17. Gossip

53 2 0
                                        

Amora baru saja mendarat di tanah air. Rasanya Amora ingin liburan tanpa diganggu dengan acara bisnis keluarga yang menanti. Menghela napas berat Percy yang ia tunggu kabarnya pun tidak dapat dihubungi. Utusan Amora yang mengikuti Percy pun hanya mengatakan bahwa kekasihnya itu baik - baik saja.

Saat ingin memejamkan mata, ponsel Amora berdering cukup keras membuatnya mau tak mau mendengus kasar. Hanya ingin istirahat saja suah, heran. Andre adik sang kekasih menelponnya.

"Halo, kenapa Ndre, tumben lo nelpon." Amora berucap pelan karna firasatnya buruk, ntah kenapa kali ini firasatnya benar benar buruk. Pikiran Amora langsung tertuju pada Percy yang menghilang tanpa ada kabar apapun.

"Apapun yang nanti lo liat dan lo denger gue harap lo ga percaya ya kak, gue tau abang gue, jangan cari tahu apapun cukup tunggu kabar dari dia aja okey? Gue lagi on the way ke rumah lo. Yaudah gue tutup ya bye sissy." Andre enutup telpon begitu saja tanpa memberi Amora waktu untuk menjawab. Untuk saat ini Amora berupaya keras untuk tidak melempar handphone nya.

Brengsek, batin Amora menjerit keras. Inilah alasan selama ini ia betah sendiri tanpa punya hubungan dengan pria. Memang benar lelaki tetaplah lelaki. Pantas saja kekasihnya itu menghilang, menghela napas lebih kasar lagi Amora membuka sosial media nya, dan

BREAKING NEWS
Salah satu pewaris Aldebaran terciduk bermesraan dengan mantan Putri Indonesia. Terlihat sangat mesra ternyata keduanya diakui memang pernah menjadi kekasih. Jennifer Lou mengakui memang dirinya sempat berhubungan dengan Roi Percy Aldebaran dan semalam adalah perteuan yang tidak disengaja saja.

Tidak disengaja, my ass Amora menggerutu keras, ia sangat kesal berita murahan yang sayangnya memang kekasihnya itu lelaki bejat. Amora melangkah keluar dari kamar menuju ruang keluarga dan sudah pasti mendadak rumah besar itu semakin ramai.

"Baby, are you okay? Sini sayang." Yusuf berucap dengan penuh kelembutan kepada putrinya. Amora sudah berkaca - kaca oh ayolah dia baru ini punya kekasih dan patah hati untuk pertama kalinya.

"Papa Amora gamau lagi punya hubungan, gamau udah sampe sini aja gamau dilanjutin, amora takut." ucap Amora meraung - raung dengan keras. Yusuf menghela napasnya. Putrinya ini sudah beranjak dewasa ia pun tak rela sang putri cepat sekali dewasanya.

"Iya sayang sudah jangan nangis lagi, biar Papa yang menghajar kekasihmu itu." gumam Yusuf penuh tekanan seraya memeluk Amora erat tak lupa ia kecup dengan sayang pucuk kepala sang putri.

"Mantan pa Mantan, udah Amora putusin, bodo amat gamau lagi." Amora dengan kesal menjawab tak lupa ia menghentakkan kaki mungilnya ke lantai.
Yusuf tertawa kecil melihat tingkah laku sang putri,
"Iya baby mantan kamu itu, sudah lebih baik kamu bersiap sekarang, kamu harus ikut Launching brand sepupu kamu." hell nah, lagi dan lagi acara bisnis. Baru saja ingin menolak keras, Yusuf mengerlingkan matanya tanda ia tak mau ditolak.

Andre datang dengan kerusuhan karena ya berita sudah ramai tersebar tentu pasti para penjaga di depan tidak mengijinkan Andre masuk, untung saja Andre cerdik dan untung saja dirinya sering main kerumah besar ini.

"Uncle, plis dengerin aku dulu okey? Semua aman sentosa jaya kak Percy engga mungkin melakukan hal buruk apalagi ke kak Amora, aku tau kak Amora udah mutusin kak Percy." dengan nafas terengah - engah Andre menjelaskan jelas ia kerumah ini atas utusan sang keluarga besar.

"Udah deh udah gue lagi gamau bahas apapun tentang mantan, mending lo juga siap - siap deh. Lo engga lupa kan cara nanti malam? Yuk." Andre melongo mendengar ucapan Amora, tidak menyangka respon Amora seperti itu oh ayolah dengan wajah kusut mata bengkak menghiasi paras ayu Amora. Andre meringis membayangkan nasib sang kakak.

Andre bak kerbau yang dicucuk hidungnya mengikuti langkah Amora keatas untuk bersiap diri. Tak lupa ia meminta izin kepada Yusuf. Amora melirik sebal Andre yang masih menggerutu tentang gosip yang usdah beredar.


Amora rasanya sangat malas menghadapi acara bisnis kali ini, dengan gosip yang beredar dan tentu saja seluruh mata memandang dirinya. Menjadi satu - satu nya cucu perempuan keluarga Hamid membuat ia bersinar setrang - terangnya. Cahaya flash bertaburan dimana - mana, wartawan langsung menyerbu dirinya yang baru saja melangkah keluar dari Rolls Royce Phantom hitam.

Dengan sexy a line straps red angkle length dress Amora tampak memukau menampakkan tubuhnya yang putih bersih dan payudara yang menyembul keluar. Amora dengan langkah tegas melewati para wartawan yang ribut menerikkan namanya.

Yusuf melihat Amora dengan tenang anak gadisnya itu tidak perlu diragukan lagi dengan profesionalnya. Andre yang melihat betapa memukaunya claon kakak iparnya itu hanya menelan ludah. Kalau saja Amora tidak melihat dirinya sebagai adik lelaki maka ia yakin seribu persen dirinya akan menggila mengejar Amora.

Sepertinya hari ini adalah hari yang buruk untuk Amora setelah gosip sekarang dia mau tidak mau harus menjawab pertanyaan sang wartawan yang rusuh dan menghadangnya untuk masuk.

"Amora Hamid saat ini apakah anda punya kekasih? Bagaimana kehidupan anda setelah lama tidak mempublish diri anda?" ucapan sang wartawan menggelegar memenuhi telinga Amora.
Amora dengan angkuh mengangkat dagu nya dan tersenyum kecil ah betapa rindunya ia dengan acting.

"Ah kebetulan saya single dan lagipula saya masih menjalankan sekolah saya yah sebagaimana remaja pada umumnya, namun untuk kedepannya saya mungkin akan aktif lagi di dunia entertainment, hanya itu yang bisa saya sampaikan berhubung sepupu saya sudah mengomel saya harus segera masuk terimakasih semuanya." dengan membungkuk memberi salam kepada semua wartawan Amora melenggang ingin pergi.

Amora memang aktif sebagai model dan dulu saat ia masih kecil sempat menjadi pemain sinetron, yah bisa dianggap ia artis cilik dan sampai saat ini hanya aktif sebagai model itupun jika tawaran yang diberikan agency nya aman dan pasti sudah terseleksi langsung oleh sang ayah dan para kakaknya.

Dengan lekukan tubuh yang sempurna semua mata tertuju pada dirinya. Sebenarnya Amora tidak ada niatan seperti ini yah hanya saja Percy sangat mengecewakan jadi untuk apa menangisi pria brengsek, lebih baik seperti ini.

Amora merasakan seseorang merangkul pinggang nya dengan erat dan posesif ah dia kenal siapa pemilik aroma wood-citrus ini siaoalagi jika bukan sang pemilik acara. Ibra mengulum senyum jahil melirik Amora yang mendengus sebal.

Iya Ibrahim Kastara Mahawira, ya memang mereka sepupu jauh karena Aunty nya menikah dengan marga Mahawira jadilah Ibra mengikuti jejak Mahawira tidak mask berkecimpung dengan Hamid.

Kecupan manis Ibra sematkan ke pelipis gadis itu. Amora memutar bola mata nya, kebiasaan. Bagai predator mencari mangsa para wartawan langsung menyerbu mereka lagi dan lagi kilat flash dimana - mana. Amora yakin ini adlaah hal buruk.

"Ibra stop ih." Amora menggerutu keras. Ibra terkekeh mengerling kecil dan langsung menariknya menjauh dari santapan wartawan.

Acara berlangsung megah tapi Amora tidak menikmati sekalipun karena apalagi jika bukan handphone nya semakin ramai walaupan para saudaranya beberapa disini group keluarga sanagt berisik membahas hubungannya dengan Percy dan sekarang ditambah lagi adegan manis dengan Ibra menjadi trending di sosial media.

Tak hanya itu Amora sangat kesal karena sedari tadi Percy menghubunginya dengan entah nomor milik siapa yang mana sudah di blokir oleh Amora, sudah cukup muak dengan semua tingkah mantan nya itu.

"Baby kenapa diem aja sih? Lo seharusnya terbar senyuman manis biar kita makin trending." Ibra dengan segala kelakuan absurdnya yang harus Amora tanggapi.

"Ada gilanya lo Mas Ibra, udah ya cukup bikin gosip gajelas gini huft." Amora meniup poni nya kesal.

"Gosip apaan deh, kita bisa nikah kok toh kita ini saudara jauh." oh ayolah Amora kesal sekali melihat raut tengil Ibra.

Ibra yang mengerti Amora kesal hanya tertawa, dan memeluk pinggang Amora mesra tidak lupa menarik Amora lebih dekat dengan dirinya. Ibra memang menyukai Amora sejak mereka beranjak dewasa. Dengan jarak umur terpaut 3 tahun lebih tua dengan Amora, Ibra semakin yakin bisa mendapatkan Amora.

"Yuk pulang. Uncle dan saudara lo semua kayak mau nelen gue hidup - hidup, ah ya gue engga menerima penolakan apapun Cantik." Ibra berujar dengan tegas saat melihat Amora ingin menolak.















HIIIII IM BACK GIYSSS
AKU MAU LANJUTIN CERITA INI SAMPE END TAMAN + EXTRA PART YAH
YUK VOTE DAN COMMENT LAGI🥹💓

THANKYOOOO

P E R C YTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang