Menceritakan tentang enam bersaudara yang tanpa sengaja terjebak di sebuah castle misterius. Awalnya, salah satu dari mereka menemukan buku tentang "Forbidden Castle" di sebuah toko buku. Dengan rasa penasaran yang besar, ia mengajak saudara-saudara...
Phuwiniy mengambil sebuah buku tebal dari rak. "Gue boleh minjem buku ini gak? Mau gue baca."
"Boleh kok, baca aja." ucap Naravan pelan, matanya menatap Phuwiniy yang mulai duduk dan membuka halaman pertama.
Diam-diam, Naravan memperhatikan gerak-gerik Phuwiniy. Bibirnya, matanya, ekspresinya. Ada sesuatu yang aneh di dadanya… aneh, tapi bikin penasaran.
"Lo... pernah suka sama orang gak?" tanya Naravan tiba-tiba, suaranya pelan.
Phuwiniy menoleh pelan. "Kenapa lo nanya gitu?"
"Gue penasaran aja. Gimana sih rasanya suka sama orang?"
Phuwiniy tertawa kecil. "Ternyata vampir juga bisa suka ya? Gue kira cuma doyan darah."
"Ya enggak lah, kocak. Coba dong jelasin… cinta itu apa?"
Phuwiniy berpikir sebentar, lalu menggaruk kepala. "Cinta itu… gue juga gaktau, Naravan. Gue gak pernah jatuh cinta."
Naravan mendengus pelan. "Salah kayaknya gue nanya ke lo."
"Tapi bentar, kita bisa baca tentang cinta di buku!" seru Phuwiniy tiba-tiba semangat.
"Ada bukunya?" tanya Naravan heran.
"Ada lah. Tunggu, gue cari dulu." Phuwiniy berdiri dan menyusuri rak-rak, mencari dengan penuh semangat. Sampai akhirnya...
"Ketemu! Nara—" ucapan Phuwiniy terpotong karena saat dia membalikkan badan, Naravan sudah berdiri tepat di belakangnya. Jarak mereka… terlalu dekat.
Mata mereka saling menatap. Suasana hening. Degup jantung tak bisa dibohongi.
Cup! Naravan mencium bibir Phuwiniy.
Phuwiniy membeku, matanya membelalak.
"L-lo… kenapa cium gue?" ucapnya kaget.
"Dibuku itu tertulis… harus ciuman kalo mau tahu cinta." jawab Naravan polos banget.
"T-tapi… kenapa gue? Lo mau tau cinta dari gue?"
"Iya." ucap Naravan serius. "Gue mau tau cinta… dari lo."
Phuwiniy terdiam, lalu tersenyum pelan.
Perlahan, dia mendekat… dan membalas ciuman Naravan. Kali ini lebih dalam, lebih hangat.
"Mmphhh..."
Mereka berdua tenggelam dalam ciuman itu, dan perlahan adegan itu tertutup oleh buku ditangannya, menutupi pandangan dunia dari momen pertama cinta mereka.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.