Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

Bab 8 ~> Bermain dengan Puppy

646 51 0
                                        

Sebelum kejadian Raychen masuk ke dalam perpustakaan karna hampir terbakar....

{Di Kamar Raychen dan Dunfiw}

Malam harinya....

Raychen memasuki kamarnya, diikuti Dunfiw dari belakang. Suasana hening. Dunfiw tak mengucapkan sepatah kata pun sejak mereka masuk, membuat Raychen akhirnya bersuara....
"Lo tidur bareng gue ya, soalnya cuma ada satu kasur. Tapi tenang, ini luas kok." ujar Raychen santai, lalu merebahkan tubuhnya ke kasur.

"Makasih." jawab Dunfiw pelan, gugup. Ia ikut merebahkan tubuh dan menarik selimut sampai ke dagu.

"Gue lihat tadi, lo kayak takut banget sama gue. Gua naksir cowok juga milih-milih. Kalo sama lo? Ogah banget gue." kata Raychen sambil nyengir.

"Apaansih lo! Gua nggak mikir sampe situ..." sahut Dunfiw, masih defensif.

"Lagian, lo liat gue kayak takut dicabulin." ejek Raychen santai.

Dunfiw terdiam. Dalam hati, ia harus mengakui yang di bilang Raychen ada benarnya.

Beberapa detik hening. Lalu Raychen bergumam. "Nama lo siapa?"

"Dunfiw. Nama gue Dunfiw." jawabnya gugup dari ujung kasur.

"Nama lo lucu. Selamat tidur Dunfiw~" ucap Raychen dengan senyum kecil sebelum memejamkan mata.

Dunfiw menatap langit-langit. Tapi pikirannya tak berhenti berjalan. Ternyata Raychen... nggak sekotor yang gue kira. Dia baik...

Pagi harinya...

Raychen terbangun dari tidurnya. Ia melirik sekeliling kamar kosong. Tak ada sosok lelaki manis yang semalam tidur bersamanya. Wajahnya langsung pucat, matanya celingak-celinguk mencari. Ia bangkit dan berjalan ke luar kamar dengan langkah panik, sampai akhirnya...

"Kamu nyari siapa?" suara lembut menyapanya dari arah pintu.

Raychen menoleh cepat. Di sana, berdiri Dunfiw dengan kantong plastik berisi bahan makanan ditangan. Ia mengenakan kaos tipis dan celana pendek, terlihat santai dan segar seperti keluar dari kamar mandi.

Raychen terdiam. Pandangannya tertahan di tubuh Dunfiw bukan karena yang aneh-aneh, tapi lebih ke... bengong aja.

"Kamu pasti belum makan, ya? Aku masak dulu, kamu tunggu aja di meja makan." ujar Dunfiw sambil tersenyum kecil, lalu langsung beranjak ke dapur.

Raychen masih diam beberapa detik sebelum akhirnya sadar dan duduk dikursi makan.

Sadar, Chenn! Sadar! batinnya sendiri sambil memukul pipinya pelan.

Beberapa menit kemudian, aroma harum mulai memenuhi ruangan. Tak lama, Dunfiw datang dengan satu piring penuh makanan hangat ditangan.

 Tak lama, Dunfiw datang dengan satu piring penuh makanan hangat ditangan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Forbidden Castle ||•END•||Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang