17

30 2 2
                                        

Upppp






---Happy reading---






Langit menghitam seperti tinta yang tumpah dari luka langit. Petir tak lagi hanya kilatan cahaya — mereka menjadi retakan realitas. Tanah di bawah kaki Anesha dan Louis terbelah, dan dari jurang itu... muncul makhluk-makhluk purba yang tertidur selama ribuan tahun.

Empat Siluman Abadi.
Penjaga dunia lama. Para penggagas kegelapan.
Mereka bukan hanya bayangan — mereka adalah kehendak kehancuran.

---

  1. Zevaroth si Pemakan Cahaya
Bentuknya seperti naga bercangkang hitam, matanya memuntahkan sinar yang membakar.

  "Permata telah dibangunkan... saatnya kami mengambil kembali dunia ini."

  2. Ith'rel si Pengurai Waktu
Ia berjalan seperti angin, setiap langkahnya membuat usia pohon dan batu menjadi debu.

  "Waktu kalian sudah habis..."

  3. Khazulon si Penyatu Jiwa
Ia menyatu dari ribuan wajah manusia, dan setiap kali berbicara, suara-suara mereka saling tumpang tindih.

  "Kami lahir dari ketakutan kalian."

4. Tameris si Ratu Kekosongan
Ia melayang seperti kabut, tubuhnya berpendar ungu gelap.

  "Kalian bukan penantang. Kalian hanya percikan terakhir sebelum lilin padam."

---

TAPI PERMATA SAKTI MULAI BERCAHAYA.
Anesha dan Louis merasakan tubuh mereka terangkat. Cahaya permata masuk ke dalam dada mereka, membangkitkan kekuatan yang lebih besar daripada apapun yang pernah mereka rasakan.

Mereka melihat dunia:
●Gunung yang retak.
●Laut yang bergolak.
●Kota-kota yang mulai tenggelam.

Dan suara terdalam dari permata berkata:

  “Satu pengorbanan akan menyelamatkan dunia. Hanya satu.”

Mereka saling pandang. Mata Louis merah karena darah. Wajah Anesha penuh luka, tapi ia tetap tersenyum lemah.

---

  Anesha bicara dulu:
“Kalau hanya satu yang bisa keluar hidup-hidup, itu harus kamu.”

Louis menggeleng. “Aku tidak akan hidup di dunia yang tidak punya kamu.”

   Permata itu tidak bisa dipakai bersama. Salah satu dari mereka harus menjadi Penjaga Baru Dunia… dan membakar seluruh jiwanya demi menyegel para siluman kembali.

---

  Siluman-siluman sudah mendekat.

Dan… tanpa peringatan…

Anesha mendorong Louis menjauh.
Ia meraih permata itu, dan dalam sekejap, tubuhnya terselubung cahaya putih keperakan.

  “Maafkan aku, Louis… Tapi ini pilihanku.”

“ANESHA! JANGAN!!”

Tapi dia hanya tersenyum. “Kamu… harus hidup. Dan ceritakan segalanya. Janjikan itu padaku.”

---

  PERMATA MELEDAK DALAM CAHAYA PUTIH.
Cahaya yang menelan semua kegelapan.
Menghancurkan semua siluman.
Membakar waktu. Membelah dimensi.
Dan menyegel para siluman untuk selamanya… di dalam inti dunia.

kekacauan pun berakhir hingga sadar dari kesakitan ini Louis mencari anesha dan menemukan anesha yang tergeletak penuh darah ia membawanya kembali ke kerajaan vandoria

who is she??Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang