Tak seperti pagi pagi biasanya di kediaman Amethyst yang terasa begitu sunyi. Pagi ini kediaman mewah itu terasa begitu ramai karena semua orang yang kebetulan bangun kesiangan.
Semua orang terlihat terburu buru mondar-mandir kesana kemari untuk mempersiapkan diri dan segera memulai beraktivitas.
Tak terkecuali Habel yang tampak dengan terburu buru memasukkan buku bukunya secara asal kedalam tas sekolah miliknya.
Setelahnya, ia langsung turun kebawah untuk sarapan, karena waktu yang terus bergiulir semakin siang, akhirnya Habel pun memutuskan untuk sarapan didalam mobil yang akan mengantarkannya ke sekolah.
" jalannya agak cepat dikit pak, udah mau telat ini " ucap Habel sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya.
Sang sopir keluarga Amethyst itu menganggukkan kepalanya, karena tak ingin membuat sang tuan muda nantinya terlambat kesekolah, ia pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan cepat.
Setelah menempuh perjalanan hampir 30 menit, akhirnya mobil yang ditumpangi Habel itu telah tiba didepan gerbang sekolah.
Beruntung saja dirinya tidak telat hari ini.
" Habel sekolah dulu ya pak " pamit Habel kepada sang sopir.
" iya den, semangat sekolahnya " balas pak sopir tersebut yang mendapatkan anggukan mantap dari Habel.
Saat Habel sudah terlihat memasuki lingkungan sekolah, sopir tersebut kemudian melajukan mobilnya meninggalkan area sekolah.
Sementara itu Habel yang baru saja memasuki gerbang langsung mendapatkan sorakan heboh dari tiga temannya yang tampak duduk di parkiran motor.
Habel tertawa menanggapinya, kemudian ia pun menyusul teman temannya itu yang tampak bersantai sambil memakan beberapa makanan ringan.
" widih... Udah dianterin sopir dia " ucap Sadewa mengundang tawa dari mereka semua.
" ya.. Begitulah " balas Habel sambil mencomot ciki yang dibawa oleh Aaron.
" beli sendiri lah bro, udah kaya juga " sindir Fahmi dengan maksud bercanda.
" iya iya nanti beli sendiri, nanti tapi " balas Habel masih dengan cengiran manisnya.
" mapel pertama nanti sejarah, lo mau masuk apa bolos? "
" masuk aja, dah lama juga gue nggak masuk di tuh mapel "
Ucapan Habel barusan mendapatkan sorakan heboh dari ketiga temannya sambil bertepuk tangan.
" seorang Habel mau masuk di pelajaran sejarah? Waww sungguh keajaiban dunia " ucap Aaron dengan heboh.
Terlihat begitu tak percaya dengan ucapan Habel barusan, begitupun dengan Sadewa dan Fahmi yang juga menatap tak percaya pada Habel.
Bocah itu tentu saja langsung merenggut kesal, kenapa sih teman temannya ini tak percaya dengan dirinya?!
" liat aja! Gue nanti bakalan masuk tuh di mapel sejarah sampek selesai! " kesal Habel yang kemudian berlalu pergi meninggalkan mereka bertiga.
" yah, ngambek dia "
" bel! Tungguin anjirr " teriak Aaron sambil berlari menyusul Habel, dua temannya yang lain itu juga tampak terkikik sambil mengikuti mereka dari belakang.
_Bocah Kesayangan_
Bola mata bocah itu sudah terlihat begitu sayu, matanya menatap dengan begitu bosan seorang guru yang tampak sedang dengan bangga menceritakan tentang anggota keluarganya itu, entah sudah keberapa kalinya, Habel tak pernah tau.
![Beloved Boy [ End ]](https://img.wattpad.com/cover/379294865-64-k855811.jpg)