SeKai / HunKai FanFiction
Hurt & Comfort, bxb!friend-to-lovers ⚠️
.
.
.
Hari kepergian Sehun semakin dekat, dengan itu intensitas 'kejutan' yang Sehun berikan untuk Jongin makin sering lagi. Contohnya seperti saat ini.
Jongin baru saja keluar ruang ganti untuk memulai shiftnya, tiba-tiba pelanggan langsung memanggilnya. Mereka memanggil bukan untuk menyebutkan pesanan atau komplain, tetapi mereka hanya memberikan setangkai mawar merah padanya. "Ini untukmu."
"A-ah. Terima kasih." Jongin mengernyit bingung tetapi tetap menerimanya.
Tidak hanya satu pelanggan, semua pelanggan bergantian memanggilnya untuk memberikan bunga yang sama padanya. Ketika dia sudah di pelanggan terakhir, bunga yang diberikan sedikit berbeda, kali ini ada secarik kertas di depannya.
Fighting for today.
See u tonight
Xx.
Tepat setelah Jongin selesai membaca carik kertas tersebut, seseorang mengetuk-ngetuk kaca restoran. Jongin menoleh dan seperti dugaannya, ada Sehun di sana.
Dia menggeleng-geleng melihat tingkat Sehun yang benar-benar membuatnya terkesan. "Ini untukku?" Tanyanya sambil menunjukkan sekitar 10 mawar di pelukannya.
Sehun mengangguk. Setelah itu dia melambaikan tangannya, kemudian pergi.
"Sepertinya aku harus menghukumnya karena terus-menerus mengganggu karyawanku." Junmyeon tiba-tiba muncul di belakang Jongin. Dia juga menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah adik semata wayangnya itu.
Jongin tertawa kecil mendengarnya. Ia tahu Junmyeon hanya bercanda, tidak mungkin dia benar-benar menghukum Sehun.
"Butuh bantuan?" Tawar Junmyeon sambil menjulurkan tangannya.
"Aku titip ya, hyung." Jongin memberikan bunga yang ada di pelukannya ke tangan Junmyeon. Dia harus kembali bekerja, tidak ada waktu untik berlarut-larut terbawa perasaan karena kejutan Sehun.
"Aku simpan di lokermu ya." Kata Junmyeon dan Jongin mengangguk. Untung saja karyawan di sana semuanya sudah paham tentang siapa itu Jongin. Kalau tidak, pasti mereka bingung melihat Junmyeon membantu Jongin— karyawannya— untuk mengangkut barangnya.
•••••
Sehun sudah menyiapkan 'kejutan' puncak untuk Jongin sebelum hari kepergiannya. Seperti sebelumnya saat mereka mengunjungi Everland untuk melihat Panda, kali ini Sehun juga membawa Jongin pergi sambil menutup matanya.
"Kali ini kau mau membawaku kemana?" Tanya Jongin. Sebenarnya dia sudah bisa menebak saat mendengar deburan ombak di sekitarnya.
"Rahasia." Sehun menjawab dengan antusias. Dia sudah memikirkan kejutan ini sejak lama, dan berkat bantuan Junmyeon, semuanya bisa terealisasi.
Jongin berjalan dengan hati-hati di atas pasir dengan bantuan Sehun. Hingga Sehun memberinya aba-aba untuk berhenti, barulah dia berhenti melangkah. "Sudah sampai?" Tanyanya.
"Sudah."
"Boleh aku buka penutup matanya sekarang?"
"Tentu." Sehun merasa antusias dan sedikit cemas. Ia cemas memikirkan kemungkinan bahwa mungkin saja ide kejutannya tidak menarik bagi Jongin.
KAMU SEDANG MEMBACA
UNWANTED
FanfictionKatanya, keluarga itu adalah rumah. Namun rasa-rasanya hal itu tidak berlaku bagi Kim Jongin. Sejak kecil ia harus dihadapkan pada kenyataan bahwa keluarganya sangat membenci dan selalu merendahkannya. Tidak ada satupun anggota keluarga yang menging...
