Hihi maaf yaa author baru update soalnya kelupaan kalau author punya cerita 😭😭 jangan lupa vote
---Happy reading---
Dengan napas yang masih tersengal dan tubuh penuh luka, Anesha dan Louis berdiri di tengah ruangan batu kuno itu. Di hadapan mereka, makhluk-makhluk penjaga Permata Sakti mulai mendekat perlahan, mengelilingi mereka dari segala sisi. Ukuran mereka lebih besar dari makhluk sebelumnya, tubuh mereka terbuat dari bayangan yang bergerak dan berubah bentuk, seperti asap pekat yang hidup.
Permata Sakti di atas pedestal memancarkan cahaya yang berdenyut pelan—seolah jantung dari kekuatan kuno yang tersembunyi di balik lorong-lorong ini. Cahaya itu menembus kegelapan, dan setiap denyutnya seperti menantang siapa pun yang berani mendekat.
"Ini bukan makhluk biasa," kata Louis pelan. "Mereka... seperti terbuat dari kegelapan itu sendiri."
Anesha memperhatikan sekeliling, mencoba menganalisis. "Mereka tidak bergerak gegabah. Sepertinya mereka hanya akan menyerang jika kita mendekat ke permata."
Louis mengangguk. "Berarti kita harus memecah fokus mereka. Kau dekati sisi kanan, aku ke kiri. Kita serang bersamaan."
Tanpa berkata lebih lanjut, mereka mulai bergerak perlahan, masing-masing menyisir sisi ruangan sambil menjaga jarak dari makhluk-makhluk itu. Saat mereka mencapai titik yang cukup dekat ke pedestal, makhluk-makhluk itu mulai menggeram, suara mereka seperti bisikan ribuan jiwa yang tersiksa.
Lalu, dalam sekejap, semuanya terjadi bersamaan.
Makhluk-makhluk itu menerjang dari berbagai arah, membentuk gelombang kegelapan yang menyapu ruangan. Louis melompat ke depan, membentuk perisai cahaya dari pedangnya yang kini menyala terang. Anesha berputar, membentuk lingkaran pertahanan dengan pedangnya yang mulai bersinar biru terang.
Sebuah ledakan cahaya meledak di tengah ruangan.
Dari atas pedestal, Permata Sakti bersinar lebih terang. Tiba-tiba, seolah merespons kehadiran mereka, cahaya dari permata itu membentuk lingkaran di sekeliling pedestal, membentuk semacam pelindung.
Anesha, yang hampir terhempas oleh salah satu makhluk bayangan, berteriak, "Kita tidak bisa melawan semua makhluk ini dengan cara biasa! Kita harus gunakan permatanya!"
Louis melirik pedestal. "Tapi bagaimana cara—"
Sebelum kalimat itu selesai, salah satu makhluk berhasil memukul Louis hingga terlempar ke dinding. Anesha menjerit dan berlari ke arahnya, tapi sebelum ia bisa mencapai Louis, makhluk terbesar di antara mereka muncul dari kegelapan.
Tinggi lima meter. Matanya merah menyala. Tubuhnya seperti kumpulan kegelapan yang padat.
Makhluk itu mengangkat tangannya dan menyatukan kedua cakarnya, siap menghancurkan mereka. Tapi tepat saat itu, Louis—meski terluka—melempar medali perak ke arah Anesha.
"Gunakan itu!"
Anesha menangkap medali itu, dan dalam sekejap, medali itu bereaksi terhadap cahaya Permata Sakti. Cahaya dari medali menyatu dengan cahaya dari permata, dan dalam sekejap, sebuah simbol kuno bercahaya muncul di langit-langit ruangan, menggema dengan kekuatan sihir kuno yang telah lama terkunci.
Tiba-tiba, tubuh Anesha diliputi oleh cahaya perak. Rambutnya berayun karena energi yang muncul di sekitarnya, dan pedangnya berubah bentuk—menjadi lebih panjang, dengan ukiran kuno di sepanjang bilahnya, menyala biru perak.
"Kau adalah Pewaris Cahaya," terdengar suara dari dalam dirinya, entah dari mana datangnya. "Hanya kau yang bisa mengakhiri kegelapan ini."
Dengan kekuatan baru, Anesha melompat tinggi, menghindari cakar makhluk besar itu, lalu menebasnya dari atas. Tebasannya bukan hanya memotong, tapi menghapus kegelapan itu—makhluk itu menjerit dan menghilang seperti asap tertiup angin.
KAMU SEDANG MEMBACA
who is she??
Teen FictionSeorang anesha si gadis bar bar yang Bertransmigrasi ke tubuh wanita yang menurutnya adalah gembel . Ia Bertransmigrasi di zaman kuno " GA mungkin anj muka gua mirip gembel, Ini pasti lu lagi ngerjain guaa kan temmm " tuduh anesh kepada sistem Leb...
