Ponselnya berbunyi, seketika memecahkan kesunyian di kesendiriannya siang ini. Nara melirik ke arah layarnya, tidak percaya melihat nama tersebut berlalu dari matanya. "Kalila" Ia belum mendengar apapun dari perempuan itu dalam berminggu-minggu. Keraguan sesaat memenuhi dirinya sebelum ia menerima panggilan tersebut.
"Nara?" Suara Kalila terdengar lembut, penuh dengan ketidakyakinan.
"Kal, are you okay?" Nara menyapa perempuan itu dengan halus.
"Ra..." Nara bisa mendengar suara tersebut terdengar lirih.
Di ujung sana, Kalila menarik napas panjang sebelum menjawab.
"Aku gak bisa bicara keras." Ucapnya berbisik, seolah takut ada yang mendengar.
"Kal, tell me. What is going on?"
"Aku cuma mau bilang sorry. Hari itu, Taksa dicegat oleh kawalan Richard saat keluar dari apartment. It is my fault that he knows Taksa was there." Kalila memberikan pengakuan yang membuat Nara tertegun, menyadari ia bahkan tidak bertanya-tanya apa yang terjadi selama satu minggu pria itu menghilang tanpa kabar.
"Aku harap aku tidak membuat semuanya buruk."
Nara duduk di pinggir ranjangnya dengan tangannya menyentuh perut.
"Kamu dimana? I have to know that you are okay. Papa kamu dapat hukuman ringan, kamu tahu kan?" Ucap Nara pada Kalila, menyebutkan pemberitaan yang baru-baru saja hangat di media.
"Kalau bukan karena Taksa, papa akan dipenjara seumur hidup. I am thankful to him."
"Kal, where are you? Richard went into hiding, you can return now."
"Don't find me."
Nara tertegun. Kalila tidak lagi terdengar ceria dan tenang, ia tidak mengenal suara perempuan yang dulu ia panggil sahabat ini lagi. Ia mengkhawatirkan perempuan ini.
"Tell me, where are you?" Suara Nara terdengar bergetar. Ia tidak perlu mengenal Richard untuk mengerti bahwa sosok pria yang ada di pemberitaan karena menghilang dari polisi itu adalah sosok psikopat. Seseorang yang berada di balik Lukman, Hartono dan semua kasus-kasus yang perlahan terungkap seperti membuka lapisan bawang merah. Pria yang tidak menunjukkan rasa bersalah dan merasa dirinya berada di atas hukum.
"Kal,"
"I am okay."
"I can find your location soon. Stay with me. Okay? Please stay." Ucap Nara serius. Ia mengirimkan pesan dan kontak Kalila pada salah satu kenalannya begitu perempuan itu menghubunginya. Keberadaan Kalila adalah hal penting untuknya saat ini.
"No, don't find me."
"Kal, please."
"Aku minta maaf. Dan berterima kasih. To our friendship. I appreciate everything."
Sebelum Nara dapat memberikan respon, panggilan tersebut berakhir. Ia menatap layar ponselnya dan pikirannya berpacu. Ia mengambil kunci mobilnya dan keluar rumah, menghiraukan panggilan asisten rumah tangganya yang berteriak begitu menyadari wanita tersebut meninggalkan halaman rumah.
***
"Your wife's impulsiveness is on another level." Ucap William begitu mendengar laporan dari asisten rumah tangga di rumah Taksa.
Jantung Taksa seperti berhenti. Ia menatap tajam sahabatnya yang baru saja menyadari keberadaan Richard setelah berbagai teror yang pria itu lakukan.
"She is my wife!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Limawan Series: PASSIONATE ALLIANCE
Romance[MATURE STORY - NO KIDS ALLOWED] Nara hancur ketika papanya yang merupakan polisi tertangkap atas dua kasus, pembunuhan dan korupsi. Ia kehilangan segalanya ketika Taksa Julien Limawan menawarkannya untuk menjadi sekutu, pria itu berjanji untuk menc...
