Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 28 ~> Rahasia di antara Kita

348 26 0
                                        

{Castle}

2 minggu telah berlalu....

[Di ruang tamu]

Madam menuruni tangga dengan langkah anggun, gaunnya berayun lembut. Namun, pandangannya langsung jatuh pada pemandangan dibawah: anak-anak sudah sibuk ngebucin dengan pasangan masing-masing. Senyum-senyum sendiri, pelukan manja, seolah dunia cuma milik mereka.

"Hadeuuh... dasar anak ini." desis Madam sambil menggeleng pelan.

"Madam, udah bangun?" sapa Forlec begitu sadar Madam mendekat.

Madam menghentikan langkahnya, menatap Forlec dengan sorot tajam. "Kamu tidak lihat saya berdiri di sini? Kalau saya masih tidur, apa menurutmu ini arwah saya?"

Forlec langsung kaku, wajahnya pucat.

Tak lama, Phuwiniy datang membawa sebuah nampan, diikuti Savan, Forlan, Brayden, Dunfiw, dan Nayfan. Wajah mereka penuh semangat tapi juga agak takut-takut.

"Madam..." ucap Phuwiniy sambil menyodorkan nampan.
"Kita bikin kue cokelat buat Madam. Semoga Madam suka, ya."

Madam mendengus pelan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Madam mendengus pelan.
"Saya tidak suka makanan manusia."
Ia lalu berjalan anggun menuju sofa, duduk tanpa ekspresi.

Suasana langsung kaku. Semua saling pandang, bingung harus bagaimana. Lalu Nayfan memberanikan diri bicara, suaranya agak gemetar, "Awalnya... anak Madam juga bilang seperti yang Madam katakan. Tapi setelah nyoba... mereka malah ketagihan." ucapan itu membuat ruangan langsung hening.

Madam berhenti, menoleh perlahan dengan tatapan menusuk. Semua anak menahan napas. Dengan gerakan anggun tapi bikin deg-degan, Madam akhirnya mengambil sepotong kue cokelat dari nampan.

Satu gigitan.

Keheningan makin tebal. Madam tidak bereaksi. Tidak ada senyum, tidak ada komentar. Hanya tatapan kosong ke depan.

"...Madam?" ucap Dunfiw pelan, wajahnya panik.

Madam masih diam.

"Madam nggak suka, ya?" suara Savan mulai gemetar.

Forlan bahkan sudah siap mental untuk kabur.

Lalu, perlahan... Madam menutup mata. "..."

Semua menahan napas.

Sampai akhirnya-

Madam membuka mata, tatapannya tajam tapi pipinya sedikit memerah. "Kenapa... ini enak sekali?"

Semua anak langsung teriak lega bercampur panik. "HAAAHHH?!?!"

Anak-anak saling pandang, langsung heboh sendiri.
"Madam suka! Madam suka!" teriak Nayfan sampai hampir loncat kegirangan.
"Gue bilang juga apa!" Patwan ikut tepuk tangan, wajah lega.

Forbidden Castle ||•END•||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang