Forty

4.9K 450 9
                                        

      Dihari minggu yang cerah ini tampak seorang bocah yang masih asik bergelut dengan selimutnya diatas kasur.

Matahari sudah menampakkan wujudnya sejak ber menit menit yang lalu, namun sama sekali dirinya tak ingin beranjak dari atas tempat tidur ternyaman nya.

Dahinya berkerut saat ia mendengar suara pintu yang diketuk berulang kali. Rasanya malas sekali jika harus terbangun dari mimpi indahnya saat ini.

Tak selang lama kemudian, suara kunci diputar terdengar begitu nyaring sebelum kemudian pintu itu berhasil terbuka dan menampakkan Yuvia yang berdiri sambil berkaca pinggang disana.

Yuvia berdecak tak habis fikir dengan sang anak padahal ini sudah lewat dari jam sarapan pagi namun ia sama sekali tak ingin beranjak dari tempat tidurnya.

Yuvia membuka lebar gorden kamar tersebut yang mana membuat si pemilik kamar segera menutupi kepalanya menggunakan selimut tersebut.

" Habel bangun nak, udah siang ini " Yuvia guncangkan dengan pelan pundak anak kesayangannya itu namun sama sekali tak ada pergerakan dari bocah itu.

'' Habel " kali ini guncangan Yuvia sedikit keras, namun bocah itu malah menjauhkan badannya dari dirinya.

Karena kesal, akhirnya Yuvia pun menarik dengan paksa selimut anak itu yang langsung membuat bocahnya menggerutu kesal.

" mama.... Aku masih ngantuk~ " rengeknya masih memejamkan mata.

" ini udah siang Habel, kamu nggak lupa kan kita mau kemana hari ini? " tanya sang mama. Ada nada kesal yang tersirat dari ucapannya.

" hari minggu, libur ini mah... Biasanya juga bangun siang " kesal Habel sambil menutupi wajahnya dengan bantal yang terletak di kepalanya.

" kita mau kerumahnya oma kamu Habel, masa lupa sih! " kesal Yuvia sambil menarik bantal Habel.

Mendengar ucapan sang mama, secara spontan Habel langsung bangkit dari posisi tidurnya, ia menatap dengan mata terkejut pada sang mama dan dibalas dengan tatapan datar oleh Yuvia.

Habel tersenyum menampakkan giginya yang tersusun rapi.

'' hehehe maaf mama Habel lupa " ucap bocah itu dengan mata yang di kedip kedip kan lucu.

Kalau begini mana bisa Yuvia marah dengan anak gemasnya ini?

" ya udah, habis ini langsung mandi terus sarapan, kita udah telat banget ini " ucap Yuvia sambil mengelus penuh sayang kepala sang anak, dan Habel menikmatinya sambil memejamkan mata.

" mama kebawah dulu ya "

Habel menganggukkan kepalanya, setelah kepergian mamanya, Habel segera melesat ke kamar mandi dan bersiap siap.

30 menit kemudian.....

Kini Habel sudah tampak begitu rapi dengan celana levis dan kemeja flanel yang ia kenakkan.

Setelah menata rambutnya dengan rapi, anak itu segera keluar dari kamar, memasuki lift yang mengantarkannya menuju lantai bawah, tempat dimana keluarganya sudah menunggu.

Saat ini Habel sedang menginap dirumah ayahnya — yang sebentar lagi akan menjadi rumahnya juga.

Ia dan sang mama menginap disana karena mereka akan pergi kerumah orang tua papanya untuk memberitahu suatu hal.

Saat Habel tiba dilantai bawah, telinganya mendengar suara berisik dari arah tuang tamu, dan karena memang ia yang memiliki rasa ingin tahu yang begitu tinggi, jadinya Habel memutuskan untuk melihat apa yang sedang terjadi disana.

Sesampainya ia diruang tamu, Habel langsung mematung saat semua mata tertuju kearahnya secara bersamaan.

" itu... Cucu mama? "Pertanyaan di sela keheningan itu buat semua mata beralih pada dirinya.

Beloved Boy [ End ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang