Laman situs jual beli rumah yang ia kunjungi malam itu rupanya membawa ia pada sebuah ikatan pernikahan dengan wanita yang belum ia kenali sebelumnya. Mempertemukan ia dengan sosok Erinna- wanita mandiri yang sedang Wisnu cari.
Tidak tau pasti apa...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kehidupan mereka setelah pengakuan cinta Wisnu kala itu berubah 180 derajat.
Wisnu pria menyebalkan yang Erin kenal kini berubah menjadi lebih perhatian padanya, bahkan kini ia ikut membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Setelah Erin memasak Wisnu menawarkan diri untuk mencuci piring, ketika Erin mencuci pakaian Wisnu menawarkan diri untuk menjemur, ketika Erin kesulitan mengambil sesuatu Wisnu tiba-tiba datang dan membantunya, kini tidak pernah sedikit pun Wisnu membiarkan istrinya mengerjakan semuanya sendirian.
Seperti sekarang ini, Erin tersenyum kecil kala melihat suaminya yang tengah berkutat dengan peralatan bekas makan, sabun cuci piring serta apron yang melekat pada tubuhnya. Wisnu dengan sukarela membantunya, meski Erin bilang tidak usah ia tetap memaksa. Kalau dulu Erin mengerjakan semuanya sendirian, sekarang Wisnu sudah ribut ingin membantunya seperti toddler yang selalu ingin tahu kegiatan ibunya bahkan Wisnu kadang mengintip, atau tiba-tiba muncul dihadapanya dan yang selalu membuat Erin kaget Wisnu selalu memeluknya dari belakang ketika sedang memasak. Satu hal yang selalu membuat hati Erin hampir melompat keluar.
"Kenapa dilihatin terus? Mas gak salah kan cuci piringnya?"
Erin tersadar, menatap suaminya lama-lama memang selalu membuatnya hilang akal.
"Engga kok, cuma mau lihatin aja hehe."
Wisnu tersenyum kecil, "Nanti kamu naksir."
"Kan emang udah naksir."
Erin tidak beranjak dari tempatnya ia justru menopangkan dagunya memandang suaminya dengan tatapan penuh sayang. "Mas Wisnu lucu hihi.."
"Hah? saya kan ngga lagi ngelawak."
"Bukan, bukan lucu dalam konteks itu. Tapi lucu yang gemes gituu."
Sial, Wisnu tidak bisa menyembunyikan senyumnya bahkan wajahnya sudah merah padam sampai ke telinga. salbrut. salting brutal
Erin terkekeh, suaminya itu semakin lucu kalau sedang salting...
Prangggg
Lolos, satu piring lolos dari tangan Wisnu. Erin kaget, Wisnu melongo. Detik berikutnya mereka tertawa. Sesi cuci piring selesai, meski harus mengorbankan satu piring pecah mereka tetap merasa senang entah karena apa.
Smart TV berukuran 77 inchi dengan sofa empuk yang saling berhadapan membuat ruangan itu selalu nyaman ditempati. Jika dulu hanya ditempati sendiri-sendiri atau bergantian, sekarang dapat mereka tempati berdua. Sofa yang luas nan empuk membuat Erin memilih bersandar pada suaminya dan Wisnu tidak keberatan, ini kegemaran barunya, memangku Erin lalu menghirup dalam-dalam rambutnya yang selalu harum memabukkan.
Sisa waktu hari ini mereka habiskan dengan menonton film, walau Wisnu tidak benar-benar fokus dengan filmnya karena ia memilih fokus memperhatikan ekspresi wajah istrinya. Tawanya, senyumnya, paniknya, sedihnya, takutnya semua ekspresi Erin ia rekam dalam memorinya.