5. Se battre avec ennemi

2.8K 93 10
                                        

Hari mulai gelap dan Amora kebingungan. Pasalnya ia terlalu sibuk dengan tugasnya sehingga lupa mengabari orang rumah ataupun Percy dimana ia berada sekarang.

Cafe pinggir kota tidak terlalu pelosok hanya saja sangat jauh dari rumah nya. Amora menyesal pergi sejauh ini. Ia hanya ingin mencari ketenangan untuk mengerjakan tugasnya yang segunung itu.

"Gue pulangnya gimana" gumam Aura pada diri nya sendiri.

Ponsel nya sudah low. Dan Amora memutuskan untuk menelpon Percy.

"Sayang kamu dimana?!" Sentak Percy sebelum Amora sempat berbicara. Dan bisa bisa nya Amora baper dulu.

"Hue jemput aku di cafe Alona. Disini sepi banget. Aku..."dan sialnya ponsel Amora mati.

Amora menggerutu sembari berjalan pelan menuju tempat yang lebih ramai. Entah kenapa perasaannya tak enak sedari tadi. Amora merapatkan jaket jeans yang ia pakai, udara dingin dan hawa mencekam.

Rasa rasa nya Amora ingin menangis. Amora sangat menyesal. Pasalnya keluarga nya sedang keluar negri dan berangkat pagi tadi. Hanya Amora dan para pelayan dirumahnya.

Amora menggigit kuku nya,stres mendadak. Tak lama suara laki laki terdengar di telinga nya. Ia sangat berharap itu Percy. Lamat lamat Amora menajamkan pendengarannya dan menoleh untuk melihat siapa sumbernya.

Dan

Zonk

Bukan Percy bukan siapa pun. Amora tak mengenalnya sama sekali. Lelaki itu memakai masker hitam dan matanya menatap tajam Amora. Amora merinding disco. Batin Amora memohon siapapun menolongnya.

Tiba tiba mobil hitam tepat disebrangnya menyortkan lampu yang menyilaukan. Percy ya itu Percy nya Amora. Amora makin baper. Mata Amora berkaca kaca, dia sangat bersyukur karna Percy datang disaat yang tepat.

Tanpa sapa tanpa aba aba. Percy menerjang lelaki bermasker itu tanpa ampun. Amora lari untuk meghadang Percy.

"Udah ya." Lirih Amora pelan seraya memeluk Percy erat, sekalian modus la ya.

Percy membalas pelukan Amora tak kalah erat.

"Thanks god, you okay." Bisik Percy mesra membuat Amora lemas.

Amora meringis merasa bersalah.

"Maafin aku" bisik Amora.

Percy hanya diam dan menarik Amora untuk pulang.

Di dalam mobil hanya keheningan dan suasana mencekam karena Percy sengaja mendiamkan Amora.

"Loh kok bukan jalan ke rumah aku?" Tanya Amora.

"Kamu bermalam dirumahku." Datar Percy. Amora hanya bisa menelan ludah nya lamat lamat.

Percy tersenyum kecil melihat mimik Amora yang merasa bersalah.

Amora masih saja diam takut dengan aura Percy yang menyeramkan.

"Amorrrr baby, kamu gapapa kan?" Tanya Mami Percy seketika saat melihat Amora yang lusuh.

"Amor gapapa kok onty. Nih Amor disini berati baik baik aja." Cengir Amora.

"Baik baik aja gimana. Untung aku datang cepat." Gumam Percy.

"Hufftt lain kali Amor kalo pergi sama Percy ya, atau siapapun harus ada yang nemenin, mama kamu udah nitipin kamu ke onty, paham?" Tegas Mami Percy membuat Amora menghela napas panjang.

"Iya onty maafin Amor ya." Ujar Amora manja membuat Venti mami percy gemas dan langsung memeluk Amora.

"Yaudah sekarang kalian bersih bersih setelah itu kalian makan, yang lain udah nunggu di ruang makan." Seru Mami Percy.

P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang