Blue berdehem canggung begitu melihat tatapan datar dari pria di depan nya.
Dengan kaku gadis itu mengambil sapu tangan berwarna putih yang diberikan pria itu padanya.
"Terimakasih." Ucap blue tulus. Dia sedikit tidak menyangka bahwa pria ini akan membantunya.
"Apa kau ingin tetap diam disitu?" Tanya nya sekilas. Mendengar itu, blue reflek segera berdiri dari posisi nya.
Gadis itu merapikan seragam nya sebentar, lalu kembali menatap pria tadi yang ternyata sedang menatap nya dengan pandangan dalam.
Dahi nya berkerut kecil ketika dia menyadari sesuatu.
Kenapa pria itu bisa datang di waktu yang tepat? Apa dia juga telah melihat semua nya tadi? Jika iya, blue merasa cukup malu dengan itu.
Bukan karena apa dia pasti terlihat sangat menyedihkan di mata pria tampan itu.
"Kenapa?" Tanya blue dengan sedikit gugup. Dia merasa kurang nyaman dengan tatapan yang dilayangkan pria itu padanya.
Karena tidak mendapatkan jawaban apapun dari pertanyaan nya, blue memilih untuk mengakhiri pembicaraan mereka.
Gadis itu tidak ingin membuang waktu nya lagi. Dia sudah sangat terlambat.
Dan itu semua terjadi karena ulah dari teman pria di depan nya sekarang.
Jika saja Kaiser tidak menahan nya pasti dia tidak akan mengalami kesialan berturut-turut.
Entah bagaimana bisa blue menghadapi kegilaan lain pria itu dan juga para pria lainnya nanti.
Oleh karena itu dia sudah menyiapkan sebuah rencana lain dan dia pastikan kali ini tidak akan gagal.
Setidak nya dengan rencana blue ini dia mungkin bisa menggunakan nya untuk menghindari para tokoh.
Blue juga harus menjauhi pria berambut navy ini, jika tiga pria lain saja sudah segila itu apalagi dengan pria pendiam ini?
Gadis itu berencana untuk segera pergi dari sana. Tapi sebelum pergi blue membalikkan badan nya untuk menatap pria itu lagi.
"Apa aku harus mengembalikan nya?" Tanya gadis itu sambil menunjukkan sapu tangan, yang diambil nya tadi.
Vincent, pria itu hanya menggelengkan kepala nya pelan sebagai tanda blue tidak harus melakukan itu.
"Baiklah, terimakasih!" Ujar gadis itu tenang dan berlalu dengan langkah kaki yang ringan. Dia seolah telah melupakan kejadian yang menimpa nya beberapa waktu lalu.
Vincent yang melihat wajah cantik itu mengepalkan tangan nya kuat, mencoba menahan diri.
Menyaksikan sendiri bagaimana saat rambut indah itu ditarik, lalu tubuh kecil itu di dorong kasar ternyata berhasil membangkitkan naluri lain dalam dirinya.
Terlebih saat kedua mata bulat itu berkaca-kaca menatap nya, Vincent seolah merasakan setitik kesenangan dihatinya.
Blue terlihat menggemaskan ketika menangis, apalagi raut ketakutan gadis manis itu membuat nya terlihat semakin cantik.
Vincent merasa gila dan hampir tidak tahan untuk merengkuh wajah blue. Dia ingin mengabadikan kedua bola mata cantik itu, sebagai salah satu koleksi favorit nya.
Memikirkan nya saja membuat Vincent jadi tidak sabar dengan pertemuan mereka selanjutnya.
Mengingat sapu tangan nya yang dibawa oleh blue membuat pria itu menyeringai tipis.
"I want those pretty eyes." Ucap nya dengan suara yang memberat.
Mata pria itu samar-samar tampak menggelap dengan sarat keinginan yang kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Blue Trapped In BL Novel
Fiksi Remaja[Transmigrasi, Figuran, Harem, Obsesi, Posesif, Dark Romance, Mature, Hardness, Redflag.] Disebuah ruangan serba putih terlihat seorang gadis cantik dengan baju pasien nya sedang terbaring sambil menatap seluruh pasang mata yang mengerebuni nya. mon...
