16

1.3K 159 18
                                        

"Yanovsky, bisakah kau ambilkan jamur itu untukku?"

(Y/n) menunjuk kearah dahan tertinggi sebuah pohon. Diatas sana terdapat jamur berwarna kuning dengan merah dibagian tengah.

"Anda serius, Nona?" Yanovsky, dengan pakaian Fatuinya tampak terperangah. Usai terjebak lagi dengan perempuannya Kapten, kini Yanovsky mendadak berganti peran.

"Nona, apa ini termasuk perintah dari Captain?" Yanovsky sekali lagi bertanya. Matanya memandang jauh keatas pohon setinggi delapan meter.

Yanovsky mulai bertanya, dosa apa yang dia lakukan sebelumnya sampai-sampai harus menuruti keinginan gadis muda yang bahkan bukan Tuannya ini.

"Aku butuh jamur itu untuk membuat masakan. Aku ingin menghidangkannya untuk Tuan Capitano."

Makanan jenis apa yang harus menggunakan jamur ploghiston itu?

Bukankah itu makanan berbahaya?

Yanovsky mulai menanggalkan sepatunya, meletakkan sepatunya dibawah pohon saat tangannya mulai menggapai dahan.

"Jamur yang besar, Yanovsky. Tolong ambilkan yang paling besar." (Y/n) mengembangkan kedua tangannya, memperlihatkan berapa besar yang harus diambil Yanovsky.

"Nona itu terlalu besar! Saya tidak kuat membawanya turun!" Yanovsky sedikit berteriak mendapati besarnya jamur yang dibutuhkan oleh Nonanya itu.

"Aku akan menangkapnya dari bawah sini, tinggal lemparkan saja!"

"Anda bisa terluka, Nona! Yang benar saja. Bisa-bisa saya dikirim kembali ke Snezhnaya oleh Captain." Yanovsky tidak habis pikir. Badan sekecil itu mencoba menangkap jamur yang berat dan besar?

Lihatlah wajah cemberutnya itu. Apa yang sebenarnya dilihat oleh Captain dari gadis ini?

Kalau dibandingkan dengan rata-rata wajah orang Snezhnaya, gadis ini hanya punya wajah setara standar!

Pipinya memang kemerah-merahan seperti buah persik tapi dia tidak pucat seperti orang Snezhnaya asli.

Apa mata Captain mulai rabun akibat keseringan memakai topeng? Dimana Captain memungut gadis ini?

Pada akhirnya, Yanovsky menyerah. Untung saja Captain berjanji akan menaikkan gajinya nanti. Kalau tidak lebih baik dia mengekori anak Natlan berambut biru itu daripada jadi babu pemanjat pohon gadis ini.

Yanovsky membawa turun sebuah jamur besar dipelukannya. Dengan hati-hati, pria itu akhirnya mendaratkan kaki ke tanah.

"Ini Nona, jamur Anda."

(Y/n) menerima jamur Candlecap dengan kedua tangannya. "Terimakasih, Yanovsky." Dengan riang membawa jamur itu kebelakang tenda, tempat dimana dapur darurat Fatui dibuat.

Yanovsky yang melihat (y/n) berlalu begitu saja hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan. Salah satu teman se Fatuinya berdiri disamping dan mengetuk bahu pria itu dengan pelan.

"Kenapa kau memanjat pohon hanya untuk mengambil jamur itu? Jamur itu 'kan juga tumbuh ditanah."

Dan begitulah Yanovsky menyadari ketololannya. Gadis itu mengerjainya!

.
.
.

.
.
.

.
.
.


.
.
.

T
B
C

.
.
.

San: mau masuk phase perang guys wkwkkw kira" Yeen diselamatin atau enggak nih? 🌚

.
.
.


Jangan lupa support San di Trakteer ya say, satu es teh sangat berarti untuk San 😋

.
.
.

.
.
.

03 Desember 2024

𝓥𝓮𝓷𝓮𝓻𝓪𝓽𝓮 - [𝚃𝚑𝚎 𝙲𝚊𝚙𝚝𝚊𝚒𝚗 𝚡 𝙵. 𝚁𝚎𝚊𝚍𝚎𝚛]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang