TWO GODDESSES
|
BTS x NCT x Others
Family, Brothership, Fantasy
|
|
|
Part 17
|
|
|
Author pov
Sisi lain hutan yang selalu terlihat sepi, kini sangat berisik. Dedaunan yang berjatuhan, dengan suara ranting yang terinjak memenuhi kesunyian hutan. Sinar matahari di sore hari tidaklah seterik itu, hingga beberapa vampir berlarian tanpa takut akan terbakar. Tapi itu hanya mitos. Vampir menghindari sinar matahari bukan karena takut terbakar. Mereka hanya tidak terlalu suka dengan cahaya yang begitu terik.
"Begitu rupanya." Ucap Renjun mendengar perkataan Haechan.
Saat ini, Renjun, Haechan, Jaemin, Jeno, dan Mark sedang berada di hutan. Seperti perkataan para hyung, mereka berlima saat ini tengah berlatih bersama. Lebih tepatnya mereka berempat melatih Renjun. Sebelumnya, saat di dunia manusia, mungkin Renjun hanya tahu beberapa gerakan bela diri saja. Tapi sekarang, karena tempat tinggalnya sudah berubah, terutama dengan situasi pertempuran yang sulit diprediksi, mau tidak mau Renjun harus belajar bertarung, agar lebih terbiasa dengan lingkungan barunya.
Karena sudah cukup lama, mereka tengah istirahat dan berbincang. Renjun yang memang belum paham betul tempat barunya itu, lebih banyak bertanya. Sedangkan hyungnya dengan sabar menjawab.
"Aku pikir hanya ada kita saja, hyung." ucap Renjun. "Maksudku, aku kadang juga tidak percaya kalau akau vampir. Hanya saja aku kira werewolf itu tidak ada."
"Mereka ada di seberang gunung itu." ucap Mark sambil menunjuk sebuah pegunungan yang hanya terlihat ujungnya itu. "Setelah melewati gunung itu, ada sebuah hutan. Hutan Perbatasan. Dan diseberang hutan itu, kawasan werewolf."
"Hutan Perbatasan itu area terlarang. Baik bagi kita, ataupun mereka. Makanya, meskipun kita berada di area yang sama, kita tidak pernah bertemu. Karena tidak ada yang berani melanggar peraturan itu." jelas Mark.
Renjun memandang jauh ke balik gunung. Meskipun dari sini ia bisa melihat ujungnya, Renjun yakin, butuh banyak waktu juga untuk pergi kesana.
"Jadi, apa kalian tidak pernah bertemu werewolf, hyung?" tanya Renjun.
"Pernah." Jawab Jeno. Ia menunjuk kearah gunung di belakang mereka. Kali ini ada beberapa puncak gunung yang terlihat. "Jauh di belakang sana, ada sebuah padang rumput yang luas. Kami pernah bertemu mereka disana." Ucap Jeno.
"Lebih tepatnya berperang disana." Timpal Jaemin. "Setiap kali kita bertemu, hanya ada peperangan. Makanya, aku berharap kita tidak akan bertemu dengan mereka lagi." Jaemin mengepalkan tangan. Masih teringat jelas kenangan peperangan terakhir kali. Meskipun sudah lewat beberapa puluh tahun, banyaknya keluarga yang gugur kala itu masih membuat Jaemin terluka.
"Semoga." Ucap Haechan sambil menerawang jauh. Masih amat segar baginya kenangan pahit itu.
Renjun yang mendengar itu hanya mampu diam. Sepengetahuan Renjun, perang terakhir kali terjadi saat Renjun berada di dunia manusia. Lebih tepatnya saat ia pertama kali bertemu dengan orang tua angkatnya. Apakah karena terjadi perang, orang tua Renjun menitipkan dirinya di dunia manusia?
'Berkumpul.'
Suara Doyoung terdengar di kepala mereka. Tanpa banyak kata, mereka berlima berlari kencang kembali ke mansion keluarga Moon.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWO GODDESSES
FantasiLunar dan Venus. Wajah Moon Goddess yang selalu bersinar saat kelahiran sosok pilihan. Dan kali ini 2 wajah itu bersinar bersamaan saat kelahiran dua laki-laki yang memiliki ras berbeda. Karenanya, mereka berdua dianugerahi keistimewaan karena memil...
