18. Punishment

109 0 0
                                        

Setelah aksi huru - hara kemarin akhirnya Amora bisa menghembuskan nafas lega karena ya gosip akan dirinya dengan Ibra bukan lah hal besar, bahkan keluarga Mahawira pun menanggapi dengan santai.

"Mor jangan ngalamun anjing, gue takut banget lo kesambet, mending lo berisik deh daripada gini." ujar Putri dengan gebrakan meja yang menyadarkan lamunan Amora.

"Bacot ya anjing." gumam Amora seraya mengacak rambutnya sendiri.

Untung saja sampai saat ini Amora masih bisa dengan gigih sekuat tenaga untuk menghindari sang mantan. Satu sekolah pun sudah geger akan gosip - gosip yang simapang siur berhembus.

"Gue engga nyangka Percy masih aja brengsek." gumam Dara yang sudah pasti dapat didengar oleh Putri dan Amora. Oh ayolah Dara saja kaget yang katanya sudah lama mengenal kebaikan Percy apalagi Amora kan. Putri mendengus mendengar itu.

"Maafin kita ya Mor, gara - gara ide kita mau jodohin lo, malah endingnya najis begini, tenang aja gue bantu lo jauhin Percy." ujar Putri menggebu - gebu.

Jam kosong karena rapat yang diadakan para guru bersama komite sekolah membuat Amora senang bukan main. Ia tahu Percy seperti orang gila mencari dirinya., loker miliknya sudah penuh dengan berbagai hadiah dari sang mantannya itu.

"Cantik sendirian aja." godaan silih berganti dan Amora mendengus kesal oh ayolah dirinya sedang malas, tapi kali ini Amora harus menanggapi nya,

"Halo halo." suara lembut mendayu - dayu membuat siapapun meleleh mendengarnya tak lupa ia kibaskan rambut halusnya itu.

Percy dengan jantung berdegup kencang dan nafas yang masih terengah - engah karena sedari tadi mencari sang kekasih. Mengepalkan tangan nya dan menggeram mendengar suara kekasihnya bersendau gurau seakan tak ada masalah dan juga penampilan kekasihnya yang sialan semakin rupawan.

"Sayang." Percy dengan lantang memanggil Amora. Acuh tak acuh Amora tampilkan membuat suasana koridor semakin riuh. Semua siswa memperhatikan keduanya, para kaum adam terlihat kegirangan karena primadona sekolah kembali. Dengan seragam yang sengaja Amora kecilkan dibeberapa sisi tak lupa scarf yang menempel indah menghiasi rambutnya yang indah.

Berulang kali Percy memaki dirinya sendiri karena oh sialan sekali kekasihnya itu menampilkan kecantikan yang seharusnya hanya dirinya yan menikmati. Percy mencoba menenangkan diri menghembuskan nafas lebih pelan tak lupa menampilkan senyman kecil, gadis kecilnya ini benar - benar.

"Baby." Dengan geraman tertahan Percy langsung melangkah besar mendekat kepada Amora, melihat kekasihnya ingin kabur Percy langsung mengangkut tubuh Amora dipundak tak menghiraukan teriakan histeris kekasihnya, dan teriakan semua siswa dikoridor.

"Engga drama engga hidup." celetuk Alvero yang dibalas kekehan oleh teman - temannya.

"Anjing emang bang Percy, bikin kak Amora tantrum gue juga yang ribet." cerocos Amir yang dibalas ringisan oleh Andre.

"Tenang aja mereka baik - baik aja tau sendiri Percy udah bucin mampus." Arjuna menyahut cepat.

Amora pening bukan main karena dipanggul dipundak yang kokoh dan keras ini oh jangan lupakan geraman rendah Percy membuat Amora sedikit takut, ya hanya sedikit. Percy memukul pantat sintal kekasihnya itu gemas. Oh damn it, batin Percy mengerang karena kelakuannya sendiri.

"Kyaaaaa, mesum banget sih lo!" memberontak tak lupa berteriak kesal Amora memukul punggung kokoh mantannya itu.

"Sssst language baby, I'll give u punishment." sahut Percy seraya memberikan sentuhan halus pada paha mulus kekasihnya, tak lupa ia sematkan kecupan kecil di paha itu membuat empunya bergelinjang geli.

FUCK FUCK FUCK batin Percy lagi lagi menjerit karena ulahnya sendiri.

"FUCK YOU!" teriak Amora kesal seraya dirinya diturunkan dari pundak Percy dan langsung saja dirinya jatuh keranjang bersamaan Percy yang menatap tajam dan mengukung Amora tepat dibawahnya posesif.

"As you wish princess." bisik Percy penuh kelembutan.

Amora masih berusaha melepaskan diri dari kukungan Percy, menendang, memukul, berteriak, sudah ia lakukan semua. Napas nya tersenggal - senggal, scarf yang sudah berantakan menjuntai ke bantal, rambut halusnya jatuh berantakan dengan sangat indah, wajah memerah dan bibir ranum berpoleskan lipgloss membuat Percy lupa diri.

Percy berusaha keras untuk tidak menjadi iblis menekan nafsu nya yang memuncak menahan diri berusaha melemaskan dirinya yang menegang. Melihat Amora secantik ini dirinya yang bajingan tidak sekuat itu untuk menahan tangan nya yang mulai nakal membelai pipi kemerehan gadisnya, persetan dengan semuanya.

Percy mendekatkan wajahnya dengan mata yang sudah sayu berkabut gairah menatap dalam Amora, memberikan kecupan - kecupan kecil di wajah sang kekasih dari kening lalu hidung tak lupa pipi merah yang menggoda melewatkan bibir merona itu Percy masih berupaya keras melawan nafsu binatangnya untuk tidak melahap bibir ranum gadisnya.

Ciuman Percy turun ke dagu dan berujung ke leher gadisnya yang sangat mennggoda itu, mengendus, mengecup, menjilat.
Persetan dengan semuanya Percy benar - benar ingin melakukan semua yang ada dipikirannya saat ini. Apalagi setelah mendengar desahan Amora, mata sayu gadisnya membuat Percy semakin menggila.

"Shit princess, so beautiful, yes yes moan for me." geram Percy. Tak bisa menahan lagi Percy menatap Amora,

"May I?" bisik Percy menatap Amora sayu, gadisnya hanya diam dengan nafas terengah - engah,

Tanpa memberikan waktu Amora menjawab Percy langsung mengecup melumat bibir ranum Amora, gila Percy benar - benar menjadi gila karena Amora, bibir gadisnya sangat manis membuat dirinya dimabuk kepayang, desahan Amora terdengar begitu sexy ditelinga Percy. Semakin menambah gairah Percy untuk lebih dalam memagut bibir gadisnya.

Amora tidak bisa membohongi diri bahwa ia menikmati semua yang dilakukan Percy, tetapi akal sehatnya dengan cepat kembali.

"Mmmphhttt lepashhh. Brengsek! Bibir perawan gue!" teriak Amora sangat kencang menyadarkan Percy,

"Ssstt calm down baby, dengerin penjelasan aku dulu okey?" dengan lembut Percy menyentuh wajah kekasihnya tak lupa ia berikan kecupan di kening, merapikan beberapa rambut yang menutupi wajah gadisnya.

"How dare you?!" emosi Amora semakin memuncak.

"You like it don't you?" dengan pongah Percy memandang gadisnya yang terdiam membisu dan merona.

"Minggir sebelum gue tendang aset lo! Kita putus! Gue engga butuh penjelasan apapun!" sentak Amora cepat dengan kesal ia beri upper cut untuk Percy.

Berlari sepanjang koridor dengan cepat, tanpa melihat ke depan, Amora menabrak dada bidang seseorang. Dewi fortuna masih berpihak kepadanya karena ia hafal dengan aroma parfume ini.

Ibra sengaja menjemput Amora ke sekolah karena bunda nya rindu dengan gadis itu, melihat betapa berantakannya gadis yang ada di dekapannya membuat Ibra panik,

"Hey, hey, you okay? Ssstt im here babe." bisik Ibra menenangkan Amora, membuat tangis Amora pecah saat itu juga.

"Mau pulang" lirih Amora dengan sangat lemas. Ibra semakin panik karena tubuh gadisnya melemah di dekapannya.

" Sialan, Kastara brengsek. Beraninya nyentuh milik gue." gumam Percy yang menyaksikan kekasihnya bersama Ibra dari kejauhan, untuk kali ini Percy memberikan keringanan untuk Amora, tidak untuk selanjutnya. Apapun yang terjadi Amora hanyalah miliknya, milik Percy.

you

HI HI
nih up lagi, comment dong, vote juga!🫵🏻🫵🏻🫵🏻🫵🏻🫵🏻🫵🏻

P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang