Capitano tersenyum melihat pemandangan didepannya. (Y/n) terlelap dengan kepala diatas meja makan. Aroma makanan yang harum menggelitik hidungnya. Capitano lupa terakhir kali dirinya merasa seperti berada dirumah.
"Maafkan aku, karena terlambat lagi." Capitano berbisik pelan.
Tangannya memeluk gadis itu, membawanya masuk dengan mudah kedalam kamar untuk dibaringkan diatas kasur.
(Y/n) pasti lelah membuat makanan sebanyak itu untuknya. Namun sayang, Capitano pulang terlambat hari ini. Rapat dengan Pengembara dan Archon Pyro serta para pahlawan Natlan memakan waktu cukup lama.
Mavuika, berkata bahwa Abyss belakangan ini semakin menjadi-jadi. Bahkan ada banyak orang yang gagal dibangkitkan kembali dengan Gita kebangkitan. Jika berdasarkan dengan informasi wanita itu, Natlan kini memasuki fase berbahaya.
Lalu bagaimana dengan (y/n)?
Haruskah Capitano mengirim surat bantuan pada Arlecchino untuk membujuk gadis itu kembali ke Snezhnaya yang tenang dan dilindungi salju abadi?
Capitano bimbang, dia sudah berjanji akan tetap membiarkan (y/n) tetap disisinya. Rasanya Capitano ingin menarik kembali kata-katanya.
Otaknya bergilir, mengingat kembali kejadian 500 tahun yang lalu, yang menimpa kampung halamannya, Khaenriah.
Ingatan dimana dirinya kehilangan banyak teman, bahkan keluarga.
Bagaimana jika dirinya kehilangan (y/n) juga?
Bahkan dengan tubuh fana gadis itu, Capitano hanya berharap mendapatkan sedikit waktu untuk mengobati rasa kesepian.
"Tidak... Jangan kau juga."
Capitano menghela nafas dalam-dalam. Dengan tangannya yang penuh kehati-hatian, Capitano mengusap rambut di dahi gadis itu. Memperhatikan bibir mungil yang bergerak pelan dan bergumam didalam mimpinya.
Dirinya kembali berdiri, melepas mantel bulu besar dari bahu. Tubuhnya rubuh disamping (y/n), membuat kasur sedikit berderit karena dinaiki oleh tubuh besar pria itu.
Kedua tangan merengkuh, memeluk erat tubuh (y/n) di atas kasurnya. Seolah-olah dirinya tidak akan bisa lagi merasakan kehangatan kulit gadis itu esok hari. Capitano memilih membenamkan wajahnya di rambut (y/n). Menghirup dalam-dalam aroma manis khas yang menguar disana.
Nafasnya berderu perlahan, seiring dengan kedua mata memejam, Capitano turut memasuki dunia mimpi dengan memeluk (y/n). Dunia dimana semua rasa sakit, kutukan, serta ketakutan menghilang baginya yang sudah lama tidak menemukan suaka dan kenyamanan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Tbc
.
.
.
San: Dapat leaks kalau mas Capibara kita bakalan gantiin Mamavika buat mati 😭 agak sedih sih, tapi kalau misal leaksnya rill aku keknya bakalan pundung beberapa minggu sambil ngumpulin mood lagi, ini aja udah beberapa minggu ga update soalnya deg2an sama leaksnya Mas Capibara, maap yaaaa 😔✌
.
.
.
Wansut Rusli AU Royalty ada di Trakteer ya gaes! Buat Desember 2024 cuman 9k, ntar tahun baru balik jadi 12k soalnya total katanya hampir 2,5k gaes, itu sekitar 11-12 halaman jadi puas bacanya! Jangan lupa dibeli yaa!
.
.
.
.
.
.
.
.
.
27 Desember 2024
KAMU SEDANG MEMBACA
𝓥𝓮𝓷𝓮𝓻𝓪𝓽𝓮 - [𝚃𝚑𝚎 𝙲𝚊𝚙𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚡 𝙵. 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛]
FanfictionSepuluh tahun cukup untuknya bisa memetik buah cantik, bukan?
![𝓥𝓮𝓷𝓮𝓻𝓪𝓽𝓮 - [𝚃𝚑𝚎 𝙲𝚊𝚙𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚡 𝙵. 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛]](https://img.wattpad.com/cover/376112112-64-k967132.jpg)