16.

512 36 10
                                        

Setelah mendapatkan jawaban ah lebih tepatnya dengan sedikit paksaan, akhirnya Amora mengiyakan untuk bertunangan dengan dirinya. Percy terkekeh jika mengingat kejadian dua minggu lalu.

Percy memang belum melamar Amora dengan formal. Lelaki tampan itu sudah mendatangi keluarga besar Amora membawa keluarga besar nya.

"Cy, kita berangkat sekarang." suara abangnya menyadarkan dirinya dari lamunan lamaran yang terkesan memaksa itu, tapi Percy tetaplah Percy. Akan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemauannya.

Tanpa membalas ucapan abangnya, Percy berjalan beriringan dengan abang nya.

"Jadi kalian hanya berdua?" tanya Orlan melihat kedua anaknya yang sudah rapi.

"Iya pi," Percy menjawab singkat membuat Papi nya melirik sebal.

"Siapa perwakilan Hamid?" tanya Papi nya.

Percy menatap Papi nya kaget, memang sih setelah acara lamaran paksaan kemarin dia dan Amora belum bertemu. Karena kesibukan Percy dengan perusahaannya yang berencana akan bergabung dengan milik Pamannya.

"Amar dan dua sepupu nya." sahut Lando, lagi - lagi Percy terkejut.

"Ck. Lo terlalu sibuk sama perusahaan lo sampe lupa tunangan sendiri." cibir Lando melihat adiknya yang meringis merasa bersalah.

"Yakali lupa! Kita tetep komunikasi kok!" gerutu Percy membela dirinya.

"Atau kita batalin aja pertunangannya? Lagian banyak lelaki yang mengantri untuk mendapatkan berlian Hamid." dengan penuh penekanan Papinya semakin menyudutkan dirinya.

"Well, itu engga akan terjadi. Papi juga tahu kenapa aku sibuk belakangan ini. Lagian aku selalu awasin dia 24/7. Dia gaakan bisa lepas dari aku semudah itu Pi." jawab Percy datar.

"Sudahlah! Amora akan selalu jadi milikmu sayang! Sekarang kalian berangkat, Papi mu ini memang suka cari keributan!" Mami nya membuka suara, dari tadi wanita cantik itu hanya menyimak percakapan suami dengan anak - anak nya itu.

Percy berdecak kesal,

"Kita pamit Pi." Percy dan Lando meninggalkan mansion menuju bandara.

"Lo yakin engga mau kasih tau Amora? Kita disana bisa semingguan atau lebih. Dubai sama Indonesia jauh kalo kamu lupa." celetuk Lando yang dari tadi memperhatikan adik nya memejamkan mata nya dan mengurut pelipis nya.

"Dia tau bang. Sekalipun gue engga kasih tahu, dia selalu tau. Lo juga pasti tau siapa sebenarnya Amora." gumam Percy.

Lando mengangguk dan tersenyum kecil,

Pasangan Berbahaya batin Lando.

Dua lelaki tampan itu berjalan menuju private jet milik Lando, sebenarnya Percy juga mempunyai nya, hanya saja abangnya memaksa untuk menggunakan ini.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang