CHAPTER THIRTY-NINE (Ending)

351 20 3
                                        

Ketika pria ini memutuskan untuk terjun ke dunia politik, ia ingin membuktikan bahwa politik dapat mengubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik. And it is true. Tapi ia juga belajar bahwa politik dan moral tidak selalu sejalan. Ambisi dapat membawa seorang pemimpin kepada keputusan yang salah, dan orang-orang yang tamak akan selalu mencari jalan melalui politik.

Taksa Julien Limawan mendapati bahwa politik adalah sebuah seni kehidupan yang tidak akan pernah selesai. Dan kini ia menapaki tanah, menemukan alasan yang lebih kuat dari sekedar rasa suka dan ambisinya untuk mengubah dunia, bahwa ia memiliki kewajiban untuk melindungi orang-orang yang mendukungnya, termasuk orang-orang yang ingin ia lindungi.

Taksa menjadi pusat perhatian malam ini, kemenangannya dengan wakilnya dalam quick count berhasil membuat seluruh tim simpatisan, pendukung dan koleganya merayakan dengan gembira di rumah kemenangan mereka. Alih-alih menikmati atensi setelah press conference yang diadakan beberapa waktu lalu, ia memberikan sinyal kepada orang kepercayaannya, Razak untuk meninggalkan tempat ini dengan segera.

Sebuah pelukan hangat dari belakang membuat Nara sedikit terkejut dan kemudian tersenyum menyadari sosok yang baru saja ia tonton dalam televisi ada disini.

"Jam segini udah pulang?"

"Aku cuma ingin merayakannya sama kamu," bisiknya di telinga Nara dengan pelan.

Nara tertawa kecil, membiarkan dirinya bersandar ke dalam pelukannya. Keduanya mengambil beberapa waktu untuk menikmati pelukan dalam hening.

Satu tahun kebelakang bukan waktu yang mudah untuk keduanya. Terkadang Taksa masih terbangun dari mimpi dimana ia berdiri di tepi kolam yang tenang, memandangi permukaan air yang membawa pergi Kalila dan Richard. Because he knows that Kalila doesn't deserve death. Sementara Nara akan teringat waktu ia kehilangan sahabatnya dan melahirkan anak perempuan mereka di momen yang sama. Rasa sakit dan pahit yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Ia tidak bisa membalas kemarahannya pada Richard atas semua luka yang telah pria itu berikan pada keluarganya dan sulit untuk menerima Kalila pergi dengan cara yang tidak terbayangkan.

Ia pikir ketika semua berakhir, maka semua kesulitan akan berakhir. Namun bagi Nara, semua baru dimulai. Perasaan cinta tidak bisa membuat manusia seketika menutup mata dari kesulitan yang mereka alami.

"You've worked hard. You deserved everything."

Ucap Nara dengan nada rendah. Ia balik memeluk Taksa dengan hangat.

Keduanya mengalami masa sulit. Dihantui rasa bersalah, namun harus menjalani kehidupan mereka seolah tidak ada apapun yang terjadi.

Nara dengan menjadi ibu baru dan menjalani peran sebagai ibu rumah tangga dari politisi ternama, meninggalkan karirnya yang tergolong singkat dan Taksa yang menghadapi dunia politik tidak selalu penuh logika seperti yang ia pikir. Ia tidak ingin kehilangan nyawa-nyawa lainnya.

Taksa tahu setiap pencapaian yang ia raih hanyalah milestone. It is a means to an end, but it is not the end. Mendapatkan posisi menjadi gubernur adalah langkah pertama untuk banyak hal yang harus ia perjuangkan di dalam hidupnya. Dan ia tahu semua ini terjadi bukan karena dirinya sendiri. Ada banyak simpatisan yang mungkin tidak ia kenal yang mendorongnya ke posisi ini.

Pastinya juga keluarganya.

Demi privasi Nara dan putri mereka, Nara menghilang dari publik dan menjauh dari kampanye. Insiden yang terjadi pada Kalila dan Richard membuat Taksa menjadi bulan-bulanan media, butuh waktu untuknya mendapatkan kembali dukungan penuh masyarakat setelah rasa ketidakpercayaan yang muncul dari apa yang terjadi. Ia merasa bersalah menyeret Nara Darsono ke dalam dunia politik, dan kemudian mengeluarkannya dari dunia politik dengan tergesa-gesa.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Apr 26, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

Limawan Series: PASSIONATE ALLIANCECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang