6. aw!

3.4K 79 9
                                        

Percy memperhatikan Amora dengan intens. Percy memang berjarak jauh dengan Amora. Ia memperhatikan gadisnya yang sedang tertawa dengan para sahabatnya dari kejauhan. Percy tersenyum kecil akan hal itu.

Perempuan ketus yang bermetamorfosa menjadi perempuan yang sangat menarik bagi Percy. Percy tak dapat mengalihkan pandangannya. Amora dengan segala ke unikannya.

Percy mengernyitkan dahi nya tak suka. Amora nya sedang mengobrol dengan lelaki yang tak dikenali Percy. Amora tampak menanggapi biasa saja. Tetapi yang membuat emosi Percy, laki laki itu menyentuh pipi gadisnya. Dan Amora nampak menepis tetapi lelaki itu tak menghiraukan

Percy bangkit dari tempat duduknya dengan kasar menimbulkan suara yang keras, membuat para temannya dan sodara nya kelimpungan.

"Mampus dah, ngamuk." Gumam Arjuna.

"Tuh bocah kagak sayang nyawa kali ya." Gerutu Alvero tajam.

"Seru nih!" Pekik Andre dan Amir.

"Seru pala lu peang, cepet kita susul, sebelum ni kantin jadi ring tinju. " seru Alvero membuat mereka nyengir dan menyusul Percy.

"Abang gue horor juga ya." Gumam Andre mendapat tonyoran dari Arjuna.

"Abang lo itu emang titisan iblis, ndre." Sahut Alvero.

"Titit?!" Pekik Amir tiba tiba. Langsung terkena tampolan maut dari Alvero.

"Titisan, asu lu ya." Balas Andre.

Mereka mendekati Percy yang sudah mencengkram erat kerah kemeja lelaki yang diketahui bernama Johar.

"Lo ngapain pegang pegang cewe gue, njing?!" Sentak Percy.

Johar hanya tersenyum miring. Membuat Percy naik pitam.

Bugh

Bugh

Bugh

Tiga pukulan yang langsung membuat Johar lemas tak berdaya, Amora hanya menganga kaget. Pasalnya ia tak megira bahwa Percy benar benar mengerikan.

Amora meringis nyeri melihat luka di Johar. Tetapi Amora juga kesal. Johar itu tidak sopan.

"Lo salah pilih lawan bro." Kata Alvero, sembari membantu Johar bangun. Teman teman Johar hanya membuang muka, karna ya takut dengan Percy.

Dan mereka semua bubar.

"Ka..kamu gapapa kan?" Tanya Amora pelan. Dan Percy tau bahwa Amora takut pada dirinya.

Shit! Batin Percy.

Percy menarik lembut tangan Amora. Membuat Amora bernafas lega Percy sudah lumayan tenang. Lalu mereka berjalan menjauhi kantin. Percy tetap mengetatkan rahangnya. Oke, Percy benar benar kesal. Dan Amora meringis merasa bersalah.

Saat sampai di parkiran Amora masih tetap diam, dan Percy hanya melirik Amora sekilas memastikan bahwa gadisnya masih bersama dirinya. Amora mengernyit bingung.

"kamu kenapa bawa aku kesini?" tanya Amora pelan.

"masuk mobil" singkat Percy.

untung sayang, batin Amora.

"kita mau kemana?" tanya Amora yang hanya mendapat balasan hening dari Percy.

Oke Amora paham Percy nya sedang badmood dan Amora harus diam tenang. Hening. Amora sudah tidak tahan.

"Stop" ujar Amora keras. Mau tidak mau Percy menurutinya.

"Liat aku sini." Ujar Amora lembut. Percy kalah.

Percy menatap Amora dalam,

Kan gue jadi salah tingkah kan, batin Amora.

"Udah tenang, sayang?" Tanya Amora seraya menangkup wajah Percy.

Tenang banget kalo kamu giniin aku sayang, batin Percy kegirangan.

Cup

Amora mengecup hidung Percy lembut, Percy tersentak kaget.

Jantung gue, batin Percy.

Dengan gesit Percy membalas Amora dengan mengecup kening Amora dalam. Amora meleleh,

Yasalam jantung gue rasanya turun ke empedu, Batin Amora.

Mereka melanjutkan perjalanan dengan tangan kiri Percy yang menggeggam lembut tangan Amora. Astaga Ampra merasa paling dicintai. Rasanya Amora mau gini terus duh ileh.

Sesampainya dirumah Percy mereka hanya disambut para pelayan.

"Loh pada kemana?" Tanya Aura bingung.

"Gatau." Balas Percy singkat dan langsung menggendong Amora.

"Ehh ini aku bisa jalan sendiri kok." Cicit Amora.

"Takut kamu ilang." Lirik Percy dengan senyum miring khas nya ang membuat Amora semakin tak berdaya.

Percy menurunkan Amora di ranjang king size nya.

"Aku laper ehe." Celetuk Amora menghentikan kegiatan Percy yang menatap nya intens.

"Mau makan apa sayang?" Tanya Percy.

Haduh rasanya pengen makan kamu, loh eh. Batin Amora.

"Belum saatnya kamu makan aku sayang." Kekeh Percy membuat Amora langsung tengkurap untuk menyembunyikan wajahnya yang memerah.

"Kamu apa sih, tau tau an aja." Bisik Amora.

"Jadi mau makan apa hm?" Tanya Percy lagi seraya membelai lembut rambut Amora.

"Mcd. Boleh?" Pinta Amora.

"Kemarin udah, sekarang aku suapin kamu, tadi bibi udah masak." Ujar Percy.

"Dih ngapain tanya ujung ujungnya gitu." Gerutu Amora, Percy hanya tersenyum kecil dan mengecup lembut pipi Amora. Dan ya lagi lagi Amora blushing, ampun deh baperan amat. Percy langsung meninggalkan Amora.

Amora mendengus kesal, iya gimana engga kesal dikacangin. Percy serius menatap laptop nya walaupun tetap menggenggam tangan Amora lembut, bahkan tangan nya sudah bergerilya kemana mana. Tetap saja Amora kesal.

"Cewe cantik malah dianggurin." Gerutu Amora sengaja menyindir Percy.

"Kamu mau nya diapain?" Tanya Percy lembut.

Aduh Amora jadi mikir ambigu.

"Di apa in kek, kalo engga yaudah aku mau balik." Ketus Amora. Percy terkekeh kecil.

"Di halal-in mau?" Goda Percy, Amora yang tadi nya ketus mendadak merona, lumer deh bang.

"Mau! Eh tapi kamu sukses dulu lah." Ejek Amora.

"Loh, kamu tau sendiri kan aku udah sukses?" Songong Percy membuat Amora menatap sebal Percy.

"Iya iya bang. Songong parah, untung sayang. Cabs kuy." Ujar Amora.

"Mau kemana sayang?" Tanya Percy sambil mengelus lembut rambut Amora.

"Gatau sih." Cengir Amora.

"Ke KUA kuy." Ajak Percy semangat.



Halaw, i'm back.

Maap bet gua kelamaan ga apdet:(

Gua usahain dah cepet apdet ehehehhe.

Vote and comment kalian buat pemicu gue apdet.

TBC








P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang