Joohyun menghela nafasnya lega ketika melihat Seulgi dan Seungwan mulai pergi dari sekolah dengan diri mereka masing-masing dari kejauhan.
Kini dirinya masih bersama Yeri tengah bersembunyi di balik bangunan toko kelontong yang agak jauh dari area sekolah mereka.
"Senior Joohyun, gwenchana?" Tanya Yeri akhirnya melihat seniornya itu terlihat lega.
"Nee, terimakasih karena sudah membantu ku" Balas Joohyun merasa beruntung karena akhirnya lepas dari kedua sahabatnya itu yang hari ini terasa benar-benar menguras tenaganya.
"Jika aku boleh tau, sebenernya apa yang terjadi antara senior dengan mereka terlebih dengan Seungwan unnie, bukankah kalian sangat dekat?" Tanya Yeri panjang lebar karena penasaran.
Tanpa banyak beralasan Joohyun pun bersedia menceritakan semuanya pada Yeri, dan Yeri hanya menganggukkan kepalanya terus menerus selama Joohyun bercerita.
"Menurut mu bagaimana? Ini benar-benar aneh kau tau?" Bingung Joohyun masih mencoba mencerna apa yang terjadi hari ini.
"Hmm, aku rasa..." Yeri menggantung kalimatnya membuat Joohyun menatapnya sangat ingin tau apa yang ada di pikiran adik kelasnya itu.
"Kurasa mereka sedang memperebutkan senior, keduanya menyukai senior lebih dari teman dan suatu saat mungkin mereka akan menembak senior secara bersamaan membuat senior harus memilih" Jelas Yeri mengeluarkan semua isi kepalanya dan Joohyun menatapnya tak percaya.
"Aishh, tak mungkin seperti itu. Mereka berdua sahabatku, mana mungkin" Sangkal Joohyun.
"Ya itu hanya pemikiran ku senior, lagipula jika benar memangnya senior tidak memiliki perasaan yang sama terhadap salah satu dari mereka?" Joohyun terdiam mencoba memikirkan apa yang baru saja ia dengar.
"Aku tidak tau" Jawab Joohyun akhirnya, dia masih belum memikirkan tentang hal itu dan juga dia merasa bahwa dia memiliki perasaan yang sama pada keduanya bukan salah satunya.
"Arraseo, lihat saja jika mereka masih melakukan hal serupa dalam waktu panjang kurasa dugaan ku benar" Joohyun hanya menghela nafasnya mendengar balasan adik kelasnya, ia pun beranjak masuk ke dalam toko kelontong dan membeli sebuah minuman lalu memberikannya pada Yeri.
"Ini, sekali lagi terimakasih karena sudah membantuku" Yeri terkekeh melihat itu.
"Aigoo, tidak perlu repot repot senior" Jawab Yeri namun tetap menerima pemberian Joohyun membuat Joohyun berdecak malas.
-
-
-
-
-
Hari hari berjalan seperti tidak seharusnya, karena perkataan Yeri pada hari itu benar-benar terjadi dalam kurun waktu yang panjang sekarang.
Sudah hampir seminggu lebih dan persaingan di antara Seungwan dan juga Seulgi semakin terlihat sangat jelas, meski keduanya tidak pernah mengatakannya secara langsung namun Joohyun bukan orang bodoh.
Ia bisa melihat cara mereka bersikap, bagaimana Seulgi selalu berusaha ada di sisinya, memberikan perhatian lebih dan lain sebagainya. Begitu juga dengan Seungwan yang melakukan hal serupa dan tak jarang juga mereka beradu mulut saat hendak melakukan hal yang sama untuk Joohyun.
Joohyun sendiri terlihat benar-benar bingung sekarang, bagaimana pun juga mereka berdua berharga baginya, tapi di saat yang sama, tak bisa ia pungkiri jika dirinya menyukai keduanya dengan perasaan yang sama kuatnya.
Jika ia memilih salah satu, ia tahu ia akan kehilangan yang lain dan itu adalah sesuatu yang tidak ingin ia alami, namun cepat atau lambat, mau tak mau Joohyun pasti akan di hadapkan pada pilihan untuk memilih salah satu dari mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Rival | WenSeulRene
FanfictionCerita ini bermula ketika gadis bernama Joohyun harus berpisah dengan sahabatnya yang bernama Seungwan, mereka berjanji akan selalu menghubungi satu sama lain meski berbeda tempat. Namun ironis Seungwan tak menepatinya, membuat Joohyun benar-benar s...
