12. Instagram

458 29 5
                                        

Hari Senin yang sangat amat sial bagi Percy, bagaimana tidak dirinya tidak diperbolehkan menjemput Amora oleh Amora-nya yang katanya sedang tidak ingin diganggu. Percy sangat sensi hari ini, muka nya sangat begitu menyeramkan dan hanya Amora satu-satunya pawang yang dapat meredamkan Percy.

"Shit day." gumam Percy kasar serta memukul stir mobil nya.

Percy menjalankan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata untuk meluapkan emosinya. Percy masih bertahan dengan wajah sangar nya yang bahkan tidak ingin dia lunturkan agar semua manusia tidak menganggu nya hari ini.

Tepat saat Percy sampai sekolah ia langsung memakirkan mobilnya yang paling menonjol diantara mobil lainnya. Tak lain tak bukan Lucy a.k.a Lamborghini Veneno Roadster yang dibandrol 5,6 juta USD atau setara dengan 68,3 milyar rupiah.

Percy menatap jengah perempuan yang ada dihadapannya ini, pengganggu kecil yang ingin Percy lenyapkan karena menganggu hubungannya dengan Amora. Mengingat Amora membuat Percy mati-matian menahan rindu, sudah seminggu dirinya dan Amora hanya berkomunikasi melalui social media tidak bertatap muka langsung.

"Bisa lo minggir dari sini?!" ucap Percy tajam kepada Jill.

"Ihhh kok kamu gitu sih?! Mumpung gaada Amora kita bisa beduaan nih!" sahut Jill manja membuat Percy bergidik ngeri dan melirik Jill sinis.

"Gausah bacot, minggir lo. Gausah ganggu gue." tegas Percy sekali lagi. Tapi Jill tidak kehabisan akal dengan cepat Jill menahan lengan kekar Percy dengan jari-jarinya yang sudah ia menicure tak lupa kuku palsu yang cetar itu. Dengan cepat Jill memotret nya seakan akan mereka bergandengan.

Percy sangat geram. Oh ayolah dirinya benar benar sedang dikeadaan tidak baik. Ingin sekali dirinya menghabisi Jill, tapi ia ingat bahwa ia tak bisa main tangan dengan seorang perempuan. Astaga Percy misuh-misuh dalam hati. Dengan kasar Percy menarik lengannya dan menjauhi Jill.

Jill melihat Percy melangkah jauh dengan smirk nya. Dengan cepat ia memposting hasil potretnya tadi dengan caption yang akan membuat SMA 69 geger. Jill menatap penuh kemenangan pada handphone nya, dia tak sabar membuat kegaduhan yang akan menaikkan popularitas nya.

Percy menuju ruang kelas nya dengan tatapan datar, tak menghiraukan tatapan memuja dari para siswi yang ada dikoridor. Percy juga merasa aneh sepertinya ada yang salah disini, tidak hanya tatapan memuja tapi juga tatapan tak percya. Percy menghembuskan napasnya kasar dengan cepat ia ingin menemui para sohibnya yang sableng itu.

"Woi! Kenapa lo? Muka kusut amat masih pagi gini." tanya Arjuna.

"Gue lagi sensi hari ini jadi lo pada gausah bikin gue makin sensi ok!" sahut Percy.

"Per lo harus tau sih. Si Jill bikin ulah. Nih liat." ujar Alvero cepat.

Percy mengalihkan pandangannya dari Arjuna ke Alvero lebih tepatnya ke ponsel Alvero yang menunjukkan instagram Jill sedang memegang lengannya dan memberi tag namanya. Percy menatap geram postingan tersebut, bagaimana bisa?! Ini akan menjadi urusan panjang nantinya.

"Lo ga main belakang sama Jill kan?!" celetuk Arjuna tajam kepada Percy dengan tangan mengepal. Tidak diragukan lagi Arjuna memang sangat menyayangi Amora yang sudah seperti adiknya sendiri karena dirinya anak tunggal.

"Engga lah anjing! Lo bedua juga tau gue cinta beneran sama Amora! Gabakal ada yang bisa nyaingin Amora dihati gue! Lo bedua juga tau gimana obsesi nya gue ke Amora!" sentak Percy. Wajah tampan Percy semakin keruh. Percy benar benar butuh Amora.

"Mending lo sekarang ke Amora, jelasin sejelas-jelasnya. Jangan sampe Jill ngerusak hubungan kalian! Gue ga ridho sama sekali, masa iya selingkuhan lo medusa gitu! Yang cakep dikit napa!." seru Alvero. Percy menatap tajam Alvero.

"Bangsat! Gue engga selingkuh! Mana mau gue sama modelan trepes macem Jill. Lagian mantan-mantan gue setara model VS, yakali gue turun standar!" Percy menyahuti dengan emosi yang sudah ingin meluap.

Lain halnya dengan Amora yang santay kayak dipantay melangkahkan kaki nya ke kelas nya. Tetapi Amora bingung, kenapa semua menatap dirinya aneh?! Atau hanya perasaannya saja. Oke, Amora sangat kepo karena mereka terang-terangan menatap Amora membuat empu nya jengah.

"Woi! Kedip lo! Ada apaan sih lo pada liatin gue aneh gitu?!" tanya Amora kepada salah satu temannya yang tidak ia kenal, karena ia paling menonjol jadi Amora tanyakan saja kepadanya.

"Mmm... itu Mor, si Jill bikin ulah dia posting di instagram sama cowo lo! Gue ga gosip kok, nih buktinya!" jawabnya membuat Amora membelalakan mata nya tak percaya. Astaga, baru juga dirinya tidak ketemu Percy seminggu, lalat lalat centil sudah menghinggapinya ini tidak bisa didiamkan.

Amora melihat postingan itu dengan jeli. Dengan tak tahu malu nya Jill menautkan instagram pacarnya. Amora sudah naik pitam. Oh jangan kalian kira, tidak hanya Percy yang posesif, Amora pun juga. Prinsip Amora adalah whats mine is mine .

Amora dengan cepat melangkahkan kakinya menuju kelas IPS 4. Amora sangat bernapsu melabrak Jill saat ini. Amora tidak peduli bahwa 10 menit lagi bel masuk berbunyi. Jill benar-benar sudah membuatnya naik darah. Amora menendang pintu IPS 4 keras membuat semua orang dikelas itu memperhatikan dirinya.

"Jill sini lo!" teriak Amora bersungut-sungut wajahnya sudah memerah, lengan seragamnya sudah ia lipat, benar benar posisi ngajak gelut.

Jill dengan malas menghampiri Amora tak lupa gaya centilnya yang mendarah daging menempel di DNA. Amora menatap Jill nyalang dan tajam, sejujurnya Jill sudah sangat ketakutan. Memang benar- benar salah dugaannya, Jill kira Amora akan menghampiri Percy dan akhirnya putus.

Dengan cepat Amora menarik kasar tangan Jill keluar dari kelas. Amora langsung saja menarik kerah seragam Jill dengan emosi.

"Lo bener - bener cari masalah sama gue ya?!" sentak Amora.

"Apaan sih lo, gue gaada cari masalah sama lo!" sahut Jill dengan suaranya yang sudah bergetar, dan Amora pun tidak peduli.

"Gausah banyak bacot lo! Apus postingan lo! Lo bener bener gaada abisnya ya ngerusak hubungan orang?! segitu ga laku nya lo?! Lo kan ngerasa paling cantik se-69 kenapa masih aja doyan ama yang punya orang sih?!" teriak Amora keras, membuat semua yang disana menatap tak percaya Amora. Oh itu tadi adalah kalimat terpanjang yang mereka dengar.

Arjuna, Alvero, dan Percy ternyata sudah memposisikan diri untuk melihat apa yang terjadi karena kelas mereka tidak jauh dengan tempat perkara. Percy menatap haru penuh cinta kepada Amora, astaga Percy benar benar merindukan kekasihnya itu!

Arjuna dan Alvero berdecak geli melihat kelakuan Amora yang sesungguhnya keluar. Tak lupa Arjuna dan Alvero melirik Percy yang malah terlihat kasmaran, ya mereka tahu kenapa.

"Cewe gue tuh!" gumam Percy membanggakan Amora.

Amora melepaskan kerah seragam Jill dan merapikannya, lalu ingin pergi dari koridor IPS yang membuat dirinya pusat perhatian itu.

"Sorry Jill gue mungkin keterlaluan, tapi gue bener - bener ga suka liat milik gue disentuh orang lain." setelah mengatakan kalimat itu dengan tegas, Amora melangkahkan kakinya pergi.

Percy dengan cepat menahan Amora dan memeluk Amora erat dihadapan para penonton. Amora menahan napas nya, oh astaga Amora juga merindukan Percy.
Amora dengan cepat membalas pelukan hangat Percy, menghiraukan siulan-siulan tidak jelas disekitarnya.

"Jadi ternyata tunanganku ini sangat posesif ya? Well suatu hal menarik lagi yang baru aku tau, sayang. " bisik Percy lembut, seraya mencium pelipis Amora dalam.




HIYA APDET LAGI NIH GUE.
MAKIN GAJELAS APA MAKIN JELAS NIH CERITA?!
HARGAIN USAHA GUE YA?!:(
ga susah kan klik bintang:( biar ni cerita ga masuk diurutan down mulu:(
makannya gue usaha cepet apdet.

klik bintang!
comment!

P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang