenarnya bukan tanpa alasan Yohan mengatakan hal demikian. Pasalnya, hari ini mereka akan mengunjungi sala satu bengel miliknya yang berada di bandung, dan Habel sama sekali belum pernah mengunjungi kota tersebut.
dan Yohan takut bila nanti bocah itu akan hilang, mengingat bahwa anak itu sangat aktif, tak mungkin bila nanti anak itu tak akan menghilang nantinya.
selama perjalanan Habel yang memang tidak bisa diam terus mengomentari apapun yang ia lihat di jalan, entah itu pedagang kaki lima atau seorang anak yang sedang mengamen dilampu merah, semuanya ia komentar.
sambil terus bicara, mulut Habel juga tak berhenti memakan camilan yang memang sengaja dibelikan oleh Yohan sebagai peneman perjalanan anak itu.
disampingnya, Yohan terus merespon apa yang dibicarakan oleh Habel, dan dari sana pula Yohan menyadari bahwa adik bungsunya ini sangat suka gibah.
setelah menempuh perjalanan hampir empat jam karena terjebak macet, akhirnya mereka tiba ditempat tujuan.
'' wow...''
Habel bergumam takjub pada bengkel miik kakak pertamanya ini yang besarnya hampir sama dengan bengkel utamanya yang terletak di Jakarta.
'' ayo! ''
Yohan mengandeng tangan Habel sambil berjalan memasuki bengkel tersebut.
Habel mengikuti Yohan yang sedang mengawasi para karyawannya yang sedang bekerja, sesekali ia akan memberitahu hal yang kurang dari para pekerjanya itu.
disampingnya, ada seorang yang terus berbicara pada kakaknya mengenai perkembangan bengkel ini, habel menebak bahwa itu pasti manager Yohan yang ia tugaskan untuk mengelola bengkel ini.
dibelakangnya, Habel terus mengikutinya sambil terus menatap takjub pada kakaknya yang terlihat begitu keren dimatanya saat ini.
_Bocah Kesayangan_
'' seperti apa yang saya katakan sebelumnya, kamu harus rekrut satu atau dua pekerja lagi, mengingat pelangan kita yang akan terus bertambah kedepannya ''
KAMU SEDANG MEMBACA
Beloved Boy [ End ]
Novela JuvenilEnjoy this story guys! Publish : Maret 2024 End : Desember 2024
![Beloved Boy [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/379294865-64-k855811.jpg)