19

916 147 11
                                        

Suara dentuman terdengar keras dari arah luar. (Y/n) yang tadi sibuk membereskan beberapa pakaian miliknya didalam tas segera bangun dan berlari menuju arah luar. Pemandangan orang-orang Fatui yang bertempur melawan musuh Abyss yang membentuk berbagai macam rupa membuat gadis itu sedikit merinding. Kakinya gegas berlari, membantu Yanovsky mengevakuasi beberapa anak-anak gema yang terjebak disekitar perkemahan.

"Yanovsky! Gunakan goa interogasi untuk tempat perlindungan sementara! Disana cukup tersembunyi dan tertutup!" (Y/n) berteriak pada Yanovsky yang panik menggendong seorang bocah yang kepalanya terluka karena serangan Abyss.

"Baik, Nona-! Menunduk!" Yanovsky berteriak, tangan pria itu meraih kepala (y/n) untuk merunduk ketanah.

Sebuah bola plasma terbentuk di langit Natlan, menjatuhkan banyak bola-bola hitam yang mengakar di tanah yang mereka tempati. Dengan cepat warna merah seperti darah menghiasi dan menutupi matahari dibelakangnya.

(Y/n) dibuat mengingat kembali kisah lama, sebuah cerita pengantar tidur yang sering dijabarkan sang Ibunda sebelum kejadian kebakaran yang menewaskan kedua orangtuanya.

"Langit merah seperti darah seolah menjadi pengingat akan sombongnya umat manusia."

"Kerdil dan tidak berdaya dihadapan petaka yang meluluh lantahkan segalanya."

"Putriku, apa kau tahu tentang Dewa Dewi dunia luar? Ini rahasia, tapi mereka adalah makhluk suci yang berkelana."

(Y/n) mengedipkan matanya sekali, kembali dihantam pada kenyataan, gadis itu berlari menuju tenda Capitano, satu-satunya tenda berukuran besar itu tampak robek kesana kemari karena tebasan pedang dan serangan Abyss. Gadis itu meliarkan matanya, melihat ke sekitar mencari kotak obat. Begitu menemukannya, kedua tangannya segera meraih dan mendekap kotak obat itu di dada. Gadis itu berlari, memaksa oksigen keluar dan masuk dengan cepat kedalam dadanya. Membuat jantungnya meremas lebih cepat aliran darah ke sekujur tubuh.

Adrenalin membuatnya abai pada luka di telapak kaki. Ranting tajam dan bebatuan runcing tidak jadi masalah. Hanya fokus pada peralatan bantuan menuju goa perlindungan yang dibuat seadanya oleh para bawahan Fatui.

"Aku membawa kotak obat! Siapapun yang terluka, segera ke tempatku." Gadis itu berteriak memerintahkan, "kalian para Fatui, pastikan untuk menjaga pintu luar!"

Beberapa orang anak-anak gema berlari kearah (y/n), menunjukkan dimana luka mereka pada gadis itu, berharap pertolongan dengan mata berbinar.

"I-Ibu! Ibuku masih diluar!" Seorang gadis kecil mencengkram ujung pakaian (y/n), jari-jarinya yang mungil dan bulat menunjuk kearah luar, dimana para Fatui sibuk memukul mundur Abyss yang terus muncul.

(Y/n) melihat kearah luar, merasa sangat cemas pada penduduk suku yang masih belum masuk kedalam goa perlindungan.

Matanya memanas, dia sadar tidak semua orang akan selamat hari ini. Siapapun yang berada dalam pandangannya bisa saja mati hari ini. Detak jantungnya terdengar keras hingga berdentum ke telinga. Sensasi kala kedua orangtuanya terbakar dan meregang nyawa membuat tubuhnya gemetar melihat gelimpangan mayat didepannya.

Sama, perasaannya persis sama.

"Tuan Capitano..." Gadis itu tersedak, Capitano tidak ada disini, pria itu tidak akan datang dan menyelamatkannya lagi seperti dulu.

Grttt!

Nafasnya tercekat, suara monster terdengar sangat dekat hingga membuat matanya membulat terpaku. Dengan gemetar matanya melihat kedalam goa, dimana orang-orang saling berpelukan untuk mengamankan satu sama lain.

Monster itu cukup dekat.

"Sstt..." (Y/n) meletakkan telunjuknya didepan bibir, tersenyum tipis untuk menenangkan. Sebelum menutup pintu goa dengan pintu kayu lalu berlari kencang menerjang monster Abyss.

Kedua tangannya mencengkram, memeluk monster Abyss, mendorong kuat hingga terjun bebas kebawah bukit terjal.

.
.
.

.
.
.


.
.
.

T
B
C

.
.
.

San: setelah 2 atau 3 bulan kurang lebih keknya nangisin kepergian Capibara, akhirnya San udah berani lagi buat ngelanjutin buku ini 🥲🥲

.
.
.


.
.
.

2 Maret 2025

𝓥𝓮𝓷𝓮𝓻𝓪𝓽𝓮 - [𝚃𝚑𝚎 𝙲𝚊𝚙𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚡 𝙵. 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang