21

198 32 6
                                        

SeKai / HunKai FanFiction

Hurt & Comfort, bxb!friend-to-lovers ⚠️

.
.
.

Setelah Sehun melanjutkan pendidikan ke London, hubungan dia dan Jongin masih berjalan baik seperti biasa. Komunikasi mereka lancar. Setiap hari keduanya saling bertukar pesan, bahkan mereka juga tidak jarang melakukan panggilan video seperti saat ini.

"Kau belum tidur?" Tanya Jongin pada Sehun di seberang sana. Di London harusnya sudah tengah malam, tapi kekasihnya itu malah melakukan panggilan video dengannya.

"Belum ngantuk." Jawab Sehun, tapi dari layar Jongin bisa melihat kekasihnya itu terlihat lelah. Kantung matanya terlihat jelas.

Untung saja hari itu Jongin kebagian shift sore, jadi dia bisa bersantai dulu pagi ini.

"Bagaimana kuliahmu?" Sudah hampir dua bulan sejak Sehun ke London dan memulai kehidupan kuliahnya. Beberapa hari ini Sehun mengeluh tugas kuliahnya cukup berat, tapi biasanya dia tetap terlihat baik-baik saja, berbeda dengan kali ini.

"Lumayan," balas Sehun tanpa ekspresi. "Tapi kau tau? Atap apartemenku bocor. Mereka sudah minta maaf dan memberiku kamar lain yang lebih besar sebagai kompensasi. Tapi aku jadi harus berkemas untuk pindah. Merepotkan sekali." Keluh Sehun dengan panjang lebar. Jongin tersenyum penuh pengertian mendengarnya.

"Jadi, kau kelelahan karena harus pindah kamar?"

"Iya. Buang-buang energiku saja."

"Tapi kau sudah makan malam?" Tanya Jongin.

"Sudah, tadi aku pesan pizza."

"Hanya pizza? Tidak makan nasi?" Tanya Jongin dengan polosnya. Bagaimanapun juga, mereka itu orang Asia. Makan tanpa nasi? Itu hanya cemilan.

"This is London, Jongin." Ledek Sehun dengan menggunakan bahasa Inggris, sengaja ingin membuat Jongin kesal.

"Astaga, baru dua bulan pergi saja kau sudah bergaya sok Inggris!" Jongin mengoceh sebal.

"No no no, don't speak in Korean. Just English please."

"Oh begitu? Ya sudah kalau begitu tutup saja teleponnya. Bukan aku yang menghubungimu, kau yang menghubungiku duluan. Kalau ingin bicara denganku, bicara dengan bahasa Korea yang baik dan benar. Jangan mengejek satu-satunya bahasa yang kubisa!" Jongin mengoceh dengan cepat dan panjang hingga membuat Sehun di seberang sana langsung tertawa. Semenyenangkan itu baginya melihat Jongin ngomel-ngomel dengan lucu.

"Kau malah tertawa." Jongin mendengus pelan.

"Aku merindukanmu!" Ungkap Sehun tiba-tiba. Dari balik layarnya dia menatap mata Jongin dengan lekat.

"Berhenti menggodaku, Oh Sehun."

"Kau semakin cantik."

"Oke aku akan matikan teleponnya."

"Jangan, jangan! Oke, aku tidak akan menggodamu lagi."

"Bagus!"

"Jadi, bagaimana kerjaanmu?" Sehun mengalihkan topik pembicaraan. Dia sudah dengar beberapa informasi tentang perkembangan kerjaan Jongin dari kakaknya tapi dia ingin mendengar langsung dari kekasihnya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 28, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

UNWANTEDTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang