Terbangun didalam pelukan Capitano, (y/n) merasakan kehangatan kecil disudut hatinya. Gadis itu tersenyum, cukup halus untuk bisa dilihat. Wajahnya dibenamkan di dada pria itu, memeluk tubuh itu dengan erat. Mengalungkan kedua tangannya dipinggang Capitano, membuat tubuh mereka saling bersentuhan satu sama lain.
Getaran halus terdengar di telinganya. Suara tawa Capitano yang pelan, diikuti gerakan mengerjap pelan.
"Pagi."
Suara berat Capitano menggelitik telinganya, gadis itu bergerak pelan menatap Capitano. Tatapan memuja olehnya membuat dada Capitano bergemuruh pelan.
"Pagi juga, Tuan Capitano." Gadis itu tidak segan sedikitpun, sekalipun Capitano adalah seorang pria dewasa.
"Ini masih pagi," Capitano berdehem pelan. "Apa kau tidak lapar?"
(Y/n) mengangguk pelan, "sedikit." Gadis itu membuka matanya dan melepas pelukan. Duduk diatas kasur dengan Capitano masih berbaring disana. "Saya menunggu Anda semalaman. Anda pergi kemana semalam?"
"Maaf." Capitano hanya sanggup mengucapkan itu. Pria itu mengusap rambut (y/n), meletakkannya dibelakang telinga gadis itu. "Rapatnya ternyata jauh lebih lama. Terlebih lagi, aku berbincang sebentar dengan Pengembara."
"Pengembara?" Gadis itu terlihat bingung. "Apa dia Pengembara yang sering dibicarakan oleh Fatui-Fatui di Snezhnaya? Anda benar-benar bertemu dengannya?"
Capitano tertawa kecil melihat gadis itu sedikit bersemangat.
"Ya, aku berbicara dengan Pengembara itu semalam." Capitano menghembuskan nafasnya pelan. Perutnya terasa geli karena angin di pagi hari yang masuk dari jendela yang terbuka. "Dia orang yang baik dan bisa diajak berbicara. Tidak seperti yang biasa dibicarakan, orang itu cukup bermartabat dan tidak sumbu pendek."
(Y/n) diam mendengarkan ucapan Capitano. Gadis itu kembali berbaring di lengan Capitano. "Lalu?"
"Oh?" Capitano tidak terkejut. Kisah heroik dari Pengembara memang sangat terkenal dipenjuru Teyvat. Tapi entah kenapa, melihat (y/n) tertarik dengan kisah pria lain membuatnya sedikit terbakar api cemburu. "Kau tertarik dengannya?"
(Y/n) yang tidak mengerti dengan perubahan suara Capitano hanya memandang bingung pria itu. "Iya, saya tertarik."
Capitano mendengus pelan, tidak punya alasan lain untuk menolak betapa besar keingintahuan (y/n), "baiklah, aku akan menceritakan kisah Pengembara itu untukmu."
Di sepanjang pagi itu, Capitano menceritakan tetang Pengembara dan teman melayangnya pada (y/n), dibumbui dengan rasa kecemburuan Capitano hanya sesekali mendengus dengan ketidakpekaan (y/n). Bahkan gadis itu mendengarkan kisah Sang Pengembara yang diceritakan dari sudut pandang Capitano hingga seorang Fatui memanggil mereka untuk makan pagi bersama.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
San: gue pundung dulu buat beberapa waktu, ga kuat kokoro ku, bye 🥲
.
.
.
.
.
.
.
.
.
02 Januari 2025
KAMU SEDANG MEMBACA
𝓥𝓮𝓷𝓮𝓻𝓪𝓽𝓮 - [𝚃𝚑𝚎 𝙲𝚊𝚙𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚡 𝙵. 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛]
ФанфикшнSepuluh tahun cukup untuknya bisa memetik buah cantik, bukan?
![𝓥𝓮𝓷𝓮𝓻𝓪𝓽𝓮 - [𝚃𝚑𝚎 𝙲𝚊𝚙𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚡 𝙵. 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛]](https://img.wattpad.com/cover/376112112-64-k967132.jpg)