Sesuai dengan apa yang ia duga semalam, saat ini dirinya benar-benar demam.
Dari tadi ia terus merengek karena rasa pusing dikepala dan hidungnya yang mampet.
Sementara disampingnya, mamanya itu tampak sibuk meng kompres dirinya sambil mengomel.
Habel yang memang sudah pusing jadi semakin pusing saat mendengar mamanya yang terus mengomelinya sejak tadi.
" besok besok main hujan lagi kamu malam malam gitu, biar masuk rumah sakit sekalian! " geram Yuvia.
'' mama maaf ~"
Habel menatap Yuvia dengan mata sayu dan sedikit berair karena terus bersin daritadi, bahkan kini hidung dan pipi anak itu sudah memerah dibuatnya.
Yuvia tak menghiraukan, ia sibuk membereskan semua peralatan yang tadi ia gunakan untuk mengobati anaknya.
" mama ~" rengek bocah itu sambil mencengkram kaos yang dipakai oleh Yuvia.
Yuvia mendengus, lalu ia melepaskan tangan Habel tanpa menoleh, setelahnya ia langsung pergi meninggalkan Habel dikamarnya.
Setelah Yuvia keluar, hening terjadi selama beberapa saat sebelum kemudian isakan Habel terdengar memenuhi setiap sudut kamarnya.
Bisanya setiap kali ia sakit, mamanya pasti akan merawatnya dengan penuh kasih sayang, bahkan Yuvia akan meliburkan dirinya dari kantor hanya untuk merawatnya ketika sedang sakit.
Namun kali ini, baru pertama kali ini mamanya itu mengabaikannya seperti ini.
Habel jadi menyesal sekarang, lain kali ia tak akan menuruti isi pikirannya lagi seperti semalam.
Cukup lama Habel menangis sendirian dikamarnya sampai kemudian terdengar suara ketukan pintu dikamarnya.
Awalnya Habel berfikir bahwa itu adalah mamanya, namun ternyata harapannya pupus saat yang masuk bukanlah mamanya melainkan Mahameru.
Habel jadi semakin takut, apakah mamanya benar-benar sangat marah kepadanya, sampai sampai tak mau mengantarkan makanan untuk dirinya.
" makan dulu dek " ucap Mahameru sambil meletakkan nampan berisi sepiring nasi dan segelas air diatas meja samping tempat tidur Habel.
" mau mama~" rengek Habel.
Air matanya semakin deras mengalir di pipi anak itu, Mahameru yang melihatnya jadi tak tega.
" makan dulu ya, habis makan nanti abang panggilan Mommy " ucap Mahameru lembut.
Habel menggelengkan kepala, ia tak mau makan jika tak disuapin oleh mamanya.
Sejak dulu Habel memang sudah terbiasa di manja oleh mamanya ketika sedang sakit, dan baru pertama kali ini sang mama tak mau merawatnya seperti ini, rasanya Habel semakin merasa bersalah dengan perbuatannya semalam.
" mama.... Mau disuapin mama... " Rengek bocah itu.
" Iya nanti sama mama, sekarang sama Abang dulu ya?"
Nada yang terdengar begitu lembut, padahal dalam hatinya ia sangat khawatir dengan kondisi adiknya yang sedang demam dan flu ini.
" Nggak mau~ mau sama mama~" anak itu semakin menangis, bahkan sesekali ia akan sesenggukan.
Mahameru jadi tak tega melihatnya, sebenarnya ia kasihan namun tak mungkin juga ia akan memanggil mommy nya saat ini, karena ia sedang sibuk sekarang.
" Nanti Abang bawa adek ketemu mama, sekarang makan dulu ya?"
Habel menganggukkan kepalanya, kemudian Mahameru membantu anak itu untuk bersandar pada tumpukan bantal dibelakangnya.
Dengan perlahan, Mahameru menyuapi adiknya itu dengan pelan, saat Habel merengek karena makanannya pahit, Mahameru akan dengan sabar memberikan pengertian.
![Beloved Boy [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/379294865-64-k855811.jpg)