Setelah melalui perdebatan panjang antara dirinya dan ketiga teman Habel, Yessa akhirnya berhasil membawa Habel pergi ke rumahnya — meskipun kini sudut bibirnya terluka.
Yessa membawa mobil milik Sadewa bukan motor lagi, karena Habel tak ingin naik motor dibonceng Yessa lagi.
Setelah melewati perjalanan yang cukup panjang, akhirnya kini mereka tiba di kediaman Amethyst yang terlihat begitu megah.
Sepanjang perjalanan menuju rumah Yessa, mereka melewati pohon pohonan yang sangat rindang dan sangat terawat hal itu tentunya membuat Habel tak bisa melepaskan pandangannya dari pemandangan yang menakjubkan ini.
Setelah melewati pohon pohon itu barulah mereka sampai pada rumah Yessa yang terlihat begitu megah, bahkan lebih megah dari kediaman Laksamana yang menurut Habel merupakan rumah paling mewah yang pernah ia kunjungi.
Tepat setelah Yessa memarkirkan mobilnya, dua orang penjaga segera berhenti tepat disamping mobil tersebut.
Habel tak terkejut, karena di kediaman teman temannya juga seperti ini, pastinya mereka akan membukakan pintu kemudian memarkirkan mobil yang dikendarai Yessa ini menuju garasi.
Dan benar saja, tepat setelah Yessa mematikan mesin mobil, dua orang itu membukakan pintu mobil untuk Yessa dan Habel.
Mereka berdua menundukkan kepala sampai dirinya dan Yessa menaiki anak tangga menuju pintu rumah sebelum kemudian mereka membawa mobil tersebut ke garasi rumah.
Saat ini mereka sedang berada di ruang tamu keluarga Amethyst yang sebenarnya adalah keluarga Habel juga. Namun anak itu terlalu segan untuk mengakui bahwa keluarga ini juga merupakan keluarganya.
" mau ganti baju dulu apa langsung makan? " tanya Yessa membuyarkan rasa kekaguman Habel pada rumah megah ini.
" ga - ganti baju " ucap Habel terbatah.
Yessa menganggukkan kepalanya sebelum kemudian ia menggandeng tangan Habel menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai dua — tempat dimana kamarnya berada.
Mereka berdua berhenti di depan pintu sebuah kamar yang berukiran nama Habel yang mana hal itu tentunya membuat Habel mengerutkan dahi bingung.
" Ini kamar lo, sengaja daddy bikinin siapa tau lo mau nginep di sini " jelas Yessa saat menyadari raut kebingungan Habel.
Habel tentu saja terkejut, ia tak menyangka bahwa orang yang tak disukainya itu akan membuatkan ia kamar di rumahnya padahal Habel bahkan belum tentu akan mau main ke rumah ini lagi nantinya.
" gue ke kamar dulu " pamit Yessa.
Setelah kepergian Yessa, Habel pun segera membuka pintu tersebut, saat Habel masuk hal yang pertama kali ia lihat adalah sebuah kasur besar yang tertata begitu apik di sisi ruangan.
" wow... " gumam Habel saat dirinya melihat betapa besarnya ruangan yang dijadikan sebagai kamarnya ini.
Menyudahi rasa kagumnya, Habel akhirnya memutuskan untuk segera mandi kemudian menganti seragamnya dengan baju yang sudah tertata rapi di walk in close.
Setelah mengganti bajunya, Habel pun segera keluar kamar, dan disana ada Yessa yang sudah menunggu dirinya.
Saat mereka hendak turun ke bawah, seorang maid datang kepada mereka.
" tuan muda, ada teman teman anda di bawah " ucap maid tersebut sambil menundukkan kepala.
Yessa yang mendengarnya tentu saja heran, seingatnya teman teman sekolahnya tadi sudah ia beritahu jika dirinya ada urusan penting sekarang, dan kenapa mereka masih datang ke rumahnya?
KAMU SEDANG MEMBACA
Beloved Boy [ End ]
Dla nastolatkówEnjoy this story guys! Publish : Maret 2024 End : Desember 2024
![Beloved Boy [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/379294865-64-k855811.jpg)