{Di kamar Forlec dan Brayden}
Malam harinya....
Malam ini terasa sunyi. Brayden sedang sibuk main handphone, sementara Forlec hanya melamun menatap langit-langit kamar.
"Kenapa Dunfiw gak jadi tidur disini sih..." gumam Forlec tiba-tiba, membuat Brayden spontan membanting HP-nya ke meja samping kasur.
Forlec yang kaget langsung menoleh.
"Lo kenapa?" tanyanya heran.
"Gue gapapa, kenapa nanya?" jawab Brayden ketus.
"Lo kayak lagi emosi, bookie!" sahut Forlec sambil mengerutkan alis.
Brayden diam sejenak. Lalu dengan nada lebih tenang, dia berkata,
"Gue mau nanya sesuatu sama lo."
"Mau nanya apa?" tanya Forlec.
"Lo suka sama Dunfiw?"
Pertanyaan itu keluar tanpa ekspresi. Brayden masih menatap Forlec dengan wajah datar.
"Iya... gue suka sama Dunfiw." jawab Forlec jujur, tanpa ragu. Brayden langsung memalingkan pandangan.
"Oh... terus kenapa lo gak nyatain perasaan lo?" tanya Brayden, masih enggan menatap Forlec.
"Gue takut... gue cuma naksir doang, kalo untuk nyatain perasaan. Gue gak berani." ucap Forlec, tubuhnya mulai menegang.
"Kenapa gak berani?" tanya Brayden, kali ini melihat ke arahnya.
"Gue takut... kalau dia ternyata suka sama gue juga."
Brayden berkedip.
"Lo takut dia suka balik sama lo? Kocak! Lo naksir Dunfiw tapi gak mau dia tahu perasaan lo. Itu sama aja lo gak akan pernah bisa milikin dia."
"For what? Gue juga gak berharap disukain balik." ujar Forlec, lalu langsung merebahkan diri ke kasur.
Brayden diam sebentar, lalu berkata pelan, "Kalo gue bilang... gue suka sama lo, lo bakal kaget gak?"
Forlec langsung bangkit dari kasur, panik, dan menjauh.
"L-lo suka sama gue?" ucapnya tergagap.
"Jadi selama ini... gue gak suka sendirian." lanjut Forlec lirih.
"Lo juga suka sama gue?" tanyanya sambil mendekat perlahan.
"Ja-jangan deketin gue... gue malu" ucap Forlec sambil menutup wajahnya.
"Malu sama otot, Kubah!" ucap Brayden nahan tawa.
"Lagian lo bikin gue panik." ujar Forlec cemberut.
Tiba-tiba Forlec menatap Brayden lekat-lekat. Tatapannya turun ke bibir Brayden... lalu Cup!
"Anjing!" teriak Brayden kaget sambil mendorong tubuh Forlec.
"Kok lo nyium sih?!"
"Biasanya, kalo orang abis nyatain perasaan, langsung cium." jawab Forlec polos.
"Tapi kan gue belum jadi pacar lo!" seru Brayden.
"Jadi pacar gue aja sekarang, gakboleh nolak! Jarang loh gue confess ke manusia gini." kata Forlec sambil senyum jahil.
"Confes lo kayak ancaman, tapi yaudah deh gue terima! Baru pertama kali ada vampir yang nyatain perasaan ke gue." jawab Brayden tersenyum.
Forlec yang senang banget langsung menggendong Brayden ala bridal style lalu muter-muter kayak anak kecil.
"Gue punya pacar manusia!" serunya, lalu mencium pipi Brayden.
"Kubahh ihhh!" Brayden berontak malu-malu tapi gak bisa nutupin senyumannya juga.
KAMU SEDANG MEMBACA
Forbidden Castle ||•END•||
Fiksi UmumMenceritakan tentang enam bersaudara yang tanpa sengaja terjebak di sebuah castle misterius. Awalnya, salah satu dari mereka menemukan buku tentang "Forbidden Castle" di sebuah toko buku. Dengan rasa penasaran yang besar, ia mengajak saudara-saudara...
