Archio memejamkan matanya pasrah begitu melihat Cleevan yang melayangkan sebuah cambukan ke arah nya.
Jantung nya mulai berdebar dengan perasaan cemas.
Ctas
Matanya terbuka lebar saat mendengar suara benda yang jatuh di samping nya.
Dengan tubuh gemetar pemuda manis itu mencoba untuk menahan diri nya agar tidak menatap pria di hadapan nya saat ini.
Dengan bulir-bulir keringat yang mulai membasahi telapak tangan nya, Archio memberanikan diri untuk mengatakan sesuatu.
"B-bukan aku yang melakukan itu!" Ucapnya pelan. Sepasang mata nya tampak berkaca-kaca, menatap Cleevan yang terlihat sangat mengerikan.
Mendengar kalimat pemuda itu Cleevan tersenyum menyeringai dan sambil terkekeh pelan dia berkata.
"Apa kau pikir aku akan percaya hm?" Tanya nya dengan remeh.
Cleevan menekuk kedua kaki nya di hadapan Archio lalu beralih mengelus pelan pipi halus milik pemuda itu.
"What you see is just a game. And you are that toy Archio." Katanya sambil menepuk keras pipi Archio beberapa kali.
"Aku tidak sebaik itu." Tambah Cleevan, lalu segera berdiri dari posisinya.
Pria itu kemudian berbalik dan mengambil jubah nya. Dia melayangkan tatapan malas ke arah seorang pria.
"Stop pretending Kaiser." Katanya dengan suara berat.
Kalimat itu berhasil membuat tubuh Archio membeku.
Seketika dia merasa kesulitan untuk mengontrol reaksi tubuh nya.
Pandangan nya berubah kosong saat melihat sosok pria yang bangkit dari posisi nya dengan wajah bengis.
Bukan hanya itu saja, karena hanya berselang dalam beberapa detik dua pria lainnya muncul dengan seorang pria yang telah dipenuhi oleh luka.
Pria itu adalah Asher.
"Are you afraid Archio?" Tanya Kaiser sambil mengangkat sudut bibir nya tipis.
Sial, dia sangat menyukai ekspresi itu. Dia menatap ketiga teman nya yang lain, yang juga melemparkan senyum yang sama padanya.
****
Blue berjalan santai memasuki area gerbang sekolah yang telah terbuka.
Dengan senyum manis yang terparti di wajah cantik nya, sesekali dia juga menyapa beberapa murid yang dikenalnya.
Langkah nya hari ini terasa lebih ringan dari biasanya.
Saat ingin berbelok menuju kelas nya, tanpa sengaja sudut matanya menangkap siluet seorang pemuda yang berjalan tertatih dengan wajah penuh luka.
Mata bulat nya sedikit memicing untuk bisa melihat lebih jelas. Begitu dilihat lagi, ekspresi terkejut perlahan-lahan menghiasi wajah nya.
Blue ingin melangkah mundur dan pergi dari sana. Tidak, dia tidak bisa membantu pemuda itu lagi.
Namun aneh nya saat blue mencoba membalikkan tubuh nya, secara otomatis tubuh nya bergerak sendiri untuk menghampiri Archio.
Ya benar pemuda tadi adalah sang protagonis.
Kedua matanya melotot lebar ketika langkah nya berhenti tepat di hadapan Archio.
Perasaan gelisah mulai membuat nya ketakutan. Ada apa ini? Tanya blue dalam hati.
Kenapa dia tidak bisa menjauhi protagonis? Apa yang sebenarnya yang terjadi disini?
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Trapped In BL Novel
Teen Fiction[Transmigrasi, Figuran, Harem, Obsesi, Posesif, Dark Romance, Mature, Hardness, Redflag.] Disebuah ruangan serba putih terlihat seorang gadis cantik dengan baju pasien nya sedang terbaring sambil menatap seluruh pasang mata yang mengerebuni nya. mon...
