Amora sudah memutuskan untuk tidak bersikap kekanakan dan akan menghadapi Percy, dna menyelesaikan semua masaahnya sendiri. dan berakhir disinilah dirinya mansion Aldebaran, terlihat sangat asri tenang dan nyaman. Amora menghela napasnya pelan.
"Non mau saya temani turun?" ujar Sopir yang melihat nona muda nya yang terlihat sedikit pucat.
"Engga Usah Bapak, aku turun dulu yah, Bapak tunggu duduk disana aja." balas Amora sembari membereskan bawaannya.
Dengan anggun dirinya hari ini memakai mini white dress tak lupa jimmy choo heels favorite nya. Ketukan heels Amora membuat semua orang di dalam mansion itu mengalihkan pandangannya dari acara tv yang sedang mereka lihat.
Bisa Amora lihat keluarga Percy sedang berkumpul semua, well ini adalah waktu yang tepat untuk menyelesaika semuanya. Amora memasang senyum manisnya dan berjalan pelan menghampiri mereka.
"Oh my baby Amora, sini sayang Mami rindu sekali." sapa Mami Percy heboh dengan cepat memeluk Amora erat tak lupa memberikan ciuman bertubi - tubi di pipi Amora.
"Miss you too Mami, ih kenapa Mami terlihat semakin muda?!" ya Amora tidak berbohong Mami Percy terlihat semakin memukau di usianya yang sudah setengah abad.
"Oh darling, mantu Mami emang paling jago bikin Mami happy." Amora hanya terkekeh kecil.
Percy menyaksikan semua dengan tenang dan berusaha menahan dirinya untuk tidak menarik Amora ke pelukannya dan memberikan ciuman panjang. Oh dan apalagi sekarang gadisnya ini menunjukkan sisi feminime yang membuat Percy kalang kabut.
"Yang kayak gini lo lepas bang?" bisik Andre jahil tak lupa siulan menggoda untuk Amora. Percy mendengus.
"Bacot, she's mine always." balas Percy datar tidak mengalihakn pandangannya dari Amora yang sudah dipeluk Papi nya.
"Ehm, Amora mau bicara sebentar sama Percy, oh maaf juga atas keributan yang Amora perbuat kemarin - kemarin ya Mami Papi. " ujar Amora lembut tak lupa sedikit membungkuk sopan.
"Hey its okay, Honey yang salah disini adalah Percy bukan kamu, harusnya kami yang meminta maaf. Gih kalian bicara dulu. Mami akan hormati apapun keputusan kamu nantinya sayang." Mami Percy memeluk Amora lagi dengan erat.
Tanpa kata Percy menghampiri Amora dan memberikan kecupan di pipi Amora. Dengan lembut ia raih Amora kepelukannya dan ia bisikan kata - kata maaf.
"Ish gausah cium - cium." gerutu Amora membuat Percy tertawa kecil dan jelas tidak peduli atas penolakan itu.
Percy langsung menggiring lengannya melingkari pinggang ramping Amora.
"Kenapa di kamar kamu sih?" Amora semakin kesal karena dirinya terjebak di kamar Percy.
"Biar lebih private princess." balas Percy seraya melarikan jari - jarinya ke wajah ayu gadisnya. Merapihkan anak rambut Amora dan melepaskan ikatan rambut Amora. Oh tentu saja harus Percy lepaskan ikatan itu agar tidak menandai leher jenjang kekasihnya.
Amora menatap Percy dengan berani tak lupa bibir nya mengerucut sebal. Dengan secepat kilat Percy mencuri ciuman di bibir itu.
"Stop cium - cium aku nya! Aku udah mikirin ini semua, aku mau kita udahan aja. Aku mau fokus ke diriku sendiri dan hal seperti ini bikin aku engga tenang berpikir buruk terus ke kamu. Aku engga bisa hilangin pikiran buruk itu, maaf. Aku jadi sensi kalau dekat kamu. Aku juga jadi overthingking engga jelas, dan itu engga nyaman buat kita." jelas Amora tegas. Percy tersenyum kecil.
"Come here, sit on my lap Princess." tanpa aba - aba Percy menjatuhkan Amora kepangkuannya dan melepaskan heels yang Amora pakai.
Amora terkesiap tidak siap membuat dirinya jatuh menindih Percy, posisi intim ini sangat tidak baik untuk kesehatan jantungnya. Mata mereka beradu saling menyelami satu sama lain. Mencari celah kebenaran, Percy tahu gadisnya takut untuk melanjutkan hubngan ini.
Masih dengan posisi Amora yang diatas Percy,
"Listen to me, I respect you as my fiance. Aku akan turuti semua yang kamu minta. Aku minta maaf sayang, ini semua salahku. Kalau kamu mau anggap hubungan ini selesai then go on, tapi engga buat aku. Aku engga pernah anggap kita putus atau apapun itu. I want you, Princess. And that would be my greatest sin--wanting you this much, knowing I don't deserve you." dengan lembut Percy berbicara membuat kewarasan Amora menghilang bahkan tangan nakal Percy tidak diam saja.
Percy memberikan usapan hangat dipaha mulus gadisnya dan memeluk erat pinggang ramping gadisnya. Sedangkan Amora masih terpaku menatap wajah tampan Percy. Entah setan apa yang merasuki Amora saat ini, untuk sekarang Amora hanya ingin mencium bibir lelaki dibawahnya ini.
Tanpa kata Amora mendekatkan wajahnya ke arah Percy hidung mereka bersentuhan lembut, Amora menutup matanya erat karena ia malu melakukan hal gila ini untuk pertama kalinya. Sedangkan Percy terbelalak tak percaya sepersekian detik dengan senyum miringnya ia menahan diri untuk tidak langsung menekan tengkuk Amora. Perlahan tapi pasti bibir mereka bertemu, mereka kehilangan kewarasan, oh apalagi gadis polos ini.
"Shit, Princess." desah Pery karena Amora mencium dirinya.
Percy dengan cepat membalik keadaan mengukung Amora, mencium melumat menjilat bibir Amora seakan tiada hari esok. Amora terbelalak ingin berteriak tetapi teredam oleh lumatan - lumatan Percy yang semakin gila.
Tidak memberi jeda gadisnya untuk bernapas, Percy memberikan sentuhan - sentuhan seduktif membuat Amora lupa diri. Bahkan dengan tidak sadarnya Amora memberikan peluang untuk Percy semakin gila. Mengalungkan lengan kecilnya ke leher lelaki itu. Tubuh mereka semakin menempel erat. Percy menekan tubuhnya ke Amora untuk membuat gadisnya sadar betapa mendambanya dirinya.
Desahan Amora membuat Percy semakin gila, ciuman itu turun ke leher mulus Amora, persetan dengan semuanya kali ini setan di diri Percy menang. Leher mulus itu dihiasi oleh tanda kepemilikan. Mini white dress yang dipakai Amora sudah sangat berantakan entah sejak kapan dress itu tersingkap atas dan bawah.
Percy berhenti sejenak untuk memberikan gadisnya bernapas. Melepas polo shirt yang ia kenakan dengan cepat, dada bidang Percy begitu menawan lagi dan lagi Amora gila, tangan lentiknya memberi usapan disana, menarik leher Percy mendekat dan melumat bibir tebal itu.
"Damn it, I love you princess, aku engga akan lepasin kamu sampai kapanpun." bisik Percy dengan suara bergetar menahan diri yang sudah dipenuhi oleh hawa nafsu itu.
Percy menatap Amora yang berada dibawahnya sangat berantakan dan sexy. Ciuman Percy semakin turun tepat diatas payudara Amora. Percy menelan ludahnya susah payah. Harum tubuh gadisnya membuat dirinya di mabuk kepayang, berusaha mengumpulakan kewarasan ia lewati itu lalu turun ke paha Amora dan memberikan kecupan disana.
Kamar Percy tidak tertutup sempurna membuat Mami dan Papi melihat adegan intim itu dengan jelas. Mami sudah heboh jika tidak ditahan oleh sang Papi. Diam - diam mereka memfoto keintiman anaknya itu.
"Love is in the air Mi." ujar Papi membuat Mami tertawa kecil dan berlalu meninggalkan kamar itu.
Amora memukul dada bidang Percy untuk menghentikan kegilaan Percy yang masih mencumbui nya.
"Ahh stop." desah Amora.
"Beg me, princess." bisik Percy lembut memberikan kecupan diseluruh wajah Amora.
"Please." dengan senyum pongah Percy menyudahi kegilaannya. Mengusap lembut bibir bengkak Amora menghilangkan salivanya.
Diam - diam Percy memasangkan cincin pertunangan ke jari manis Amora. Tersenyum kecil melihat gadisnya sangat berantakan dan merona dibawahnya, ia benarkan mini dress itu dan mengecup kening Amora lembut.
"I love you. I really do." bisik Percy.
"Stop ih aku pusing, aku mau putus! Tapi aku gamau! Gimana dong ini?!" ujar Amora sebal berkaca - kaca.
Tawa Percy mengudara, ah dia sangat merindukan gadisnya merengek seperti ini.
"Well, daripada pusing gimana kalau aku nikahin aja kamu?" goda Percy.
"Shut Up! Kamu kira aku engga tau kalau kamu lanjut ke Berkeley?! Aku engga mau long distance relationship, aku engga bisa, kamu cuma urus kerjaan aja kamu selingkuh apalagi kita jarak jauh?!" balas Amora menggebu - gebu. Percy menarik napas dan tersenyum lembut menarik Amora kedalam pelukannya.
"Kamu engga cape marah - marah, Princess? hm? Dan aku engga selingkuh, Princess. Kamu juga diam - diam apply Harvard? Well hubungan jarak jauh bukan masalah buat aku toh aku bisa susulin kapanpun." Percy menyahut dengan tenang seraya mengeratkan pelukan mereka dan memberikan kecupan gemas.
"Ka-kamu tahu dari mana? Lagian aku cuma iseng apply belum tentu keterima ini." gerutu Amora. Mata gadis itu masih berkaca - kaca, Amora menguap merasa lelah dengan kegilaan yang ia lakukan barusan.
"Ssttt tidur dulu sayang, kita bahas lagi nanti ya." bisik Percy lembut memberikan usapan di punggung gadisnya. Melihat Amora tertidur dipelukannya membuat Percy merasa penuh.
He's crazy in love.
Hi hi aku update lagi, ramein vote & komen nya yah!
Biar aku semangat update HAHAHAHA
