Amora keluar dari ruang ujian dengan riang, akhirnya dirinya bisa bernapas lega. Setelah berbulan-bulan ia romusha, iya maksudnya belajar gitu. Amora celingukan mencari Percy, ya memang siapa lagi yang akan dicari nya?!
"Perasaan udah pada kelar deh." gumam Amora melangkah menuju lobby.
Amora membalas sapaan teman-temannya yang sebenarnya Amora engga ngeh nama nya siapa.
Bruk
Amora terhuyung begitu saja, untung Amora cepat menyeimbangkan tubuhnya agar tidak jatuh, walaupun tumblr a.k.a tempat minum kesayangannya itu rusak menggelinding begitu saja.
"Lo menuh-menuh in jalan!" sentak Jena, kakak Jill yang kelakuan nya sama sekali engga ada positif nya.
"Lo nya aja yang pengen nubruk gue, ini jalan masih lebar painem!" balas Amora kesal, mata nya masih menatap tumblr nya dengan pandangan sedih.
"Ck, udah lah. Males banget ngeladenin cewe manja kayak lo!" gerutu Jena langsung pergi meninggalkan Amora.
Oh ayolah baru saja ia ingin bahagia tapi ada saja yang membuat dirinya kesal.
"Fak u mak lampir!" teriak Amora kencang mengangkat jari tengahnya tak menghiraukan siswa-siswi yang berlalu lalang memperhatikannya.
Sedangkan Percy berada di warung sebelah lapangan yang berada di luar sekolah bersama antek-anteknya.
"Liburan kuy!" tak lain tak bukan Alvero dengan tampang yang sangat antusias membuat Arjuna berdecak jijik.
"Gausah sok imut anjing!" sahut Arjuna langsung menabok lengan kekar Alvero.
Percy hanya menatap kedua nya datar, dengan pelan ia menghisap vape nya, menikmati angin semilir yang berhumbus.
"Tumben gaada Amora?" tanya Herjuna yang baru saja datang dengan si Sella, motor ninja kesayangannya.
Alvero dan Arjuna saling tatap lalu mengangkat bahu nya, dan melanjutkan sebat. Percy mengernyitkan dahi nya.
"LAH IYA ANJING, GUE LUPA!" teriak Percy tiba-tiba membuat yang lain hanya mencibir.
Dengan terburu-buru Percy membereskan tasnya lalu berlari begitu saja kembali ke sekolah.
"Bucin banget jancok!" ledek Herjuna kencang yang sudah pasti tidak mendapat tanggapan.
Percy mengedarkan pandangannya mencari kekasih mungil nya itu. Tidak susah bagi Percy menemukan Amora nya, radar cinta nya udah kuat banget, liat aja sekarang Percy sudah berada disamping Amora yang komuk nya engga banget.
"Halo cantik!" sapa Percy lembut tak lupa mengusap pucuk kepala Amora.
"Dari mana?" tanya Amora pelan, iya dirinya masih sibuk mengelus tumblr kesayangannya.
"Warung sebelah, maaf yah jadi buat kamu nunggu." ujar Percy sangat lembut, ih gemes.
"Udah biasa, yaudah balik yuk!" Amora melangkahkan kaki nya mendahului Percy.
"Kamu kenapa? Kamu marah? Maafin aku sayang, aku kira kamu tadi belum sele-" belum sempat Percy menyelesaikan omongannya, Amora sudah menarik Percy cepat ke basement parkiran.
Setelah melihat keadaan basement, ternyata lumayan rame. Amora menghembuskan napas kasar. Amora tidak peduli dengan mahluk-mahluk yang di basement, ia hanya ingin menubrukkan dirinya ke Percy, meluk maksudnya, anjrit susah amat.
Amora dengan cepat menerjang Percy dengan pelukan. Percy sendiri masih sadar engga sadar untung saja dirinya ini langsung peka terhadap sentuhan, iya sentuhannya Amora doang lainnya mah engga ngefek.
