──── P r o o f ────
.
.
.
.
.
Chapter sebelumnya ...
[Name] membulatkan matanya, gadis itu berdiri dari duduknya menciptakan suara yang cukup berisik, masih dengan menatap pemuda bernama Kaji yang duduk di depannya.
Gadis itu menatap seisi kelas.
Hingga suara Sakura mengambil alih atensi [name]. "Kenapa tidak dia saja yang menjadi ketua kelas?" teriak pemuda dwiwarna itu sembari menunjuk [name].
Dengan rambut yang masih berantakan, [name] menoleh cepat, ia melotot tak percaya. "Apa!"
🎐
"Tunggu dulu. Apa maksudmu dengan menjadi ketua kelas?" ujar [name] sembari memelototi Sakura. Gadis itu berjalan menghampiri si pemuda bersurai monokrom dengan alis menekuk tajam serta kebingungan di wajahnya.
Kiryu dengan jahil mengeluarkan ejekan, "Huuu, [name]-chan ketahuan tidak membaca pesan di grup!" seru pemuda bersurai merah muda itu tepat mengenai sasaran.
Remaja bermanik blueberry itu hanya mampu terdiam membeku, biar bagaimanapun yang dikatakan Kiryu memang benar.
"[Name]-kun, kita sedang memilih siapa yang akan menjadi ketua kelas di sini. Dan mereka akan mengawasi pemilihannya," jelas Suo mengisi pertanyaan gadis berkedok laki-laki tersebut. Pemuda beranting itu memandang [name] dengan senyum maklum.
Netra biru milik [name] bergulir melihat tiga orang yang tak lagi asing, mereka anak kelas dua. Gadis itu sungguh terlelap dalam tidurnya, sampai-sampai tidak menyadari kehadiran ketiganya. Terlebih Ia ketahuan tertidur saat teman-temannya sibuk berunding.
[Name] dengan kesal menunjuk Sakura. "Lalu kenapa dia menunjukku?" semburnya memprotes tindakan pemuda dwiwarna tersebut. Kedua remaja berambut unik itu saling menatap seolah ada kilatan listrik di antara mereka.
"Eh? Sakura-kun, kami sudah memilihmu. Apa yang kau khawatirkan?" ucap Tsugeura dengan wajah penuh keyakinan.
Tadinya saat [name] tengah tertidur, Sakura sudah lebih dulu ditunjuk untuk menjadi ketua kelas 1-1. Semua berawal dari Suo yang mengusulkan pemuda bermanik heterochromia itu guna menempati posisi sebagai pemimpin kelas.
Usulan Suo mendapat banyak dukungan dari teman kelasnya yang lain, tapi justru Sakura menolak. Lelaki bersurai ganda itu merasa ragu dengan dirinya sendiri, Ia pun berdalih dengan menunjuk [name] yang tidak tahu apa-apa.
"Kau dengar? Mereka sudah menunjukmu! Lagipula tidak ada yang memilihku sebelumnya," sahut gadis berkedok laki-laki itu pada Sakura.
"Ada, aku memilihmu!" balas Sakura membela diri.
[Name] tersentak, Ia memprotes, "Tetap saja, itu tidak sah!"
Sakura dan [name] terus melempar kata-kata, keduanya sudah seperti kucing garong. Nirei kelewat panik saat kedua remaja tersebut makin menjadi, pemuda itu sudah mendesak ketiga temannya yang lain untuk melerai, namun mereka hanya tersenyum pasrah.
Bahkan Enomoto sampai memijat batang hidungnya, Sakura dan [name] membuat pemuda dengan alis berjarak itu sakit kepala. Mereka sampai tak menyadari bahwa lelaki yang memakai headphone di pojok sana sudah menghabiskan permennya.
"Kenapa kalian berisik sekali? Ini hanya pemilihan ketua kelas! Aku tidak menyuruh kalian untuk menjadi perwakilan sekolah!" Teriakan tiba-tiba dari pemuda bernama Kaji Ren itu membuat seisi kelas terkejut dan sontak menutup kedua telinga mereka. Sampai membuat [name] dan Sakura kini tak lagi saling menjambak rambut.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝙋𝙧𝙤𝙛𝙛 | 𝗪𝗶𝗻𝗱 𝗕𝗿𝗲𝗮𝗸𝗲𝗿
Fanfiction"Jangan menilaiku dengan standar yang kau buat, aku lebih suka menjadi diriku sendiri. Karena aku bukan orang lain." Seorang remaja yang selalu disebut sebagai sebuah produk gagal yang terlahir di dunia, disepelekan, dan direndahkan. Demi memenuhi p...
