14. $ick

453 30 4
                                        

Percy mengutuk dirinya sendiri karena kecerobohan pelayan baru dirumah Kakek nya membuat dirinya terbaring lemah dengan perawatan intensif. Percy alergi terhadap cumi, yang mana ia tidak mengetahui bahwa masakan itu ada cumi nya. Percy berdecak sebal. Dan sekarang ponsel nya disita oleh Mami nya.

"Mami!" teriak Percy keras, membuat Mami nya dan Papi nya yang meliburkan diri dari kantor berlari terpogoh-pogoh menuju kamar nya.

"Kenapa sayang? Ada yang sakit lagi? Atau kamu butuh apa?" cerocos Mami nya.

"Mi balikin ponsel Percy dong, Percy gabut. Percy juga belum ngabarin Amora." ucap Percy manja tak lupa bibir sexy nya mengerucut sebal.

"Engga! Gaboleh pegang ponsel sampe keadaan kamu membaik! Urusan Amora udah beres, nanti pulang sekolah dia kesini." mendengar ucapan ibu negara membuat Percy hanya menatap Mami nya pasrah.

"Mami cuma gamau kamu kenapa-napa son." ujar Papi nya yang sedari tadi menatap perdebatan ibu dan anak itu.

Sebenarnya Percy tidak apa-apa. Hanya saja Mami nya trauma karena Percy kecil dulu sempat hampir lewat karena alergi. Percy menatap Papi nya melas. Papi nya paling lemah jika ditatap seperti itu.

"Nih Papi kasih iPad kamu! Urusan Mami biar Papi yang urus. Jangan terlalu lama bermain iPad. Inget Papi pantau kamu!" tegas Papi nya membuat Percy memekik kegirangan.

"I love you Papi!" teriak Percy yang dibalas tawa Papi nya.

Lain hal nya dengan Amora yang sedang bersekolah dengan tidak bersemangat membuat teman-temannya bertanya-tanya. Tapi siapa juga yang berani bertamya ke Amora selain saudara nya dan sahabat karib nya itu.

"Ih! Gue kangen banget sama Percy!" gumam Ampra sebal. Dirinya dengan Percy memang minggu-minggu ini sibuk dengan urusan keluarga masing-masing.

"Samperin lah, Lo ngeluh juga Percy gabakal kesini goblok." ujar Dara.

"Iya juga ya! Yaudah deh gue bolos! Bye!" teriak Amora cepat untung saja sekarang jam istirahat.

"Si Amora mau kemana?" tanya Putri membuat Dara naik darah mendadak.

"Mangkanya kalo gue lagi ngomong disimak, itu kuping jangan cuma jadi hiasan!" gerutu Dara.

"Dih ngomel mulu, cepet tua Lo!" balas Putri. Ya memang jika mereka ditinggalkan hanya ada keributan.

Amora dengan cepat menuju mobil yang mana berisi bodyguard nya dan sopir nya.

"Om anter ke Mansion Uncle Orlan, gpl!" teriak Amora yang diangguki semua yang ada di mobil itu.

Untung saja masih pagi jadi belum begitu padat jalanan ibukota ini. Amora bersenandung kecil sangat tak sabar bertemu Percy. Bodo amat bucin yang penting rasa rindu terbalaskan dengan bertemu. Anjay.

"Sudah sampai Non." ujar sopir nya, membuat Amora nyengir bahagia.

"Om semua pulang aja bilang sama Ayah Bunda nanti Amora pulang agak maleman okay? Okay lah bye bye hati hati Om-Om." teriak Amora ceria.

Amora dengan santai memasuki mansion besar itu. Terlihat sepi. Amora jadi serem sendiri. Mansion ini memang sangat luas walaupun minimalis.

"Amora baby. Kok udah disini sayang?!" suara Onty Venti membuat Amora terlonjak kaget.

"Aduh Onty ngagetin aja sih! Hehe Amor bolos." kekeh Amora imut membuat Venti gemas.

