Aaron memarkirkan motornya tepat di hadapan Sadewa dan Fahmi serta teman teman se tongkrongan nya sedang berkumpul.
Yang mana membuat mereka otomatis langsung mundur karena takut tertabrak.
Aaron dan Habel tertawa sambil melepaskan helm mereka, sangat lucu melihat wajah terkejut mereka.
Sementara itu mereka yang mengetahui bahwa itu ulah Aaron dan Habel langsung berdecak kesal tapi kemudian terkekeh setelahnya setelah melihat tawa Habel yang begitu mengemaskan.
" Habel yang punya ide, bukan gue " ucap Aaron masih tertawa sambil turun dari atas motornya. Kemudian ia membantu Habel turun dari motor besarnya.
" Ada aja ide nih bocah " ucap Fahmi sambil mengacak rambut Habel.
" Cizzz " Habel mengangkat kedua jari sambil memamerkan gigi putihnya yang mana langsung membuat mereka tersenyum gemas.
" Siapa yang turun malam ini? " Tanya Habel.
Bocah itu memang sudah lumayan akrab dengan orang orang yang berada di sini karena ia sering ikut ketiga temannya kesini.
" Farhan " jawab Sadewa.
Habel menganggukkan kepalanya faham, kemudian mereka terlibat obrolan yang cukup panjang sebelum pertandingan dimulai.
" Aaron " panggil Habel pelan pada Aaron yang tampak sibuk membicarakan sesuatu bersama temannya.
Menyadari bahwa Aaron tak mendengarkan panggilannya tak membuat Habel menyerah, ia kemudian beralih menarik ujung jaket yang dikenakkan Aaron.
Hal itu tentunya membuat Aaron menoleh ke belakang, dan ia dapat melihat Habel yang sedang menatap memelas ke arahnya.
Aaron kemudian mengatakan sesuatu kepada temannya itu sebelum kemudian ia berbalik menghadap ke arah Habel.
" Kenapa? " Tanya Aaron.
" Mau ke toilet "
Aaron terkekeh melihat wajah Habel yang terlihat begitu mengemaskan, ia meminta Habel menunggu sejenak karena ia harus berpamitan pada temannya dulu.
Setelah mendapatkan anggukan dari temannya, Aaron pun menyuruh Habel untuk mengikuti dirinya.
Sesampainya di toilet, Aaron menunggu beberapa menit Habel yang sedang buang air kecil.
" Aaron udah "
Aaron menganggukkan kepala kemudian ia menggandeng tangan Habel menuju arena balap karena pertandingan akan segera dimulai.
Setibanya di sana Habel dan Aaron menghampiri Sadewa dan Fahmi yang sudah menunggu di sana.
Ditempat itu mereka dapat melihat Farhan dan lawan mainnya sedang bersiap di garis start.
Tak lama kemudian seorang wanita berpakaian minim berjalan ke arah tengah jalan sambil membawa bendera hitam putih.
Habel yang melihatnya sebenarnya merasa ngeri, meskipun sudah beberapa kali melihat balapan di tempat ini, ia masih merasa ngeri melihat wanita yang berdiri di tengah jalan sambil membawa bendera itu.
Ia takut kalau kalau nanti wanita itu akan tertabrak salah satu motor mereka, meskipun hal itu tak pernah terjadi tapi Habel tetap saja merasa ngeri.
Saat bendera yang diangkat tinggi tinggi oleh wanita itu terjatuh, dua pembalap itu langsung melajukan motornya dengan kecepatan diatas rata-rata.
Kecepatan motor mereka menghasilkan angin yang mana membuat rambut Habel sedikit berantakan terkena angin motor mereka tak terkecuali yang kebetulan ada didekat sana.
![Beloved Boy [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/379294865-64-k855811.jpg)