21

8.4K 669 126
                                        

Blue menatap pria dihadapan nya dengan sedikit linglung. Dia mencoba untuk melepaskan tangan pria itu, yang sedang mencengkram nya.

"Archio!"

"Lepaskan!" Seru blue sambil meringis.

Archio, pria itu hanya terdiam sambil menatap blue dengan tatapan intens.

Entah apa yang dipikirkan nya saat ini, namun dia dengan cepat menarik lengan blue untuk mengikuti langkah nya.

"Archio!" Marah blue dengan wajah merah.

"Ikuti aku blue, kita harus segera pergi dari tempat ini sebelum dia datang." Balas Archio, dengan suara pelan.

"Dia siapa?" Gumam nya pelan.

Blue bisa melihat ada perubahan pada wajah pria itu. Raut panik Archio seolah ingin memberitahukan sesuatu pada nya.

Pikiran gadis itu langsung buyar, begitu dia mendengar dobrakan pintu dari luar.

Brak

Keduanya terdiam sejenak, terlebih Archio. Pria itu bahkan tanpa sadar menggenggam erat tangan milik blue.

"A-apa ..." Ucapan blue terpotong bersamaan dengan suara seorang pria yang dikenalnya.

"Mau lari kemana heh?" Celetuk pria tadi dengan wajah sinis.

Pria itu berjalan mendekati mereka dan berdiri tepat di hadapan Archio. Mendadak, blue menjadi waspada.

Dan benar saja, karena setelah nya tanpa mengeluarkan suara sama sekali pria tadi dengan cepat menarik tubuh Archio.

Bakh

"Aku sudah memperingati mu bukan?" Katanya dengan suara seraknya.

Archio hanya bisa terdiam sambil menahan rasa sakit pada bagian punggung nya.

Tangan pria itu lalu terangkat dan membanting tubuh Archio tepat di depan wajah blue.

"ARCHIO!" Teriak gadis itu dengan mata melebar.

Blue bahkan secara tidak sadar bergerak untuk menghampiri sang protagonis.

Akan tetapi tangan nya langsung ditarik oleh pria tadi.

Nafas blue memberat, mendadak gadis itu tidak bisa mengendalikan tubuh nya yang mulai bergetar ketakutan saat tangan nya bersentuhan dengan tangan milik pria itu.

"Gale." Ucapnya dengan suara lirih.

"Kenapa kau melakukan ini padanya?" Tanya blue dengan penuh kebingungan.

Tatapan nya jatuh pada Archio yang telah terbaring lemas diatas lantai yang dingin.

Bukan nya menjawab pertanyaan itu, Gale dengan santai menarik pinggang blue agar mendekat padanya.

"He deserved that bad luck darling." Balasnya dengan suara lembut.

Pria itu beralih mengusap pipi blue dengan senyuman tipis.

"Aku sama sekali tidak mengerti."

"Apa sebenarnya maumu?" Tanya gadis itu dengan terus terang.

"I want you." Balasnya singkat.

Perasaan khawatir semakin menekan blue. Tatapan Gale saat ini terlihat sangat mengerikan.

Blue bisa melihat ada kilatan obsesi di matanya. Tapi, bagaimana bisa ini terjadi? Seharusnya pria itu menyukai Archio.

Gale kemudian kembali menatap Archio, yang ternyata masih bisa membuka kedua matanya.

Pria itu memasang wajah jengahnya, lalu dengan cepat dia menghantam wajah Archio dengan sepatu miliknya.

Blue Trapped In BL NovelCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang