---Happy reading---
Anesha melanjutkan perjalanannya menuju kota yang sama sekali tidak ia kenali.
"Haduh, ini harus ke mana lagi sih?" keluhnya sambil mengusap wajah, merasa frustasi.
Tiba-tiba, suara derap kaki kuda terdengar mendekat. Seorang pemuda tampan dengan aura bangsawan menghentikan kudanya di dekatnya.
"Butuh bantuan, nona?" tanya pemuda itu dengan suara lembut.
Anesha berbalik dan menatap pemuda itu. Mata cokelat keemasannya yang tajam, wajahnya yang gagah, serta posturnya yang tegap membuatnya terpesona. Satu kata spontan meluncur dari bibirnya,
"Tampan..."
Pemuda itu tersenyum tipis, seolah terbiasa mendapat pujian semacam itu. "Saya melihat Anda tampak kebingungan. Apakah Anda tersesat?"
Anesha terkesiap, buru-buru menggelengkan kepalanya. "Eh... iya. Saya tersesat. Saya tidak tahu di mana saya berada."
"Nama saya Alvian. Saya bisa mengantar Anda ke kota terdekat. Bagaimana?" tawarnya sopan.
Anesha sedikit ragu, tapi melihat Alvian yang tampak bisa dipercaya, ia akhirnya mengangguk. "Benarkah? Terima kasih, tapi—"
"Jangan sungkan, nona. Saya senang membantu."
Dengan hati-hati, Alvian mengulurkan tangannya untuk membantu Anesha naik ke atas kudanya. Anesha merasakan telapak tangan Alvian yang hangat saat membantunya duduk.
"Anda ingin pergi ke mana, nona?" tanyanya saat mereka mulai menunggangi kuda.
"Sebenarnya, saya hanya ingin ke kota... tapi saya tidak tahu namanya. Saya ingin mencari tempat yang aman," jawab Anesha jujur.
Alvian mengangguk mengerti. "Tenang saja, nona. Saya akan mengantar Anda ke tempat yang aman."
Sepanjang perjalanan, Anesha dan Alvian berbincang. Anesha menceritakan tentang bagaimana ia tersesat tetapi ia tidak memberitahukan bahwa ia berasal dari dunia lain.
Anesha merasa nyaman bercerita kepada Alvian. Ia merasakan ada sesuatu yang berbeda pada Alvian, sesuatu yang membuatnya merasa aman dan tenang.
"Nona, bolehkah saya tahu nama Anda?" tanya Alvian.
"Nama saya Anesha," jawab Anesha.
"Nama yang indah," puji Alvian.
Mereka terus berbincang hingga akhirnya sampai di sebuah kota yang ramai dan ramai.
"Ini kota terdekat, nona. Apakah Anda ingin saya mengantar Anda ke penginapan?" tawar Alvian.
"Terima kasih, Alvian. Saya akan mencari penginapan sendiri. Tapi, terima kasih sudah membantu saya," jawab Anesha.
Alvian tersenyum. "Sama-sama, Anesha. Semoga perjalanan Anda selanjutnya lebih menyenangkan."
Anesha mengangguk. "Semoga juga," jawabnya.
Alvian berpamitan dan pergi. Anesha menatap punggung Alvian yang menjauh. Ia merasa sedikit sedih karena harus berpisah dengan Alvian. Tapi, ia juga merasa lega karena telah sampai di tempat yang aman.
" Akhirnya gua tiba juga di penginapan ini " ujarnya dengan lega , ia masuk dan berjalan pergi menuju ke pemilik penginapan itu
"Selamat datang, nona. Apa yang bisa saya bantu?" tanya pemilik penginapan yang ramah.
"Saya ingin memesan kamar," jawab Anesha.
"Tentu, nona. Kami memiliki beberapa kamar yang tersedia. Mau kamar yang seperti apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
who is she??
Teen FictionSeorang anesha si gadis bar bar yang Bertransmigrasi ke tubuh wanita yang menurutnya adalah gembel . Ia Bertransmigrasi di zaman kuno " GA mungkin anj muka gua mirip gembel, Ini pasti lu lagi ngerjain guaa kan temmm " tuduh anesh kepada sistem Leb...