"Segitu kangennya sama yayang kamu itu?!" Goda Venti membuat Amora memerah.

"Ih Onty jangan godain Amora, Amora jadi deg-degan malu!" Rengek Amora manja.

Setelah memeluk Venti, Amora langsung menuju kamar Percy. Amora membuka pintu kamar Percy dengan pelan.

"Ugh gemoy banget lagi tidur!" gumam Amora gemas dengan cepat dirinya melepaskan tas nya dan melepaskan seragamnya lalu berganti dengan kaos kebesaran milik Percy, oh tentu saja Amora mengganti pakaiannya di walk in closet yang ada dikamar kekasihnya itu.

Amora dengan pelan menghampiri ranjang Percy. Ampra mengamati ciptaan Tuhan yang sangat indah. Amora berbaring disebelah Percy dengan pelan lalu melarikan jari-jari lentiknya ke wajah Percy yang tampan tiada cela itu.

Amora masih setia memandangi Percy yang tertidur dengan dengkuran halus yang ntah sangat sexy di telinga Amora. Yaampun tolong sadarkan Amora untuk tidak melebih batas.

"Maafin Amora, tapi Amora gatahan lihat Percy begini." gumam Amora gemas dengan cepat ia mencium sudut bibir Percy.

Saat Amora ingin kembali ke posisinya. Percy dengan cepat merengkuh Amora dan menahannya.

Cup.

Cup.

Cup.

Percy mengecup kedua pipi Amora tak lupa keningnya dengan sayang, Amora tak bisa berkata-kata dirinya sangat malu, jantung nya seperti naik ke tenggorokan.

"Jadi diem-diem udah mulai berani cium aku? Udah sering aku cium masih aja kamu malu-malu gini." goda Percy menatap Amora yang masih setengah sadar, siapa yang tidak malu jika dicium oleh lelaki tampan?!

"Kalau engga ada cctv, aku pastiin kamu engga bisa jalan besok baby. " bisik Percy lalu mengecup pelipis Amora dan mengangkat Amora kepangkuannya.

Oh Tuhan, Amora rasanya mau begini terus aja, eh maksudnya semoga waktu berjalan cepat. Jantung Amora bertalu-talu sampai sesak.

"Bentar-bentar aku netralin jantung dulu."bisik Amora membuat Percy tertawa.

"Kangen banget." bisik Percy mengeratkan pelukan mereka.

"AKU JUGA KANGEN!" ucap Amora kencang dan berkaca-kaca, Percy sampai kaget dibuatnya.

"Eh eh kok mau nangis sih sayang? Sst kan aku disini sama kamu." Percy berusaha menenangkan Amora yang sedang menangis. Jika Amora menangis manja nya akan berkali-kali lipat dengan senang hati Percy memanjakan gadisnya itu.

"Ki..kita jarang ketemu tapi sekali nya ketemu kenapa kamu sakit hua! Aku kangen banget sama kamu!" ucap Amora dengan seuunggukkan dan memeluk erat Percy.

Percy tersenyum senang, wajah nya berseri-seri, sekarang ia merasa benar-benar sehat. Ternyata obatnya hanya Amora.

"Sssttt. Iya sayang maafin aku, kan kita sama-sama sibuk. Aku juga sekarang udah sehat. Jangan nangis lagi, aku gasuka liat kamu sedih." ujar Percy lembut seraya melarikan jari nya membenarkan letak rambut Amora yang setengah acak-acakan itu.

"Jangan sakit lagi. Aku engga bisa liat kamu sakit." bisik Amora tak lupa mengecup pipi Percy lembut.

Ini hari apa sih?! Percy merasa ini hari keberuntungannya. Demi Tuhan ia rela sakit jika Amora bermanja ria seperti ini. Bahkan tiada jarak keduanya. Percy pun mati-matian menahan jiwa lelaki nya dan adik nya dibawah sana.

HI!

MAAP YA LAMAK SOALNYA BINGUNG MAMPET GADA IDE.

KLIK BINTANG!

💀💀💀

P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang