Rumit

182 25 4
                                        

Pagi menyambut dengan cahaya matahari yang mulai masuk ke dalam sebuah kamar melalui cela-cela gorden.

Joohyun yang merasa terganggu dengan cahaya yang masuk, membuka matanya dengan perlahan. Dirinya pun langsung di kejutkan dengan wajah Seulgi yang sangat dekat dengannya sekarang.

Gadis itu reflek mendorong tubuh Seulgi perlahan untuk menjauh, akan tetapi ia semakin di buat terkejut dengan Seulgi yang justru menariknya dan memeluknya erat secara tiba-tiba.

"Y-yah Seulgi-ah!" Kejut Joohyun namun Seulgi hanya bergumam.

"5 menit lagi"

"A-ani, lepaskan aku ingin bangun" Joohyun kembali mendorong gadis yang tiba-tiba memeluknya itu membuat Seulgi akhirnya membuka matanya dan menatap Joohyun tak suka.

"shireo" Gumam Seulgi lalu kembali memeluk Joohyun lebih erat sembari menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Joohyun.

Hal itu tentu membuat Joohyun kembali terkejut, ia pun berusaha untuk terlihat biasa saja, akan tetapi jantungnya terasa berdegup cepat karena Seulgi memeluknya seperti ini.

Joohyun akhirnya hanya bisa menghela nafasnya dan membalas pelukan Seulgi membuat Seulgi tersenyum tipis.

"satu hal yang harus kamu tau, aku sangat menyukai pelukan mu Joohyun-ah" Mendengar hal itu jantung Joohyun semakin berdebar kencang, dan ia benar-benar berharap Seulgi tidak bisa mendengarnya.

Pada akhirnya Joohyun menyerah dan membiarkan Seulgi memeluknya lebih lama, Namun setelahnya Seulgi mulai bernafas lebih teratur, Joohyun menyadari bahwa gadis itu kembali tertidur.

Joohyun menghela napas pelan, merasa bingung dan juga sedikit geli dengan kelakuan sahabatnya itu, ia tidak menyangka bahwa Seulgi berperilaku agak lain di pagi hari ini, akan tetapi di sisi lain, ia juga merasa agak nyaman dalam dekapan Seulgi.

Setelah beberapa menit, Joohyun akhirnya berhasil meloloskan diri dari pelukan Seulgi dan bangkit dari tempat tidur lalu berjalan keluar kamar Seulgi, mendapati ibu Seulgi masih menyiapkan sarapan di tambah ayah Seulgi dan juga adiknya Seulgi yang terlihat ikut membantu sang ibu menyiapkan sarapan.

"Eoh? Joohyun-ah kau sudah bangun rupanya, Dimana Seulgi? kenapa dia tidak ikut bangun bersama mu nak?" Tanya ibu Seulgi.

"Benar, dimana anak itu?" Ayah Seulgi menimpali.

Joohyun hanya tersenyum tipis sebelum akhirnya mengatakan bahwa Seulgi masih tertidur, setelahnya Joohyun ikut membantu ibu Seulgi menyiapkan sarapan lalu ikut sarapan bersama keluarga Kang pagi itu.

Saat masih sarapan, Seulgi akhirnya menunjukkan batang hidungnya karena akhirnya bangun dan keluar dari kamarnya.

"Aigoo lihat seekor beruang baru saja selesai dari hibernasinya" Canda sang ayah.

"Hanya karena hari libur kau selalu saja bangun siang Seul, sengaja ya? Tidak ingin membantu ibu menyiapkan sarapan huh?" Kini sang ibu seolah memarahinya karena kebiasaannya.

Melihat itu Joohyun hanya terkekeh sedangkan Seulgi hanya menunjukkan deretan giginya sebelum akhirnya ikut bergabung untuk sarapan.

Selesai sarapan kini terlihat Seulgi masih sibuk merapihkan tempat tidurnya, Joohyun yang berdiri tidak jauh darinya hanya diam memperhatikan Seulgi sampai akhirnya gadis itu mulai bicara.

"Oh ya, aku masih bingung kau tiba-tiba menginap semalam karena apa?" Tanya Seulgi dengan nada yang penasaran namun terdengar santai.

Joohyun mengalihkan pandangannya dari Seulgi dan terdiam, Seulgi sendiri memilih mendudukkan dirinya di pinggir tempat tidur sembari menunggu jawaban Joohyun.

Joohyun menggigit bibirnya pelan, sedikit ragu untuk menjawab pertanyaan Seulgi. Ia tidak ingin memberi tahu alasan sebenarnya.

"Aku hanya... merasa malas pulang" jawab Joohyun akhirnya, berusaha terdengar santai. Lalu melanjutkan perkataannya.

"Lagipula sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama bukan?" Seulgi menaikkan sebelah alisnya, lalu menepuk tempat di sebelahnya mengisyaratkan Joohyun untuk duduk di sebelahnya.

Dengan sedikit enggan dan keraguan, Joohyun menuruti permintaan itu dengan wajahnya yang agak di tekuk dan bibirnya yang mengerucut.

"Mwoya, apa apaan wajah mu itu" Bingung Seulgi setelah melihat perubahan wajah Joohyun.

"Habisnya kau seperti tidak suka jika aku menginap" Balas Joohyun lanjut merajuk membuat Seulgi terkekeh karena merasa gemas melihat itu.

"Ani, aku menyukainya, aku bahkan berharap kau lebih sering menginap nantinya" Mendengar itu Joohyun merasakan debaran di dadanya lagi. Entah mengapa, Seulgi selalu berhasil membuatnya merasa aneh akhir-akhir ini.

Joohyun menelan ludahnya, tanpa sadar tangannya mengepal di atas pangkuannya mencoba mengatur debaran yang muncul di dadanya.

Seulgi tidak tahu bahwa alasan sebenarnya Joohyun menginap adalah karena ia cemburu dan tak mungkin juga Joohyun mengatakan hal itu secara terang-terangan, ia cemburu melihat Seulgi begitu dekat dengan orang lain kemarin, tertawa dan berbicara seolah mereka memiliki dunia sendiri.

Rasanya aneh, membuat dadanya terasa sesak padahal sebelumnya ia yakin ia memiliki perasaan pada sahabat kecilnya, Seungwan. Bukannya Seulgi.

Tapi entah kenapa kehadiran Seulgi akhir-akhir ini selalu membuat segalanya lebih rumit, dan ia tidak siap menghadapi itu sekarang.

TBC

























































Hi?






























Sumpah ya author minta maaf banget karena menghilang dari lane lama banget 😔😔😔

Berapa lama author hilang? Author aja bahkan gak tau jadi sorry banget yaaa buat kalian yang masih setia nungguin cerita ini nunggu lamaa bangettt

Tapi aku juga mau berterimakasih banget ke kalian yang emang bener bener setia nunggu author anomali ini balik 🙇🙌❤

Jujur aja author emang lagi di masa sibuk-sibuknya jadi kelas 12 bahkan kemarin author baru kelar ujian praktek makanya ini author baru lanjut lagi.

So thankyou banget yang masih setia nunggu update author dan juga maaf sekali lagi, peace ✌🏻😁

Sampai jumpa di chapter selanjutnya 🙌🏻

Rival | WenSeulReneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang