30; leftover

430 33 10
                                        


Hidup memang tidak selamanya indah, tidak selamanya manis, bahkan tidak ada kehidupan yang sempurna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Hidup memang tidak selamanya indah, tidak selamanya manis, bahkan tidak ada kehidupan yang sempurna. Hari-hari yang Erin jalani selama ini seperti berjalan di atas lahan berduri. Hingga saat ada seseorang yang berusaha menariknya dari lahan itu pada akhirnya ia kembali terjatuh. Untuk yang kesekian kali, Erin patah lagi. Disaat ia mulai merasakan cinta kembali, harapannya harus pupus oleh keadaan yang memaksanya untuk pergi.

Keputusan sang mama sudah bulat. Ia mau mereka berpisah. Menjalani hidup masing-masing dan kembali ke setelan awal. Jika itu dulu, mungkin tidak akan berat bagi Erin. Tapi sekarang, bagaimana ia harus melepaskan orang yang ia cintai untuk yang kedua kali? Apakah hidupnya hanya tentang melepaskan? merelakan? dimana kebahagiaan yang selama ini ia harapkan?

Berulang kali Wisnu bilang akan tetap pada pilihannya, berulang kali juga masalah akan datang menghampiri mereka. Badai masalah agaknya memang tidak pernah mau pergi dari kehidupan mereka. 

Setelah beberapa waktu lalu  brand ambassadornya mendapat masalah dan ikut membuat namanya terseret, kini perusaahan yang wisnu pimpin kembali mendapat sorotan negatif setelah sebuah postingan menyebutkan bahwa produk eleena menyebabkan kerusakan parah pada wajah  mulai viral dan menyebar dengan cepat. Orang-orang mulai panik dan meminta perusahaan untuk segera membuat klarifikasi. Berita ini tentunya membuat Erin dan Wisnu tertekan, padahal perusahaan mereka baru saja mendapat respon positif dari masyarakat karena Morgen  ikut andil di dalamnya sebagai brand ambassador yang baru. 

Tidak mau berlarut-larut berada dalam kubangan masalah, Wisnu segera mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Ia melakukan pengecekan mulai dari bahan, proses produksi, pengemasan serta uji keamanan. Memastikan bahwa apa yang terjadi di lapangan bukanlah kesalahannya. Sampai akhirnya pernyataan resmi itu terbit untuk menjelaskan situasi serta fakta yang sebenarnya, juga tengah berdiskusi dengan pihak terkait untuk memberikan konsultasi serta bantuan medis. Wisnu pikir itu sudah cukup sampai akhirnya pihak terkait meminta untuk membawa masalah ini ke jalur hukum dan postingan negatif tentang produk-produk eleena semakin menjamur di media sosial membuatnya semakin penasaran siapa dalang dibalik semua ini. 

Disisi lain, Erin kembali menerima pesan dari ibu mertuanya, berisi permintaan untuk segera berpisah dengan Wisnu. Pesan yang entah sudah keberapa kali ibunya kirim itu selalu Erin hiraukan, tapi kali ini pesan itu terasa berbeda. Buru-buru Erin menyembunyikan ponselnya saat Wisnu yang baru saja selesai menelepon kini menghampirinya. Wajah lesunya sangat terlihat jelas, tentu saja ini masih soal permasalahan yang sedang perusahaannya hadapi. 

"Gimana katanya?" Erin menanyakan hasil pembicaraan Wisnu dengan ahli hukumnya barusan. 

"Mereka tetap mau bawa ke jalur hukum, katanya mereka punya bukti kalau produk eleena berbahaya." 

Erin mengelus pundak suaminya dengan lembut, lalu menyelipkan kalimat penenang untuk Wisnu, "Ngga apa-apa, kita juga harus buktiin kalau tuduhan mereka itu salah. Ya?" 

Wisnu & ErinnaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang