---Happy reading---
"Berikan aku cermin," katanya kepada sistem.
Sistem menuruti perkataan Aesha dan memberikannya cermin. Saat Aesha melihat dirinya di pantulan cermin, ia terpaku. Ia terlihat cantik jelita. Rambutnya yang hitam legam berkilauan di bawah cahaya lampu, matanya yang cokelat berbinar-binar, dan kulitnya yang putih bersih tampak sempurna. Dengan pakai sederhananya , anesha memancarkan aura kecantikan yang luar biasa .
Aesha tersenyum, merasa puas dengan apa yang dilihatnya. Untuk pertama kalinya, ia merasa percaya diri dengan penampilannya.
"Ini mah udah cocok jadi calon menantu Pangeran Louis, eh tapi gua ngga tau rupanya sih," gumamnya pelan. "Oke Tem, tunjukkan dimana Pangeran Louis berada," ujarnya dengan semangat 45 .
"Maaf Nona, Anda harus berusaha sendiri," jawab Sistem.
"Apa, asuuu luu Temm," maki Anesha kesal.
Anesha menggerutu kesal. Dia tidak percaya bahwa Sistem menolak membantunya. Padahal, dia sudah berulang kali memohon agar asisten virtualnya, menunjukkan lokasi Pangeran Louis. Aesha sangat ingin bertemu Pangeran Louis, yang terkenal tampan dan memiliki hati yang baik.
"Kenapa sih harus susah-susah? Kenapa sistem gak mau bantu?" gumam Anesha.
" Ribet anjay tu pangeran , pake kabur dari kerajaan segala " kesal anesha
" mau nyari dia di mana njir , kalau ga tau jalan sama aja cui " ujar anesha sambil bersenandung tanpa sadar menendang batu kecil dan mengenai seseorang
Orang yang terkena lemparan batu kecil itu menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Anesha. Ia adalah seorang pria dengan penampilan yang menarik perhatian: mengenakan mantel panjang berwarna biru tua, sepatu kulit yang terlihat mahal, serta rambut pirang keemasan yang tergerai sedikit berantakan. Tatapannya tajam, namun senyuman tipis terukir di wajahnya.
"Permisi, siapa yang menendang batu ini? Kaki saya jadi sedikit sakit," ujarnya dengan nada ramah, meskipun tampak sedikit heran.
Anesha, yang menyadari apa yang terjadi, segera mendekat dengan raut wajah penuh penyesalan. "Oh, maaf sekali! Saya benar-benar tidak sengaja. Tadi saya sedang melamun," ucapnya cepat, mencoba menjelaskan.
Pria itu tertawa kecil, melirik Anesha dengan santai. "Tidak apa-apa. Tapi kelihatannya Anda sedang banyak pikiran, sampai batu kecil pun menjadi korban."
Anesha mendengus, merasa sedikit tersindir. "Ya, mungkin benar juga. Tapi... maaf, boleh tahu Anda siapa? Penampilan Anda agak berbeda dibanding orang-orang di sini."
Pria itu memandang Anesha sejenak sebelum menjawab dengan tenang, "Nama saya Louis. Saya hanya sedang berjalan-jalan untuk mencari suasana baru."
Anesha terdiam mendengar nama itu. Matanya sedikit membesar, namun ia berusaha menutupi keterkejutannya. Louis? Apakah ini hanya kebetulan? pikirnya. Namun, ia memutuskan untuk tetap bersikap biasa.
"Louis? Nama yang bagus. Nama saya Anesha. Kebetulan saya juga sedang berjalan-jalan, meskipun... jujur saja, saya sedikit tersesat," katanya sambil tersenyum canggung.
Louis tersenyum kembali, kali ini sedikit lebih dalam, seperti menyembunyikan sesuatu. "Tersesat? Kalau begitu, apakah Anda membutuhkan bantuan untuk menemukan jalan?"
Anesha mengangguk dengan cepat. "Tentu saja! Kebetulan saya memang sedang mencari seseorang. Namun, pencariannya tidak mudah."
Louis memiringkan kepalanya, penasaran. "Siapa yang Anda cari, jika boleh tahu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
who is she??
Fiksyen RemajaSeorang anesha si gadis bar bar yang Bertransmigrasi ke tubuh wanita yang menurutnya adalah gembel . Ia Bertransmigrasi di zaman kuno " GA mungkin anj muka gua mirip gembel, Ini pasti lu lagi ngerjain guaa kan temmm " tuduh anesh kepada sistem Leb...
